002 Penciptaan Bumi – Desain Ilahi

DESAIN ILAHI
Dalil Keterciptaan Alam

Diterjemahkan dari Chance or Creation: God’s Design in the Universe
Karangan: Abū ‘Utsmān al-Jāhiz

Penerjemah: Satrio Wahono
Penerbit: PT SERAMBI ILMU SEMESTA

(Diketik oleh: IBU DWI WIDY)

BAB DUA

PENCIPTAAN BUMI

 

PIKIRKANLAH penciptaan bumi ini. Bagaimana ia dibuat kokoh dan stabil sehingga kita bisa berjalan dan bermukim di atasnya. Manusia dan binatang ternak bisa berjalan di muka bumi sesuka mereka, duduk beristirahat, dan berbaring tidur. Mereka juga bisa menuntaskan kerja mereka. Jika bumi dibuat rapuh dan tidak stabil, manusia tidak akan mampu menyelesaikan bangunan, kerja tukang, kerja menempa logam, atau kerja menyulam. Mereka tidak akan hidup nyaman jika bumi di bawah mereka bergoncang. Bandingkan hal ini dengan apa yang terjadi pada manusia ketika terjadi gempa bumi tersingkat sekalipun: mereka kabur dari rumah mereka, Jika Anda bertanya, “Mengapa bumi berguncang?” Kami akan menjawab, “Gempa bumi dan hal-hal serupa terjadi untuk menimbulkan rasa takut dalam diri manusia, sehingga ia berpaling kepada Tuhan dan bertobat dari dosa-dosanya. Demikian pula penderitaan lain yang menimpa tubuh atau harta benda manusia – bencana dan kelaparan – ditakdirkan untuk memperbaiki manusia. Jika manusia bertobat, ganjaran yang lebih besar dari seisi dunia menanti mereka di akhirat. Demi kebaikan mereka, ganjaran besar itu ada yang diberikan di dunia ini.

Jika tanah itu dingin dan keras, bergitu juga batu. Perbedaannya, batu lebih keras. Pikirkanlah: jika tanah sekeras batu, bisakah berbagai tanaman itu tumbuh untuk menghidupi binatang? Bagaimana cara membajak atau menyemai tanah, atau bagaimana cara mendirikan bangunan? Tidakkah Anda menyadari bahwa tanah dibuat tidak sekeras batu, melainkan dibuat lembut supaya cocok untuk berbagai aktivitas manusia? Contoh lain dari rancangan bijaksana penciptaan bumi adalah bertiupnya angin dari utara yang lebih tingi dari selatan. Hal ini membuat air mengalir dari permukaan bumi untuk mengairi tanah, dan kembali ke laut. Ini sama seperti seseorang yang meninggalkan satu tepi permukaan dan merendahkan tepi yang lain supaya air mengalir turun dari permukaan itu. Jadi, air tersebut tidak akan mengendap dan merusak permukaan itu. Hal yang sama juga berlaku bagi tanah tinggi utara dan tandah rendah selatan: jika tidak, air akan tetap di atas permukaan tanah, sehigga orang pun berhenti berkeja dan berusaha memotong jalan.

 

GUNUNG

Lihatlah gunung yang dicipta dari lumpur tinggi dan bebatuan. Orang yang berpikiran pendek mungkin mengira gunung itu hanyalah kemubaziran. Padahal, gunung memiliki banyak manfaat. Salju putih di atas gunung. Sebagian salju itu menggumpal di puncak gunung itu, yang dibutuhkan kala musim panas tiba, sebagian lagi meleleh, memancarkan mata air bagi sungai-sungai besar yang menyuburkan berbagai jenis tanaman dan tumbuhan obat yang tidak bisa tumbuh di tanah tandus. Di gunung juga ada hanyak gua dan sarang binatang untuk diburu. Benteng dan puri-puri megah dibangun di atas gunung untuk menghadangn musuh. Gunung memiliki banyak batu unruk membangun dan menggerinda. Gunung juga memiliki tambang-tambang mineral yang berharga. Mungkin ada lagi sifat-sifat lain yang hanya diketahui oleh Dia yang merencanakan sifat-sifat itu dalam Kemahatahuan-Nya.

 

TAMBANG

Renungkanlah tambang dan mineral berharga yang dikandungnya, seperti gips dan kapur, arsenik dan vitriol, semen, seng, perak, dan emas, krisolit, merkuri, tembaga, timah, silika, ter, aspal, minyak dan substansi lain yang digunakan manusia. Renungkan pula perbedaan sifat, warna dan keadaan mineral-mineral itu. Ada yang berupa racun berbahaya, ada yang berupa obat, dan ada yang sifatnya meningkatkan dan menawarkan salah satunya efek. Bisakah seorang rasional mengingkari fakta bahwa semua ini adalah harta karun bumi bagi manusia untuk digali dan digunakan?

