Orang yang berdzikir kepada Allah di tengah
komunitas orang-orang yang lalai berdzikir
sama seperti orang yang (tetap) berperang di tengah
orang-orang yang lari meninggalkan perang.
Orang yang berdzikir kepada Allah di tengah
komunitas orang-orang yang lalai berdzikir
laksana lampu di rumah yang gelap-gulita.
Orang yang berdzikir kepada Allah di tengah
komunitas orang-orang yang lalai berdzikir
sama seperti pohon hijau di tengah-tengah
pepohonan yang layu dan kering.
Orang yang berdzikir kepada Allah di tengah
komunitas orang-orang yang lalai berdzikir
mengetahui posisi tinggalnya di surga.
Orang yang berdzikir kepada Allah di tengah
komunitas orang-orang yang lalai berdzikir
diampuni dosanya oleh Allah sebanyak
orang yang fashih berbahasa
Arab dan yang tidak bisa berbahasa Arab. ~HR Abu Nu’aim & al-Baihaqi