Hati Senang

002 Tsulatsi Mujarrad & Wazan-wazannya – Metode Praktis Tashrif

BAB II TSULĀTSĪ MUJARRAD DAN WAZAN-WAZANNYA   Di atas telah disinggung ada Tsulātsī Mujarrad, Tsulātsī Mazīd dan Rubā‘ī.   Tsulātsī Mujarrad Wazan-wazan tsulātsī mujarrad (kata yang tiga huruf asli) dilihat dari fi‘il mādhī-nya, hanya ada tiga macam, yaitu: Fa‘ala, Fa‘ila dan Fa‘ula (فَعَلَ – فَعِلَ – فَعُلَ)   FA‘ALA (فَعَلَ) Kalau fi‘il mādhī-nya mengikuti wazan Fa‘ala, maka fi‘il mudhāri‘-nya (kata kerja sedang/akan datang) kemungkinan ada tiga,…

001 Pendahuluan – Metode Praktis Tashrif

Metode Praktis TASHRĪF التَّصْرِيْفُ (Suatu Teori Mentashrif Bahasa ‘Arab Untuk Menguasai Kaidah Sharaf)   BAB 1 PENGERTIAN SHARF, TASHRĪF, SHĪGHAT DAN WAZAN   الصَّرْفُ وَ التَّصْرِيْفُ SHARAF DAN TASHRĪF Sharaf, berarti penukaran, pengembalian dan pemindahan. Tetapi setelah dijadikan Ma‘rifah (definitive noun) seperti di atas, maka menjadi suatu nama, yaitu ilmu Sharaf. Tashrīf, berarti: pengubahan, yaitu pengubahan bentuk kata bahasa ‘Arab, yang disebut Shīghat.   الصِّيْغَةُ وَ الْوَزَنُ SHĪGAT DAN WAZAN…

02-1 Fi’il Tsulatsi Mujarrad – Terjemah Matan Kailani

FI‘IL TSULĀTSĪ MUJARRAD   أَمَّا الثَّلَاثِيُّ الْمُجَرَّدُ فَإِنْ كَانَ مَاضِيْهِ عَلَى فَعَلَ مَفْتُوْحَ الْعَيْنِ فَمُضَارِعُهُ عَلَى يَفْعُلُ أَوْ يَفْعِلُ بِضَمِّ الْعَيْنِ أَوْ كَسْرِهَا نَحْوُ: نَصَرَ يَنْصُرُ وَ ضَرَبَ يَضْرِبُ. Fi‘il tsulātsī mujarrad, terbagi sebagai berikut: 1 dan 2. Kalau fi‘il mādhī-nya ber-wazan fa‘ala, yakni di-fatḥah-kan ‘ain fi‘il-nya, maka fi‘il mudhāri‘-nya ber-wazan: yaf‘ulu atau yaf‘ilu, dengan dhammah ‘ain fi‘il-nya atau kasrah ‘ain fi‘il-nya. Contoh: (ضَرَبَ يَضْرِبُ، نَصَرَ يَنْصُرُ) وَ

02-0 Pembagian Fi’il – Terjemah Matan Kailani

PEMBAGIAN FI‘IL   ثُمَّ الْفِعْلُ إِمَّا ثُلَاثِيٌّ وَ إِمَّا رُبَاعِيٌّ وَ كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا إِمَّا مُجَرَّدٌ أَوْ مَزِيْدٌ فِيْهِ وَ كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا إِمَّا السَّالِمُ أَوْ غَيْرُ سَالِمٍ. Fi‘il itu ada yang tsulātsī (huruf asalnya tiga) dan rubā‘ī (huruf asalnya empat). Dari kedua macam fi‘il itu terbagi lagi, ada yang mujarrad (kosong dari tambahan) dan yang mazīd fīh (dengan tambahan satu, dua atau tiga huruf) dan dari kedua macam itu…

001 Makna Tashrif – Terjemah Matan Kailani

MAKNA TASHRĪF   بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ اِعْلَمْ أَنَّ التَّصْرِيْفَ فِي اللُّغَةِ التَّغْيِيْرُ وَ فِي الصَّنَاعَةِ تَحْوِيْلُ الْأَصْلِ الْوَاحِدِ إِلَى أَمْثِلَةٍ مُخْتَلِفَةٍ لِمَعَانٍ مَقْصُوْدَةٍ لَا تَحْصُلُ إِلَّا بِهَا. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Perlu diketahui, bahwa tashrīf menurut lughat (etimologi) berarti mengubah, sedang menurut istilah adalah mengubah bentuk asal kepada bentuk-bentuk lain untuk mencapai arti yang dikehendaki yang hanya bisa tercapai dengan adanya perubahan. Keterangan: Tashrīf…

000 Muqaddimah – Terjemah Matan Kailani

MUQADDIMAH   بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَ بِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَ الدِّيْنِ وَ الصَّلَاةُ وَ السَّلَامُ عَلَى سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. Dalam mempelajari bahasa ‘Arab, ilmu Sharaf merupakan salah satu syarat yang harus dikuasai oleh setiap pelajar, sebab kata sebagian Ulama: الصَّرْفُ أُمُّ الْعُلُوْمُ وَ النَّحْوُ أَبُوْهَا. “Ilmu sharaf induk segala ilmu, dan ilmu nahwu bapaknya.” Ilmu sharaf…

Macam-macam Fi’il Tsulatsi Mujarrad – Pedoman Dasar Ilmu Sharaf

1. تَقْسِيْمُ الْفِعْلِ 1. Pembagian Fi‘il   A. Macam-macam Fi‘il Tsulātsī Mujarrad.فِعْلٌ ثُلَاثِيٌّ إِذَ يُجَرَّدُ أَبْوَابُهُ سِتٌّ كَمَا سَتُسْرَدُArtinya: “Fi‘il tsulātsī itu bilamana mujarrad (kata dasar atau belum mendapat imbuhan), maka fi‘il tersebut terdiri atas enam (macam), sebagaimana akan dikemukakan.” Catatan: 1. Batasan fi‘il, kata kerja: (الْفِعْلُ): وَ هُوَ كَلِمَةٌ دَلَّتْ عَلَى مَعْنًى فِيْ نَفْسِهَا وَ اقْتُرنَتْ بِزَمَانٍ. Artinya: “Yaitu kata yang menunjukkan arti pada kata…

Pendahuluan – Pedoman Dasar Ilmu Sharaf

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Pendahuluan  يَقُوْلُ بَعْدَ حَمْدِ ذِي الْجَلَالِ مُصلِّيًا عَلَى النِّبِيِّ وَ الْآلِعَبْدٌ أَسِيْرٌ رَحْمَةَ الْكَرِيْمِ أَيْ أَحْمَدُ بْنُ عَابِدِ الرَّحِيْمِArtinya: “Setelah terlebih dahulu memuji Allah Yang Maha Agung dan menyampaikan shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, berkata seorang hamba yang tertawan (sangat berhajat) terhadap rahmat Yang Maha Mulia, yakni Ahmad ibn ‘Abd-ir-Rahīm.” Catatan:Asal lafazh: (عَابِدِ الرَّحِيْمِ) adalah (عَبْدِ الرَّحِيْمِ).…
Lewat ke baris perkakas