Selain itu, renungkanlah kelangkaan emas dan perak serta ketidakmampuan manusia memproduksi keduanya, betapapun hebat atau bersemangatnya manusia. Jika ada orang yang bisa menemukan cara membuat logam mulia tersebut, semua orang akan mengetahuinya. Akibatnya, emas dan perak akan berlimpah dan kehilangan nilai. Keduanya pun tidak bisa lagi diperdagangkan, digunakan membayar pajak oleh penguasa, atau disimpan sebagai aset. Tapi, manusia diberikan keahlian membuat tawa dari tembaga, kaca dan pasir, dan berbagai benda tak berbahaya lainnya. Pikirkanlah bagaimana manusia diberikan sesuatu yang tidak membahayakan, serta dihindarkan dari sesuatu yang membahayakan. Kami pernah diberitahu oleh sekalangan pekerja tambang bahwa mereka telah menggali begitu dalam hingga mencapai titik dimana mereka bisa melihat gunungan perak. Tetapi, ada jurang lebar di depan mereka yang penuh dengan air deras tanpa dasar yang sulit dilewati. Mereka kembali untuk menemukannya, namun tidak berhasil dan pulang dengan kesedihan. Renungkanlah rencana Tuhan ini, Dia ingin menunjukkan kekuasaan-Nya dan harta mulia-Nya kepada para penambang ini, sehingga mereka tahu bahwa jika Tuhan ingin memberika gunungan perak, Dia bisa saja melakukannya, tapi hal itu tak akan menguntungkan mereka. Sebab, jumlah besar perak semacam itu malah akan mengurangi nilainya. Bandingkanlah dengan produk tak lazim – keramik atau perabot lain – yang bernilai tinggi karena kelangkaannya. Jumlah yang banyak hanya akan mengurangi nilainya. Memang benar pernyataan bahwa nilai benda itu terletak pada kelangkaannya.

 

BERLIMPAHNYA EMPAT UNSUR

Pikirkanlah betapa berlimpahnya Tuhan menciptakan empat unsur demi memenuhi kebutuhan manusia. Pertama, jika bumi tidak luas, bagaimana ia bisa menampung semua manusia besrta tumbuhan, padang rumput, sayuran, kayu bakar, tumbuhan obat, dan mineral berharga? Anda bisa saja berkeberatan terhadap adanya lahan-lahan kosong dan gurun-gurun tandus dengan berkata, “Apa gunanya tempat-tempat itu?” Tapi, apakah Anda lupa bahwa semua itu merupakan tempat bermukim dan padang rumput bagi binatang liar, selain juga memungkinkan manusia meninggalkan rumah mereka dikala bosan. Banyak gunung sepi yang diatasnya kemudian didirikan istana dan taman oleh manusia-manusia yang melewatinya. Tanpa bentangan luas daratan, manusia akan terkungkung dalam tempat sempit, sehingga tidak mampu pergi, nahkan jika dipaksa sekalipun.

Sebagai persamaan, jika air tidak memancar dari mata air dan tidak mengalir dalam sungai, manusia akan kekurangan air untuk minum mereka sendiri, untuk memberi minum binatang ternak mereka, untuk minum binatang piaraan, untuk menyiram tumbuhan; dan juga tidak akan cukup air untuk minum binatang liar, burung serta binatang buruan, dan tidak pula cukup untuk ikan dan binatang di air lainnya. Demikian pula udara, jika udara tidak berlimpah, binatang akan kehabisan nafas, tercekik asap dan uap, karena keduanya tidak akan tertiup menjadi halimun dan kabut. Begitu pula api; meskipun tidak bisa ditemukan di sembarang tempat, dia ada dalam substansi-subtansi tertentu, tersimpan untuk berbagai keperluan yang alasannya akan kami jelaskan nanti.

Ingatlah manfaat air yang sudah Anda ketahui, namun tidak Anda sadari. Selain bertujuan menjaga kelangsungan hidup setiap binatang dan tumbuhan, air membuat tumbuhan dan binatang itu enak dimakan; air membersihkan tubuh dan bagian-bagian lain; air melembabkan tanah dan membuatnya bisa digunakan; air memadamkan api jika mulai membahayakan; air menyelamatkan orang yang tersedak dari kematian. Seseorang yang kelelahan mandi menggunakan air untuk meregangkan ototnya, dan banyak manfaat lainnya yang baru kita sadari pada saat membutuhkannya. Jika Anda meragukan manfaat banyaknya debit air di luar, dan berkata, “Apa sih manfaatnya?”, saya ingin mengingatkan Anda bahwa laut adalah habitat dan daerah gerak jutaan ikan dan binatang laut; laut adalah sumber mutiara, koral, mirah delima, batu gading, dan sumber daya laut lainnya. Pada tepian pantainya, tumbuh berbagai jenis pohon gaharu, kayu, dan tumbuhan obat dan wewangian. Selain itu, laut digunakan sebagai sarana transportasi manusia dan transportasi berbagai jenis transaksi dari tempat-tempat jauh, seperti dari Cina ke Irak dan dari Irak ke Cina. Jika barang-barang perdagangan itu diangkut oleh punggung manusia dan binatang, barang-barang itu menjadi tidak layak jual dan akan teronggok di tempat lama sang pemilik asal. Sebab, ongkos mengankut barang itu akan lebih mahal dibanding nilai jualnya. Jadi, tidak akan ada yang mau repot-repot membawa barang-barang itu, sehigga mengakibatkan dua hal: banyak penduduk di berbagai tempat tidak akan mendapatkan barang-barang kebutuhan mereka, dan hilangnya lahan pekerjaan orang-orang yang biasa mengangkut barang-barang itu dan memperdagangkannya.

 

TURUNNYA HUJAN DAN PERGANTIANNYA DENGAN CUACA CERAH

Renungkanlah turunnya hujan dan rencana di dalamnya. Hujan tercurah hingga ke tanah-tanah tinggi dan mengalirinya. Jika hujan hanya turun ke satu sisi, tempat tinggi tidak terkena dan tanah-tanah pertanian akan berkurang, kerena lebih sedikitnya tanah yang teririgasi. Hujan jatuh ke tanah dan perairan di tempat terbuka, serta ke atas lereng dan puncak gunung, sehingga menghasilkan banyak tumbuhan pangan. Hujan membuat orang di berbagai belahan dunia lebih mudah mendistribusikan air dari satu tempat ke tempat lain, dan hal ini mencegah terjadinya pertengkaran yang bisa menjadi celah masuknya pihak kuat nan berkuasa untuk memonopoli air dan menindas yang lemah. Ketika dirancang tercurah ke tanah, hujan turun dalam bentuk butiran-butiran, sehingga dapat diserap tanah. Jika ia hanya menggenang di permukaan dan tidak diserap, tanaman akan rusak, Jadi, hujan dirancang untuk jatuh dengan lembut, sehingga bibit dapat tumbuh dan tanaman bisa bermekaran. Ada manfaat lain dalam jatuhnya hujan, ia melembabkan tubuh dan membersihkan debu dari udara, sehingga kita tercegah dari penyakit yang ditimbulkan debu. Hujan mencuci pepohonan dan tanaman dari penyakit, dan masih banyak manfaat lainnya. Jika Anda berkata, “Bukankah pada beberapa tahun terakhir hujan menimbulkan dampak buruk berupa banjir dan hujan es yang menghancurkan tanaman atau melembabkan udara sehingga penyakit tubuh dan wabah tanaman merajalela,” kami menjawab, “Ya, hal itu memang bisa terjadi namun terdapat keuntungan bagi manusia, karena kejadian tersebut mencegah mereka berbuat dosa. Manfaat yang mereka peroleh dari taat beragama secara benar jauh lebih besar dari bencana yang menimpa kekayaan mereka.

Renungkanlah bagaimana musim hujan dan kemarau terjadi bergantian di dunia ini. Jika tidak demikian, dunia akan terkena akibat buruknya. Tidakkah Anda tahu hujan terus menerus akan merusak sayuran, melemahkan tenaga binatang, mempertebal udara, menimbulkan beragam penyakit dan merusak jalan? Di sisi lain, jika udara itu sejuk terus menerus, tubuh dan tanaman akan mengering, buah akan lebih lambat matangnya, air di mata air dan lembah-lembah akan menyusut. Namun, jika keduanya terjadi bergantian, udara akan bersih dan setiap pergantian akan menghilangkan akibat buruk yang ditimbulkannya, sehingga segalanya berjalan seimbang.

Jika Anda berkata, “Mengapa ada akibat buruk?” Kami akan manjawab,”Akibat buruk akan menggelisahkan seseorang dan menyebabkannya merasa tidak nyaman, sehingga dia akan menjahui dosa.” Ketika sakit, seseorang membutuhkan obat-obatan pahit untuk menyembuhkannya. Demikian pula, jika seseorang menjadi tiranik, dia perlu sesuatu yang menyakitkannya. Hal itu akan menggugah sang tiran untuk menjauhi perilaku buruknya dan berbuat baik kepada rakyatnya, tidakkah mereka akan menganggap pemberian itu sebagai kedermawanan besar, dan bukankah ketenarannya akan tersebar luas? Padahal, berton-ton emas itu hanya secuil nikmat dibandingkan hujan yang mencakup seluruh negeri dan meningkatkan nilai tanaman senilai berton-ton emas dan perak di seluruh permukaan bumi. Tidakkah Anda tahu bahwa kendatipun hujan merupakan nikmat besar dan rahmat Tuhan meliputi seluruh manusia, tetap saja manusia tidak memperhatikannya? Hujan mungkin mencegah seseorang untuk pergi berusaha. Jika dia membenci hujan, berarti dia memilih yang kecil dari sesuatu yang lebih besar.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

You have to agree to the comment policy.