Hati Senang

2-4 Rahasia di Balik Tanda-tanda Fi’il – Huruf-huruf Magis

Rahasia di Balik Tanda-tanda Fi‘il. وَ الْفِعْلُ يُعْرَفُ بِقَدْ وَ السِّيْنِ وَ سَوْفَ وَ تَاءِ التَّأْنِيْثِ السَّاكِنَةِ Fi‘il bisa dikenali dengan qad, sin, saufa, dan tā’ ta’nīts yang mati. Fi‘il artinya perbuatan. Perbuatan yang menjadi sarana pencapaian ridha Allah dan wushul pada Kehadiran Suci, dapat dikenali dengan adanya: 1. Qad. Huruf ini melahirkan ketetapan hati dan pemantapan, yaitu keinginan yang kuat untuk melakukan kebaikan, takwa, keteguhan hati, dan pemantapan, dengan…

001-13 Huruf – Ngaji Jurumiyyah

Ḥurūf. Ḥurūf adalah lafazh yang menunjukkan pada makna ketika ia bersamaan dengan lafazh yang lain. Contoh dari kalimah-kalimah ḥurūf adalah seperti: Hal, fī, lām, ‘alā, inna, min dan lain-lain. Kalimah ḥurūf tidak memiliki tanda sebagaimana tanda-tanda yang dimiliki oleh kalimah isim dan kalimah fi‘il. Ḥurūf terbagi menjadi tiga bagian; ada ḥurūf yang bisa masuk pada kalimah isim seperti ḥurūf jarr dan ada ḥurūf yang bisa masuk pada kalimah fi‘il seperti…

001-12 Ta’ Ta’nits – Ngaji Jurumiyyah

Tā’ Ta’nīts. Fungsi tā’ ta’nīts adalah untuk me-mu’annats-kan musnad ilaih, baik adanya musnad ilaih itu berupa fā‘il seperti (قَامَتْ هِنْدٌ) atau berupa nā’ib fā‘il seperti contoh: (ضُرِبَتْ هِنْدٌ). Jika dikatakan bahwa tā’ ta’nīts itu fungsinya untuk memu’annatskan fā‘il, maka kalimah fi‘il tidak boleh diberi tā’ ta’nīts. Tidak boleh dikatakan demikian, karena tā’ ta’nīts ini adalah tandanya kalimah fi‘il dan karena fi‘il dan fā‘il itu sama. (251).…

001-11 Huruf Sin dan Saufa – Ngaji Jurumiyyah

Ḥurūf Sīn dan Saufa. Yang dikehendaki dari ḥurūf sīn adalah sīn istiqbāl, yaitu berfungsi untuk mengakhirkan zamannya fi‘il mudhāri‘ dari zaman ḥāl menjadi zaman istiqbāl. Dari sini maka akan mengecualikan sīn tahajjī yaitu sīnnya lafazh (سالم) dan sīn shairūrah seperti lafazh (اِسْتحْجَرَ الطِّيْنُ). Ḥurūf saufa yaitu ḥurūf taswīf, fungsinya sama dengan ḥurūf sīn, yaitu untuk mengakhirkan zamannya fi‘il mudhāri‘ dari zaman ḥāl menjadi zaman istiqbāl. Kedua…

001-10 Huruf Qad – Ngaji Jurumiyyah

Ḥurūf Qad. Yang dikehendaki ḥurūf qad di sini adalah qad ḥarfiyah. Sesungguhnya ḥurūf qad mempunyai beberapa makna. Berikut kami jelaskan rinciannya: 1. Makna taḥqīq (menyatakan) dan taqrīb (mendekatkan); makna ini khusus masuk pada fi‘il mādhī. Contoh yang memiliki makna taḥqīq adalah firmannya Allah s.w.t.: (قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ), sedangkan yang memiliki makna taqrīb adalah (قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ). 2. Makna taqlīl (menyedikitkan) dan taktsīr (memperbanyak). Makna ini khusus…

001-9 Kalimah Fi‘il – Ngaji Jurumiyyah

Kalimah Fi‘il. Lafazh (فعل) ḥurūf (فاء) nya harus dibaca kasrah, hal ini untuk menghindari dibaca fatḥah, karena kalau terbaca fatḥah maka maknanya adalah sebuah pekarjaan, seperti berdiri, duduk, makan dan minum. (201) Dan kalimah fi‘il dapat diketahui dengan: qad, sīn, saufa, tā’ ta’nīts as-sākinah. Catatan:20). (قوله و الفعل) بكسر الفاء احترازا من الفعل بفتحها و هو الفعل اللغوي الذي هو الحدث كالقيام و القعود و

001-8 Huruf Qasam – Ngaji Jurumiyyah

Ḥurūf Qasam. Ḥurūf Qasam sebenarnya juga termasuk dari ḥurūf jarr, namun karena ḥurūf-ḥurūf tersebut biasanya digunakan untuk qasam (sumpah) akhirnya disendirikan dari ḥurūf jarr. Ḥurūf qasam ada tiga: (واو، باء، تاء). Ḥurūf (واو) menempati posisi pertama, karena ḥurūf ini sangat masyhur digunakan untuk sumpah, dan ḥurūf ini hanya dikhususkan untuk isim zhāhir seperti contoh: (و اللهِ), dan tidak bisa digunakan untuk isim dhamīr seperti…

001-7 Wujudnya Alif dan Lam – Ngaji Jurumiyyah

Wujudnya Alif Dan Lām (ال). Tanda yang berikutnya kalau lafazh itu adalah isim adalah adanya (ال) pada lafazh tersebut. Baik adanya (ال) ini berupa (ال) ma‘rifat seperti contoh: (الرجل), zā’idah (tambahan) seperti contoh: (الحارث) atau maushūlah contohnya: (الضارب), lafazh-lafazh tersebut semuanya adalah isim karna adanya (ال) di depan lafazh tersebut. Lain halnya dengan (…

001-6 Tanwin – Ngaji Jurumiyyah

Tanwīn Tanwīn adalah suara nūn mati tambahan yang berada di akhirnya kalimah isim namun tidak ada tulisannya. Ada 10 macam tanwīn, berikut rinciannya: 1. Tanwīn tamkīn; tanwīn ini bisa juga dinamakan tanwīn sharfī yaitu tanwīn yang berada pada isim-isim yang mu‘rab munsharifah (menerima perubahan dan menerima tanwīn). Seperti contoh lafazh: (رَجُلٍ وَ كِتَابٍ). 2. Tanwīn tankīr; yaitu tanwīn yang dimiliki sebagian dari isim yang mabnī (tetap atau tidak…
Lewat ke baris perkakas