Hati Senang

031 Tsauban Maula Rasulullah s.a.w. – Hilyat-ul-Auliya’ wa Thabaqat-ul-Ashfiya’

حلية الأولياء وطبقات الأصفياء
Ḥilyat-ul-Auliyā’i wa Thabaqāt-ul-Ashfiyā’
(Perhiasan para Wali dan Tingkatan-tingkatan Orang-orang yang Suci.)

Oleh: Al-Imam Abu Nu’aim al-Ashfahani r.h.

Catatan:

  1. 8). Hadits ini ḥasan.H.R. Aḥmad (Musnad Aḥmad, 5/275, 276, 277, 281); ath-Thabrānī (al-Mu‘jam al-Kabīr, 1433, 1434); dan al-Ḥākim (al-Mustadrak, 1/412).Al-Ḥākim menilai hadits ini shaḥīḥ dan pendapatnya itu disepakati oleh adz-Dzahabī.
  2. 9). Hadits ini shaḥīḥ.H.R. Aḥmad (Musnad Aḥmad, 5/281); ath-Thabrānī (al-Mu‘jam al-Kabīr, 1408); dan al-Bazzār (923).Al-Haitsamī (Majma‘ az-Zawā’id, 3/96) berkata: “Para periwayatnya merupakan para periwayat hadits-hadits shaḥīḥ.”
  3. 10). Hadits ini shaḥīḥ.H.R. ath-Thabrānī (al-Mu‘jam al-Kabīr, 1408) dan al-Bazzār sebagaimana dalam Majma‘ az-Zawā’id (3/64).Al-Haitsamī berkata: “Sanad-nya ḥasan.”
  4. 11). Hadits ini shaḥīḥ.H.R. Abū Dāūd (Sunan Abū Dāūd, pembahaan: Pertempuran Besar, 4297) dan Aḥmad (Musnad Aḥmad, 5/278).Hadits ini dinilai shaḥīḥ oleh Al-Albānī dalam Sunan Abū Dāūd.
  5. 12). Hadits ini shaḥīḥ.H.R. Ibnu Mājah (Sunan Ibnu Mājah, pembahasan: Nikah, 1856) dan Aḥmad (Musnad Aḥmad, 5/282).Hadits ini dinilai shaḥīḥ oleh al-Albānī dalam Sunan Ibnu Mājah.
Langganan buletin Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru di hatisenang.com

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas