Hati Senang

001 Makna Tashrif – Terjemah Matan Kailani

MAKNA TASHRĪF   بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ اِعْلَمْ أَنَّ التَّصْرِيْفَ فِي اللُّغَةِ التَّغْيِيْرُ وَ فِي الصَّنَاعَةِ تَحْوِيْلُ الْأَصْلِ الْوَاحِدِ إِلَى أَمْثِلَةٍ مُخْتَلِفَةٍ لِمَعَانٍ مَقْصُوْدَةٍ لَا تَحْصُلُ إِلَّا بِهَا. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Perlu diketahui, bahwa tashrīf menurut lughat (etimologi) berarti mengubah, sedang menurut istilah adalah mengubah bentuk asal kepada bentuk-bentuk lain untuk mencapai arti yang dikehendaki yang hanya bisa tercapai dengan adanya perubahan. Keterangan: Tashrīf…

000 Muqaddimah – Terjemah Matan Kailani

MUQADDIMAH   بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَ بِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَ الدِّيْنِ وَ الصَّلَاةُ وَ السَّلَامُ عَلَى سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. Dalam mempelajari bahasa ‘Arab, ilmu Sharaf merupakan salah satu syarat yang harus dikuasai oleh setiap pelajar, sebab kata sebagian Ulama: الصَّرْفُ أُمُّ الْعُلُوْمُ وَ النَّحْوُ أَبُوْهَا. “Ilmu sharaf induk segala ilmu, dan ilmu nahwu bapaknya.” Ilmu sharaf…

Macam-macam Fi’il Tsulatsi Mujarrad – Pedoman Dasar Ilmu Sharaf

1. تَقْسِيْمُ الْفِعْلِ 1. Pembagian Fi‘il   A. Macam-macam Fi‘il Tsulātsī Mujarrad.فِعْلٌ ثُلَاثِيٌّ إِذَ يُجَرَّدُ أَبْوَابُهُ سِتٌّ كَمَا سَتُسْرَدُArtinya:  “Fi‘il tsulātsī itu bilamana mujarrad (kata dasar atau belum mendapat imbuhan), maka fi‘il tersebut terdiri atas enam (macam), sebagaimana akan dikemukakan.” Catatan: 1. Batasan fi‘il, kata kerja: (الْفِعْلُ): وَ هُوَ كَلِمَةٌ دَلَّتْ عَلَى مَعْنًى فِيْ نَفْسِهَا وَ اقْتُرنَتْ بِزَمَانٍ. Artinya: “Yaitu kata yang menunjukkan arti pada kata…

Pendahuluan – Pedoman Dasar Ilmu Sharaf

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Pendahuluan  يَقُوْلُ بَعْدَ حَمْدِ ذِي الْجَلَالِ مُصلِّيًا عَلَى النِّبِيِّ وَ الْآلِعَبْدٌ أَسِيْرٌ رَحْمَةَ الْكَرِيْمِ أَيْ أَحْمَدُ بْنُ عَابِدِ الرَّحِيْمِArtinya: “Setelah terlebih dahulu memuji Allah Yang Maha Agung dan menyampaikan shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, berkata seorang hamba yang tertawan (sangat berhajat) terhadap rahmat Yang Maha Mulia, yakni Ahmad ibn ‘Abd-ir-Rahīm.” Catatan:Asal lafazh: (عَابِدِ الرَّحِيْمِ) adalah (عَبْدِ الرَّحِيْمِ).…
Lewat ke baris perkakas