Hati Senang

01-2 Alam Semesta & Pengaturan Bagian-bagiannya – Desain Ilahi

DESAIN ILAHI
Dalil Keterciptaan Alam


Diterjemahkan dari Chance or Creation: God’s Design in the Universe
Karangan: Abū ‘Utsmān al-Jāhiz

Penerjemah: Satrio Wahono
Penerbit: PT SERAMBI ILMU SEMESTA

(Diketik oleh: IBU DWI WIDY)

Rangkaian Pos: 001 Alam Semesta & Pengaturan Bagian-bagiannya - Desain Ilahi
  1. 1.01-1 Alam Semesta & Pengaturan Bagian-bagiannya – Desain Ilahi
  2. 2.Anda Sedang Membaca: 01-2 Alam Semesta & Pengaturan Bagian-bagiannya – Desain Ilahi

BAB SATU

(Bagian 2 dari 2)

 

ALAM SEMESTA DAN PENGATURAN

BAGIAN-BAGIANNYA

 

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi

Maha Penyayang. Semoga Dia memberkati

Nabi Muhammad Saw. dan keluarganya beserta

Rasul-rasul yang lain

 

BINTANG DAN BERAGAM GERAKANNYA

Bintang memiliki manfaat lain. Bintang merupakan tanda dan pemandu kapan saat yang tepat untuk melakukan berbagai kegiatan, seperti bercocok tanam, bepergian lewat darat dan lewat laut, dan juga berbagai tanda penunjuk kejadian alam, seperti angin, panas, dan dingin, Jadi, orang yang bepergian di malam hari tidak akan kesulitan mencari panduan dalam gurun yang sepi dan lautan yang bergolak. Selain itu, bintang merupakan tanda kekuatan Sang Pencipta yang mengatur gerakan bintang itu, baik terbit dan terbenamnya. Gerakan bulan, khususnya ketika muncul sebagai bulan sabit pada awal bulan, dimaksudkan supaya dunia lebih teratur.

Pemikiran deduktif menunjukkan bahwa objek-objek bercahaya ini bergerak dengan kecepatan luar biasa. Objek-objek itu, dalam waktu sehari semalam, mengelilingi satu kitaran penuh dan kembali ke poros awalnya untuk terbit. Jika ia tidak memiliki kecepatan tinggi, tentu ia juga tidak dapat menempuh jarak yang jauh itu selama 24 jam. Pikirkanlah : jika matahari dan bintang-bintang berjarak begitu dekat sehingga kita bisa menyaksikan kecepatannya, tidakkah pandangan kita akan silau oleh pancaran sinarnya, sebagaimana kita alami ketika ada kilat berulang-ulang menggelegar di angkasa? Demikian pula, jika kita membayangkan ada sekelompok orang belajar di sebuah kubah dan memakai lampu-lampu yang berkitaran cepat, bukankah ini akan memusingkan para siswa itu dan membuat mereka memalingkan diri dari buku? Maka, renungkanlah betapa telah digariskan bahwa objek-objek ini harus beredar pada jarak yang sangat jauh dari kita, sehingga peredaran itu tidak menyaksikan mata kita. Dan peredaran itu harus sangat cepat supaya benda bercahaya itu bisa mengejar waktu yang telah digariskan.

Renungkanlah bintang-bintang yang terlihat pada satu penggalan tahun dan tersembunyi pada penggalan lainnya, seperti bintang Pleiades, Gemini, dan Sirius. Jika mereka semua muncul dan menghilang secara bersamaan, tidak ada satu pun bintang yang akan bermanfaat bagi manusia, karena terbit dan terbenamnya Pleiades dan Gemini itu merupakan petunjuk yang penting bagi beberapa urusan manusia. Terbit dan terbenamnya bintang-bintang itu sesuai dengan saatnya adalah demi memberi petunjuk kepada manusia dalam hal-hal tertentu. Jika Pleiades, yang demi tujuan mulia digariskan muncul pada satu saat dan hilang pada saat lainnya, maka Ursa Mayor dan Minor tidak demikian. Keduanya bagaikan tanda yang menunjukkan rute-rute tak dikenal menuju daratan dan lautan, karena keduanya tidak pernah terbenam atau menghilang dan manusia bisa memandang mereka bilamana perlu sehingga manusia pun bisa sampai ke tujuan. Dua jenis pola ini, meskipun berbeda, sama-sama menguntungkan dan memenuhi tujuan yang berbeda.

 

ORBIT BENDA-BENDA ANGKASA

Renungkanlah bintang-bintang dan berbagai gerakan mereka. Ada gugusan bintang yang tetap di orbit, dan hanya bergerak sedikit, itu pun secara bersamaan. Ada lagi yang bergerak mengikuti tanda zodiak dan setiap bintang dalam gugus itu bergerak mengikuti dua jalur berbeda; pertama, bergerak bersama dengan orbit umum, yaitu menuju ke barat, sedangkan yang kedua memiliki orbit khasnya, menuju timur. Orang di masa lalu membandingkan jenis pergerakan bintang ini dengan seekor semut yang bergerak di atas batu, di mana batu itu bergulir ke kanan, sedangkan semut itu bergerak ke kiri. Jadi, sang semut bergerak ke dua arah berbeda; gerakan majunya sendiri, dan gerakan tertarik ke belakang oleh batu. Kita harus mempertanyakan orang yang mengatakan bahwa bintang-bintang itu mengembangkan sifat secara kebetulan, yaitu tanpa campur tangan Sang Pencipta, “Kenapa mereka tidak bisa tetap diam atau tetap bergerak?”  Karena kebetulan hanya akan memberikan satu kemungkinan. Bagaimana bisa kebetulan menghasilkan suatu gerakan berbeda dengan ukuran dan aturan tertentu? Sesungguhnya, dua jenis pergerakan ini menandakan kesengajaan dan keteraturan, dan bukannya menandakan kebetulan sebagaimana dikatakan oleh orang yang menyangkal kekuasaan dan rencana Tuhan.

Jika Anda bertanya, kenapa ada bintang yang digariskan tetap dan ada yang bergerak, kami menjawab, “Jika semua bintang diam, tidak akan ada pergerakan bintang-bintang yang memberikan kita petunjuk. Lalu, tidak akan ada pula gerakan bintang berhenti selama waktu tertentu pada satu tanda zodiak. Padahal, kita mendapatkan banyak petunjuk tentang berbagai hal dari pergerakan matahari, bulan dan bintang-bintang ketika melewati orbit mereka. Jika semua bintang bergerak, tidak akan ada tempat persinggahan yang bisa dikenali, dan tidak ada pula standar untuk mengukurnya, karena kita mengukur gerakan bintang-bintang itu dengan pergerakan mereka dalam memasuki persinggahan, sama seperti kita mengukur gerakan seseorang dengan jumlah rumah yang ia lewati. Singkatnya, jika semua bintang berada dalam orbit yang sama, maka akan terjadi kekacauan dan tidak akan ada manfaat. Seseorang bisa saja mengatakan, “Seragamnya keadaan bintang-bintang berarti mereka itu tercipta secara kebetulan, sama seperti pendapat kelompok yang kami jelaskan.” Perbedaan sifat pergerakan bintang beserta dengan berbagai keuntungan praktisnya adalah bukti terjelas adanya kesengajaan dan pengaturan.

Renungkanlah : mengapa lapisan ini, dengan matahari, bulan, bintang dan tanda-tanda lain, mengelilingi dunia ini dengan pola berkesinambungan yang proporsional dan akurat, jika bukan karena – dalam pergantian siang dan malam dan dalam empat musim tahunan, dan terhadap bumi beserta binatang dan tumbuhan yang hidup di dalamnya – terdapat keuntungan-keuntungan yang sudah kami singgung di atas? Tidak dapatkah seorang berakal melihat bahwa hal ini merupakan satu penataan yang bijaksana dan seimbang dari Sang Perancang Mahabijaksana?

Jika Anda mengatakan bahwa penataan ini terjadi begitu saja, tidakkah Anda seharusnya mengatakan yang sama tentang sebuah kincir air yang Anda amati berputar mengairi kebun dengan tumbuhan dan pepohonan? Anda melihat segala sesuatu dalam mesin itu dirancang secara rapi, sehingga mampu memberi manfaat kepada kebun beserta isinya. Bagaimana Anda bisa membuktikan pandangan Anda (kincir air tercipta secara kebetulan) ketika Anda menyatakan itu? Apa yang dikatakan orang kepada Anda ketika mereka mendengarnya, selain mengatakan bahwa pendapat Anda itu bodoh dan pikiran Anda sudah kacau? Apakah Anda kemudian membantahnya dengan mengatakan bahwa sebuah kincir air sederhana, yang dibuat dengan keahlian demi menyuburkan sepetak lahan sempit, dibuat tanpa seorang pencipta yang merancangnya, lalu mengatakan hal yang sama tentang kincir terbesar, yang diciptakan dengan kebijaksanaan yang melebihi kebijaksanaan manusia, dan diciptakan demi keuntungan bumi beserta isinya juga tercipta secara kebetulan tanpa rencana? Jika lapisan itu rusak, sebagaimana rusaknya kincir air manusia tidak akan punya sarana memperbaikinya. Dan jika ia rusak selama setahun atau kurang dari itu, bagaimana keadaan mereka, dan bagaimana mereka bisa bertahan hidup? Tidakkah Anda lihat bagaimana manusia telah diselamatkan dari situasi kacau tanpa sarana perbaikan? Dan ternyata, lapisan ini terbukti berjalan tanpa kerusakan, segala kegunaan dan manfaat yang ada terus berlangsung tanpa terjadi penyimpangan siklus. Semuanya demi efisiensi alam semesta dan isinya.

 

PANAS-DINGIN DAN KESEIMBANGAN PERGANTIAN KEDUANYA

Perhatikan panas dan dingin beserta pergantian keduanya. Keduanya naik, turun, dan berada dalam suhu sedang demi memelihara empat musim tahunan beserta manfaatnya. Selain itu, keduanya memulas tubuh supaya tetap dalam kondisi baik. Jika tidak ada pergantian panas dan dingin, tubuh akan memburuk, kekuatannya memudar dan cepat membusuk. Lalu, pikirkan bagaimana panas dan dingin saling susul menyusul dalam irama yang serasi dan bertahap. Anda harus memperhatikan bagaimana yang satu menurun secara bertahap dan yang lainnya meningkat hingga masing-masing mencapai batas maksimum. Jika salah satu, baik panas maupun dingin, datang seketika, menyusul yang lain, hal ini akan melukai tubuh dan melemahkannya, sama seperti sakitnya tubuh ketika pergi ke daerah yang sangat dingin sehabis keluar dari bak mandi panas. Tingkat perubahan iklim yang bertahap itu diadakan supaya kita selamat dari perubahan yang tiba-tiba. Bisakah ini terjadi jika bukan karena penataan dari seorang Maha Penata?

Jika Anda menyatakan bahwa pergantian panas dan dingin secara bertahap ini terjadi karena lambatnya pergerakan matahari ketika terbit dan terbenam, saya akan menanyakan Anda, mengapa matahari itu lambat. Jika Anda menjelaskan pergerakan lambat itu disebabkan jauhnya jarak antara timur dan barat, saya akan menanyakan, mengapa terbentang jarak jauh itu, dan demikian seterusnya saya akan ajukan pertanyaan untuk mengiringi jawaban Anda, hingga akhirnya Anda mengakui adanya kesengajaan dan rencana dalam dunia ini. Jika tidak karena panas, buah-buahan keras dan pahit tidak akan masak menjadi empuk dan manis sehingga enak dimakan, baik dimakan kering ataupun dimakan mentah. Jika tidak karena dingin, tumbuh-tumbuhan tidak akan mekar dan berkembang biak atau tidak akan menghasilkan bahan pangan berlimpah dan sebagian dimakan manusia dan sebagian lagi kembali ke tanah. Apakah Anda tidak mampu menilai manfaat besar dari panas dan dingin – betapa keduanya tidak tergantikan? Keduanya, meskipun memiliki banyak manfaat dan tidak tergantikan, bisa menimbulkan rasa sakit dan melemahkan tubuh. Beginilah seharusnya Anda memandang banyak hal penyebab rasa sakit, dan yang tampaknya tidak memuaskan hasrat seseorang, meskipun sebenarnya semua itu dirancang secara bijaksana demi kebaikan manusia.

 

HIKMAH PENCIPTAAN API

Renungkanlah kebijakan Sang Pencipta dan rencana-Nya dalam menciptakan api, dan bagaimana sifat api itu. Tidaklah baik jika api itu tersebar luas seperti udara dan air, karena ia akan membakar dunia beserta segala isinya. Namun, api tetap penting. Ia memiliki banyak manfaat. Oleh karena itu, api dibuat seakan-akan ia ‘tersimpan’ dalam substansi yang menyimpannya. Api bisa dinyalakan untuk menyulut bahan bakar jika kita membutuhkannya, dan api itu akan padam setelah kebutuhan kita selesai. Api tidak membakar dalam substansi dan membakar bahan bakar setiap saat, sehingga ia tidak akan melukai. Api juga tidak tersebar di dunia untuk membakar segala sesuatu yang menghalanginya. Jadi api dibuat dalam bentuk dan takaran yang sesuai, sehingga kita dapat memperoleh manfaatnya dan terhindar dari akibat negatifnya.

Api memiliki sifat lain lagi: api, demi tujuan baik, hanya terbatas penggunaannya kepada manusia, dan tidak diberikan kepada binatang. Jika manusia tidak diberikan api, maka akan terjadi kerusakan dan kepedihan besar dalam hidupnya, sedangkan binatang tidak memerlukan api. Karena semua ini sudah digariskan demikian, manusia diberikan kepalan tangan dan jari yang sesuai untuk meletikkan dan menggunakan api. Binatang tidak diberi kelebihan ini, melainkan hanya dibekali dengan stamina luar biasa untuk menanggung kesulitan, ketidaknyamanan, dan kondisi kekurangan, sehingga binatang, tidak seperti manusia, tidak akan terlalu menderita tanpa api.

Saya ingin mengalihkan perhatian Anda kepada satu manfaat kecil, tetapi signifikan, dari api: lampu, yang digunakan manusia untuk aktifitas mereka di waktu malam. Tanpa lampu, manusia akan menghabiskan separo waktu mereka seakan-akan dalam kuburan. Siapakah yang bisa menulis, belajar, atau menyalin dalam kegelapan malam? Bagaimanakah jadinya jika ada orang yang terluka di waktu malam, dan dia perlu membebat lukanya itu dengan perban, atau perlu meminum obat? Manfaat api lainnya adalah untuk memasak makanan, menghangatkan tubuh, dan mengeringkan barang-barang, melelehkan banyak benda, dan tak terhitung manfaat lainnya yang terlalu nyata untuk diabaikan.

 

ANGIN

Perhatikan semilir sesuatu yang kita sebut angin, dan perhatikan hikmah beserta manfaatnya. Angin memelihara tubuh: kita menghirupnya supaya tetap hidup, dan angin pun menyejukkan tubuh luar kita. Angin menghantarkan suara ke tempat-tempat jauh, dan angin menghembuskan wewangian dari satu tempat ke tempat lain. Perhatikan bagaimana satu bau, dan juga suara, muncul dibawa angin. Angin adalah medium pergantian panas dan dingin yang menguntungkan umat manusia. Angin menyejukkan tubuh, melayarkan awan dari satu tempat ke tempat  lain demi menyebarkan manfaat, yaitu mengumpulkan awan-awan tersebut hingga memadat, menurunkan hujan, dan menyebarkan curahnya sehingga tercipta cuaca kering yang cocok bagi pohon untuk tumbuh dan berbuah. Kapal didorong oleh angin. Angin menggunakan untuk menampi, mendinginkan air, mengobarkan api, dan mengeringkan benda basah. Singkatnya, angin memberikan kehidupan kepada segala sesuatu di bumi. Tanpa angin, tumbuhan akan layu, binatang akan mati, dan benda-benda akan membusuk. Tidakkah Anda lihat bagaimana jika terjadi ketenangan yang mencekam. Manusia dan binatang menjadi tegang dan tertekan? Ketenangan yang mencekam membuat orang sehat menjadi sakit dan orang sakit menjadi sekarat. Ketenangan mencekam merusak buah-buahan, mengacaukan denyut nadi, dan menyebabkan penyakit dalam tubuh dan hama dalam tanaman pangan. Semua ini menunjukkan bahwa hembusan angin merupakan rencana penuh hikmah demi memberi manfaat bagi semua makhluk.

Perkenankan saya menunjukkan sifat udara lebih jauh lagi. Suara, sebagaimana diajarkan para ilmuwan, adalah hasil dari objek yang bergetar di udara, yang kemudian menghantarkan getaran itu ke telinga manusia. Manusia berbicara tentang kebutuhan dan urusan mereka sepanjang hari dan juga di malam hari. Jika suara percakapan ini terus tinggal di udara, sebagaimana tulisan tetap ada di kertas, dunia ini akan sesak dengan segala keresahan dan kesakitan kita. Mengganti dan mengubah semua suara itu lebih sulit dibandingkan mengganti tulisan di atas kertas, karena jumlah ajaran yang tak tertulis itu lebih banyak dari yang tertulis. Namun, Sang Pencipta yang Maha Mengetahui telah menjadikan udara ini sebagai lembaran kertas tersembunyi. Udara menghantarkan kata-kata kita seperlunya; kemudian kata-kata itu terhapus dan lembaran itupun bersih kembali; tanpa kita perlu bersusah-payah, angin dengan setia terus menghantarkan segala sesuatu yang kita bebankan kepadanya.

Bagikan ('Amal Jāriyah):
Langganan buletin Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru di hatisenang.com

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas