2-1-9 Pembagian Sifatnya Allah S.W.T. – Kajian Tijan ad-Durari

KAJIAN TIJAN AL-DURARI
Dilengkapi Tanya Jawab Seputar Tauhid

Penyusun: M. Fathu Lillah, M. Muqoyyimul Haq

Penerbit: Santri Salaf Press

Pembagian Sifatnya Allah s.w.t.

Menurut keterangan yang tertera di dalam kitab salaf (kuning) sifat Allah s.w.t. ada 20. Dibagi berapakah sifatnya Allah yang ada 20 itu?

Jawaban:

Dibagi menjadi empat: nafsiyyah, salbiyyah, ma‘ānī dan ma‘nawiyyah.

 

Referensi:

تهذيب شرح السنوسيه أم البراهين. ص. 30:

وَ تُقْسِمُ الصِّفَاتُ إِلَى أَرْبَعَةِ أَقْسَامٍ: نَفْسِيَّةٌ وَ سَلْبِيَّةٌ وَ مَعَانِيْ وَ مَعْنَوِيَّةٌ.

وَ سُمِّيَتْ نَفْسِيَّةً لِأَنَّ الْوَصْفَ بِهَا دَلَّ عَلَى نَفْسِ الذَّاتِ دُوْنَ مَعْنَى زَائِدٍ عَلَيْهَا، وَ هِيَ صِفَةٌ وَاحِدَةٌ هِيَ الْوَجُوْدُ. وَ سُمِّيَتْ سَلْبِيَّةً لِأَنَّهُ يُنْتَفَى بِهَا أَمْرٌ لَا يَلِيْقُ بِاللهِ تَعَالَى وَ هِيَ الْقِدَمُ وَ الْبَقَاءُ وَ مُخَالَفَتُهُ لِلْحَوَادِثِ وَ قِيَامُهُ بِنَفْسِهِ وَ الْوَحْدَانِيَّةُ. أَنَّ الصِّفَاتَ الْمَعَانِيْ زَائِدٌ عَلَى الذَّاتِ قَائِمَةٌ لَازِمَةٌ لَهَا لُزُوْمًا لَا يَقْبَلُ الْاِنْفِكَاكَ فَهِيَ دَائِمَةُ الْوُجُوْدِ مُسْتَحِيْلَةُ الْعَدَمِ فَهِيَ حَيٌّ بِحَيَاةٍ عَالِمٌ بِعِلْمٍ وَ هكذَا، وَ صِفَاتُ الْمَعَانِيْ سَبْعَةٌ هِيَ الْقُدْرَةُ وَ الْإِرَادَةُ وَ الْعِلْمُ وَ الْحَيَاةُ وَ السَّمْعُ وَ الْبَصَرُ وَ الْكَلَامُ. وَ سُمِّيَتْ مَعْنَوِيَّةً لِأَنَّهُ مَنْسُوْبَةٌ لِلْمَعَانِيْ بِمَعْنَى أَنَّهَا مُلَازِمَةٌ لَهَا، كَوْنُهُ تَعَالَى قَادِرًا لَازِمٌ لِلْقُدْرَةِ وَ كَوْنُهُ مِرِيْدًا لَازِمٌ لِلْإِرَادَةِ الْقَائِمَةِ بِذَاتِهِ تَعَالَى وَ هكَذَا الْخَمْسَةُ الْبَقِيَّةُ.

Sifat-sifatnya Allah s.w.t. yang 20 itu dibagi menjadi empat, yakni: nafsiyyah, salbiyyah, ma‘ānī, dan ma‘nawiyyah. Dinamakan nafsiyyah karena sifat ini menunjukkan pada dzatnya sifat bukan pada makna tambahan yang berada pada dzat tersebut. Sifat ini cuma satu yaitu sifat wujud. Dinamakan sifat salbiyyah karena sifat ini meniadakan hal-hal yang tidak layak bagi Allah s.w.t. Sifat ini meliputi: qidam, baqā’. Mukhālafatu lil ḥawādits, qiyāmuhu bi nafsihi dan waḥdāniyyah.

Sifat ma‘ānī yaitu sifat tambahan yang menetap pada dzat yang tidak bisa terpisahkan selamanya dan mustahil tiadanya. Sifat ini ada tujuh yaitu: qudrah, irādah, ilmu, ḥayāt, sama‘, bashar dan kalām.

Dinamakan sifat ma‘nawiyyah karena sifat ini dinisbatkan pada sifat ma‘ānī, maksudnya sifat ma‘nawiyyah merupakan ketetapan (kelaziman) dari sifat ma‘ānī. Misalnya, adanya Allah bersifat qadīran itu merupakan kelaziman dari sifat qadrah, Allah bersifat murīdan merupakan ketetapan dari sifat iradahnya Allah yang menetap pada dzatnya Allah s.w.t., begitulah kelima sifat seterusnya.”

Dapatkan Notifikasi Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru.

Klik untuk mendapatkan notifikasi push tentang artikel terbaru.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *