Hati Senang

2-1 Membuang Musnad Ilaih – Jauhar-ul-Maknun

BAB II TENTANG MUSNAD ILAIH   PASAL 1 MEMBUANG MUSNAD ILAIH  يُحْذَفُ لِلْعِلْمِ وَ لِلاخْتِبَارِ مُسْتَمِعٍ وَ صِحَّةِ الْإِنْكَارِArtinya: “Musnad ilaih itu dibuang karena:Sudah diketahui musnadnya oleh pendengar, seperti lafaz dalam menjawab pertanyaan: Mencoba ingatan pendengar, kuat atau tidaknya. Supaya mudah ingat bila diperlukan.سِتْرٍ وَ ضِيْفٍ فُرْصَةٍ إِجْلَالٍ وَ عَكْسِهِ وَ نَظْمِ اسْتِعْمَالِكَحَبَّذَا طَرِيْقَةُ الصُّوْفِيَّةْ تَهْدِيْ إِلَى الْمَرْتَبَةِ الْعَلِيَّةْBermaksud menutupinya kepada hadirin selain mukhathab…

002 Tentang Kalam Balaghah – Jauhar-ul-Maknun

PASAL II TENTANG KALĀM BALĀGHAH   Ilmu Balāghah ialah ilmu yang mempelajari kefasihan bicara, yang meliputi ilmu-ilmu Ma‘ānī, Bayān dan Badī‘.وَ جَعَلُوْا بَلَاغَةَ الْكَلَامِ طَبَاقَةً لِمُقْتَضَى الْمَقَامِArtinya: “Para ulama ahli Ma‘ānī menjadikan definisi kalām balāghah itu, ialah sesuainya kalam itu dengan muqtadh-al-maqām-nya (keadaannya serta fashāḥah).” Adapun contoh-contohnya seperti:Lafaz: (الْجَهْلُ مُضِرٌّ، زَيْدٌ جَاهِلٌ) yang diucapkan kepada kholi dzihni (orang yang kosong hatinya dari keragu-raguan). Lafaz: (…

001-5 Majaz Aqli – Jauhar-ul-Maknun

PASAL 5 الْمَجَازُ الْعَقْلِيُّ MAJĀZ ‘AQLĪ   Arti majāz ‘aqlī, ialah meng-isnād-kan fi‘il atau yang menyerupainya kepada mulābas-nya yang bukan sebenarnya, yaitu fi‘il mabnī fā‘il. Seperti: (نَصَرَ) bukan kepada mulābas yang seharusnya, ialah fā‘il, melainkan kepada maf‘ūl-nya dan fi‘il mabnī maf‘ūl bukan kepada nā’ib-ul-fā‘il-nya, seperti: (ثَوْبٌ لَابِسٌ) asal artinya: pakaian yang memakainya. Padahal maksudnya: pakaian yang dipakai. (نَهَارُهُ صَائِمٌ) Asal artinya: Siangnya yang berpuasa.…

2-4 Rahasia di Balik Tanda-tanda Fi’il – Huruf-huruf Magis

Rahasia di Balik Tanda-tanda Fi‘il. وَ الْفِعْلُ يُعْرَفُ بِقَدْ وَ السِّيْنِ وَ سَوْفَ وَ تَاءِ التَّأْنِيْثِ السَّاكِنَةِ Fi‘il bisa dikenali dengan qad, sin, saufa, dan tā’ ta’nīts yang mati. Fi‘il artinya perbuatan. Perbuatan yang menjadi sarana pencapaian ridha Allah dan wushul pada Kehadiran Suci, dapat dikenali dengan adanya: 1. Qad. Huruf ini melahirkan ketetapan hati dan pemantapan, yaitu keinginan yang kuat untuk melakukan kebaikan, takwa, keteguhan hati, dan pemantapan, dengan…

001-13 Huruf – Ngaji Jurumiyyah

Ḥurūf. Ḥurūf adalah lafazh yang menunjukkan pada makna ketika ia bersamaan dengan lafazh yang lain. Contoh dari kalimah-kalimah ḥurūf adalah seperti: Hal, fī, lām, ‘alā, inna, min dan lain-lain. Kalimah ḥurūf tidak memiliki tanda sebagaimana tanda-tanda yang dimiliki oleh kalimah isim dan kalimah fi‘il. Ḥurūf terbagi menjadi tiga bagian; ada ḥurūf yang bisa masuk pada kalimah isim seperti ḥurūf jarr dan ada ḥurūf yang bisa masuk pada kalimah fi‘il seperti…

001-12 Ta’ Ta’nits – Ngaji Jurumiyyah

Tā’ Ta’nīts. Fungsi tā’ ta’nīts adalah untuk me-mu’annats-kan musnad ilaih, baik adanya musnad ilaih itu berupa fā‘il seperti (قَامَتْ هِنْدٌ) atau berupa nā’ib fā‘il seperti contoh: (ضُرِبَتْ هِنْدٌ). Jika dikatakan bahwa tā’ ta’nīts itu fungsinya untuk memu’annatskan fā‘il, maka kalimah fi‘il tidak boleh diberi tā’ ta’nīts. Tidak boleh dikatakan demikian, karena tā’ ta’nīts ini adalah tandanya kalimah fi‘il dan karena fi‘il dan fā‘il itu sama. (251).…

001-11 Huruf Sin dan Saufa – Ngaji Jurumiyyah

Ḥurūf Sīn dan Saufa. Yang dikehendaki dari ḥurūf sīn adalah sīn istiqbāl, yaitu berfungsi untuk mengakhirkan zamannya fi‘il mudhāri‘ dari zaman ḥāl menjadi zaman istiqbāl. Dari sini maka akan mengecualikan sīn tahajjī yaitu sīnnya lafazh (سالم) dan sīn shairūrah seperti lafazh (اِسْتحْجَرَ الطِّيْنُ). Ḥurūf saufa yaitu ḥurūf taswīf, fungsinya sama dengan ḥurūf sīn, yaitu untuk mengakhirkan zamannya fi‘il mudhāri‘ dari zaman ḥāl menjadi zaman istiqbāl. Kedua…

001-10 Huruf Qad – Ngaji Jurumiyyah

Ḥurūf Qad. Yang dikehendaki ḥurūf qad di sini adalah qad ḥarfiyah. Sesungguhnya ḥurūf qad mempunyai beberapa makna. Berikut kami jelaskan rinciannya: 1. Makna taḥqīq (menyatakan) dan taqrīb (mendekatkan); makna ini khusus masuk pada fi‘il mādhī. Contoh yang memiliki makna taḥqīq adalah firmannya Allah s.w.t.: (قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ), sedangkan yang memiliki makna taqrīb adalah (قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ). 2. Makna taqlīl (menyedikitkan) dan taktsīr (memperbanyak). Makna ini khusus…

001-9 Kalimah Fi‘il – Ngaji Jurumiyyah

Kalimah Fi‘il. Lafazh (فعل) ḥurūf (فاء) nya harus dibaca kasrah, hal ini untuk menghindari dibaca fatḥah, karena kalau terbaca fatḥah maka maknanya adalah sebuah pekarjaan, seperti berdiri, duduk, makan dan minum. (201) Dan kalimah fi‘il dapat diketahui dengan: qad, sīn, saufa, tā’ ta’nīts as-sākinah. Catatan:20). (قوله و الفعل) بكسر الفاء احترازا من الفعل بفتحها و هو الفعل اللغوي الذي هو الحدث كالقيام و القعود و
Lewat ke baris perkakas