2-5 Ummu Hakim Bint-il-Harits al-Makhzumiyyah (Istri ‘Ikrimah bin Abi Jahal) – Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah SAW

Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah s.a.w.
(Judul Asli: Nisā’u Ḥaul-ar-Rasūl s.a.w.; al-Qudwat-ul-Ḥasanati wal-Uswat-uth-Thayyibah li Nisā’-il-Usrat-il-Muslimah).
Oleh: Muhammad Ibrahim Salim.

Penerjemah: Abdul Hayyie al-Kattani, Zahrul Fata
Penerbit: GEMA INSANI PRESS

Rangkaian Pos: 002 Wanita Muslimah Teladan Sebagai Istri | Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah SAW
  1. 1.2-1 Khadijah Binti Khuwailid – Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah SAW
  2. 2.2-2 Saudah Binti Zam’ah – Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah SAW
  3. 3.2-3 Zainab Binti Rasulillah – Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah SAW
  4. 4.2-4 Ruqayyah Binti Rasulillah saw. (Istri ‘Utsman Bin ‘Affan) – Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah SAW
  5. 5.Anda Sedang Membaca: 2-5 Ummu Hakim Bint-il-Harits al-Makhzumiyyah (Istri ‘Ikrimah bin Abi Jahal) – Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah SAW
  6. 6.2-6 Khaulah Binti Malik Bin Tsa’labah – Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah SAW

5. UMMU ḤAKĪM BINT-IL-ḤĀRITS AL-MAKHZŪMIYYAH (ISTRI ‘IKRIMAH BIN ABĪ JAHAL)

Dia adalah salah seorang wanita teladan dalam keimanannya kepada Allah dan Rasūl-Nya maupun dalam perjuangan dan pengorbanannya di jalan Allah Dia merupakan sosok wanita pejuang yang mulia.

Sebelum memeluk Islam, Ummu Ḥakīm dan suaminya ‘Ikrimah bin Abī Jahal termasuk dalam barisan kaum musyrikin yang memerangi Rasūlullāh s.a.w. dalam Perang Uhud.

Pada saat Fatḥu Makkah “Penaklukan Makkah”, Ummu Ḥakīm masuk Islam dan meminta suaka (perlindungan) kepada kaum muslimin untuk suaminya yang tetap dalam kekafiran. Kaum muslimin pun memberinya perlindungan, tapi dia (‘Ikrimah) kabur terlebih dahulu.

Berangkatlah Ummu Ḥakīm menyusul suaminya yang melarikan diri ke Yaman. Ketika sampai di sebuah tepian pantai yang bernama Tihāmah, Ummu Ḥakīm berhasil menjumpai suaminya yang sudah menaiki kapal seraya berteriak: “Wahai putra pamanku, saya datang menyusulmu dari kaum yang paling akrab dan paling baik (yakni kaum muslimin). Jangan celakakan dirimu. Saya telah meminta perlindungan dari mereka buatmu dan mereka memberinya.” ‘Ikrimah berkata: “Benarkah kamu berbuat demikian?” Istrinya menjawab: “Benar, saya sendiri yang berbicara kepada mereka dan mereka mau melindungimu.”

Lalu ‘Ikrimah pulang bersama istrinya. Ketika mereka sampai di depan pintu rumah Rasūlullāh s.a.w., Ummu Ḥakīm minta izin kepada Rasūlullāh s.a.w. untuk masuk. Setelah mempersilakan masuk, Rasūlullāh s.a.w. diberitahu ‘Umar bahwa Ummu Ḥakīm datang bersama suaminya yang menunggu di luar. Mendengar hal itu, Rasūlullāh s.a.w. langsung mempersilakan ‘Ikrimah masuk. Setelah masuk rumah, ‘Ikrimah langsung mengikrarkan keislamannya.

Ummu Ḥakīm satu dari beberapa wanita muslimah di sekitar Rasūlullāh s.a.w. yang selalu mengabdikan dirinya untuk berjuang membela dakwah Islam. Di antara peperangan yang diikutinya adalah Perang Yarmuk yang dia sempat terluka dan (juga) Perang Maraj ash-Shafar (daerah di sekitar Damaskus) di mana dia berhasil membunuh tujuh tentara Romawi dengan tiang tenda yang dibawanya.

Tahukah anda apa yang dilakukan wanita muslimah untuk suaminya dan untuk agamanya?

Dapatkan Notifikasi Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru.

Klik untuk mendapatkan notifikasi push tentang artikel terbaru.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *