2-1-10 Perkataan “Saya Mu’min In Sya Allah – Kajian Tijan ad-Durari

KAJIAN TIJAN AL-DURARI
Dilengkapi Tanya Jawab Seputar Tauhid

Penyusun: M. Fathu Lillah, M. Muqoyyimul Haq

Penerbit: Santri Salaf Press

10. Perkataan “Saya Mu’min In Syā’ Allāh”.

Apakah diperbolehkan seseorang mengatakan “Saya seorang Mu’min In Syā’ Allāh”?

Jawaban:

Boleh kalau ucapan itu diarahkan untuk zaman yang akan datang. Sedangkan kalau diarahkan untuk zaman sekarang tidak boleh.

 

Referensi:

كفاية العوام. ص. 26:

تَنْبِيْهٌ: اُخْتُلِفَ هَلْ يَجُوْزُ لِشَخْصٍ إِذَا قَالَ أَنَا مُؤْمِنٌ أَنْ يَقُوْلَ إِنْ شَاءَ اللهُ أَوْ لَا فَقَالَتِ الْأَشَاعِرَةُ بِالْأَوَّلِ وَ الْمَاتُرِديَّةُ بِالثَّانِيْ وَ جَعَلَ بَعْضُهُمُ الْخَلْفَ لَفْظِيًّا حَيْثُ حُمِّلَ الْأَوَّلُ عَلَى مَا إِذَا قَالَ ذلِكَ نَظْرًا لِلْمَآلِ وَ الثَّانِيْ عَلَى مَا إِذَا قَالَهُ نَظْرًا لِلْحَالِ فَآلُ الْأَمْرِ إِلَى أَنَّهُ يَجُوْزُ نَظْرًا لِلْمآلِ وَ يَمْتَنِعُ نَظْرًا لِلْحَالِ.

Peringatan: Diperselisihkan apakah boleh seseorang mengatakan “in syā’ Allāh” ketika ia mengatakan saya seorang mu’min atau tidak boleh? Ulama Asyā‘irah berpendapat boleh, dan ulama Māturidiyyah tidak memperbolehkan. Sebagian ulama berpendapat bahwa perbedaan antara ulama Asyā‘irah dan Māturidiyyah hanya sebatas lafazh saja, mereka mengarahkan pendapat yang memperbolehkan ketika pengucapan lafazh “in syā’ Allāh” melihat pada zaman yang akan datang (ma’āl). Kemudian mengarahakan pendapat yang tidak memperbolehkan ketika pengucapan lafazh “in syā’ Allāh” melihat pada zaman sekarang (ḥāl). Maka perkara yang dibenarkan sesuai dengan kesepakatan ulama adalah ketika melihat pada zaman yang akan datang (ma’āl) dan mencegah ketika melihat pada zaman sekarang (ḥāl).

Dapatkan Notifikasi Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *