000 Pendahuluan – Muhammad The Greatest Story

MUHAMMAD
THE GREATEST STORY
(Kisah Hidup Rasulullah – For Teens)
Oleh: S.M. Hasan al-Banna

Penerjemah: Rini Nurul Badariah
Penerbit: Penerbit Mizania

Diketik oleh: Ikram Husain

PENDAHULUAN

Adam a.s adalah manusia yang pertama. Dari dialah umat manusia berawal dan terus bertambah.

Adam pun utusan Allah yang pertama. Allah menunjukinya Islam untuk diajarkan. Intinya hanya ada satu Tuhan yang menciptakan alam semesta, Dialah yang patut disembah. Kepada-Nya jugalah kita meminta pertolongan. Kelak kita akan kembali kepada Allah. Semua perbuatan selama di dunia akan diperhitungkan. Yang baik diberi pahala, yang salah mendapat hukuman.

Umat Adam yang patuh yakin bahwa Islam jalan yang benar. Namun, sebagian bersikap sebaliknya. Mereka menyembah matahari, bulan, dan bintang. Ada juga yang menyembah perpohonan, hewan, dan sungai. Bahkan, ada yang meyakini bahwa udara, air, api, angin, kesehatan, dan semua berkah lainnya di dunia ini pemberian dewa yang berbeda-beda. Maka, para dewa itu harus disembah terpisah. Karena itu, muncullah banyak agama. Setiap bangsa memiliki agama dan dewa masing-masing.

Akhirnya, Pencipta alam semesta benar-benar dilupakan. Bahkan, orang-orang yang dulu taat mengingkarinya. Hal-hal buruk dianggap benar dan sebaliknya.

Saat itulah, Allah mengutus para nabi untuk semua kalangan dan bangsa. Mereka berusaha memandu umatnya ke jalan yang benar. Ada yang mengatakan total jumlah nabi adalah 124.000 orang. Di antaranya, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad Saw.

Semua nabi mengingatkan umat manusia yang ingkar. Mereka diseru untuk menyembah satu Tuhan dan meninggalkan sesembahan lainnya. Allah mengutus nabi-nabi ke semua tempat dan semua umat. Mereka menyampaikan ajaran yang sama, yaitu menyembah Allah yang esa (tauhid).

Nabi Nuh menyerukan kebenaran selama 950 tahun. Namun, dia diabaikan, ditertawakan, dan dicemooh umatnya. Datanglah air bah yang menenggelamkan mereka sebagai hukuman. Hanya Nabi Nuh dan beberapa pengikut yang selamat. Mereka juga membawa satu pasang binatang dari segala spesies. Mereka membuat kapal untuk menghadapi air bah tersebut. Bahkan, putra Nabi Nuh sendiri ingkar dan ikut tenggelam

 

Nabi Ibrahim sampai Nabi Muhammad Saw.

Nabi Ibrahim a.s berperan penting dalam sejarah manusia. Dia tumbuh pada masa orang-orang mengingkari Allah sepenuhnya. Selama hidup, mereka hanya mementingkan dunia. Ibrahim diutus Allah untuk memulihkan ajaran tauhid. Umatnya menentang habis-habisan, bahkan ayah Ibrahim sendiri. Sang Nabi harus pergi dari rumah. Suatu ketika dia dibakar hidup-hidup, namun Allah selalu melindunginya. Nabi Ibrahim dianggap sebagai bapak semua keyakinan monoteistis. (*1)

Lingkungan tempat Nabi musa a.s. tumbuh pun asing dari Islam dan ajaran Allah. Dia harus menghadapi Fir‘aun yang dituhankan rakyatnya. Nabi Musa mengatasi berbagai ringtangan dengan pertolongan Allah. Hidupnya membuktikan bahwa penindasan, tirani, dan kesewenang-wenangan dapat dikalahkan.

Nabi Isa a.s. diutus ke Bani Israil untuk memurnikan ajaran Nabi Musa. Dia bukan perintis ajaran Kristen seperti dikatakan orang masa kini. Menurut sumber-sumber sejarah, pendirinya adalah Paulus. Dia tidak pernah bertemu dengan Nabi Isa. Ajaran asli Nabi Isa diubah total dengan menambahkan konsep Trinitas. Selain itu ada konsep “dosa asal”.

Di Arab, diutuslah seorang nabi untuk berdakwah ke pada seluruh umat manusia. Tugasnya bukanlah membimbing satu bangsa atau kelompok saja. Dia ditunjuki agama Islam. Dia dijadikan nabi untuk semua manusia. Namanya Muhammad Ibn ‘Abdullah, utusan Allah yang terakhir. Dalam sejarah, Rasulullah-lah yang paling kuat menanamkan keyakinan kepada Allah dalam diri umatnya. Kehidupan beliau sangat pantas diteladani.

 

 

Catatan:


  1. *). Monoteistis: Keyakinan yang hanya menyembah satu Tuhan – peny
Dapatkan Notifikasi Hati Senang

Masukkan email Anda untuk mengetahui tentang artikel terbaru.

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *