Tanda-tanda Kalimat Isim – Ilmu Nahwu Sistem 24 jam

2. Tanda-tanda Kalimat Isim: فَالْاِسْمُ يُعْرَفُ بِالْخَفْضِ وَ التَّنْوِيْنِ وَ دُخُوْلِ الْأَلِفِ وَ اللَّامِ وَ حُرُوْفِ الْخَفْضِ Isim itu dapat diketahui melalui khafadh (ḥurūf yang akhirnya di-jarr-kan), tanwīn, kemasukan alif-lām dan ḥurūf-ḥurūf khafadh.   Ḥurūf Khafadh: وَ هِيَ مِنْ وَ إِلَى وَ عَنْ وَ عَلَى وَ فِيْ وَ رُبَّ وَ الْبَاءُ وَ الْكَافُ وَ اللَّامُ Ḥurūf khafadh ialah: (مِنْ) = Dari (sejak, sebagian dari, karena, tambahan); (إِلَى

Pembagian Kalam – Ilmu Nahwu Sistem 24 jam

1. Pembagian Kalām. وَ أَقْسَامُهُ ثَلَاثَةٌ اسْمٌ وَ فِعْلٌ وَ حَرْفٌ جَاءَ لِمَعْنًى Kalām terbagi menjadi tiga, yaitu isim, fi‘il dan ḥurūf yang memiliki makna. Pembagian kalām (kalimat) itu ada 3 macam yaitu: 1. Isim: الْاِسْمُ هُوَ كَلِمَةٌ دَلَّتْ عَلَى مَعْنًى فِيْ نَفْسِهَا وَ لَمْ تَقْتَرِنْ بِزَمَانٍ وَضْعًا Kalima Isim ialah kalimat (kata) yang menunjukkan makna mandiri dan tidak disertai dengan pengertian zaman. Dalam bahasa Indonesia, kalimat isim ini ialah…

Tata Bahasa Sufi – 001 Bab-ul-Kalam (Sabda)

بَابُ الْكَلَامِ Bab-ul-Kalam (Sabda) الْكَلَامُ هُوَ اللَّفْظُ الْمُرَكَّبُ الْمُفِيْدُ بِالْوَضْعِ. Kalām adalah lafaz yang terdiri (murakkab) dari ucapan dan keadaan. Artinya, seseorang yang berbicara hendaknya berbicara sesuai keadaan hati jernihnya, dan terungkap dengan maksud mengingatkan kepada Allah s.w.t. Kalām juga seyogyanya memberi manfaat (mufīd) bagi para pendengar, baik untuk intelektual maupun spiritualnya. Tak heran mengapa cahaya ahli hikmah selalu mendahului perkataannya, karena kalām apabila keluar dari hati, maka akan mudah…

2-1 Rahasia-rahasia di Balik Kalam – Huruf-huruf Magis

BAB II RAHASIA-RAHASIA DI BALIK KALĀM.   Mushannif (11) kitab al-Ajrumiyyah mengatakan: الْكَلَامُ هُوَ اللَّفْظُ الْمُرَكَّبُ الْمُفِيْدُ بِالْوَضْعِ Kalām adalah susunan kata, yang memberikan manfaat dan diucapkan dengan sadar. Kalām (22) menurut para ahli bahasa adalah susunan kata yang berasal dari ucapan lisan dan perbuatan nyata. Pengujarnya adalah orang yang menyadari posisinya, menunjukkan pada jalan Allah dengan ucapannya, bermanfaat bagi hati pendengarnya. Dapat berupa pengetahuan, cahaya, maupun rahasia-rahasia. Dalam kitab…

Huruf-huruf Magis – Rahasia-rahasia di Balik Basmalah

Bab 1 Rahasia-rahasia di Balik Basmalah بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Dalam kitab asal, penulis tidak membahas hal-hal yang berkaitan dengan basmalah ditinjau dari sisi isyaratnya. Sekarang aku akan membahasnya. Sebuah pernyataan terkenal menyebutkan bahwa ‘semua firman Allah yang tertulis dalam kitab-kitab yang diturunkan-Nya tercakup dalam al-Qur’an. Semua yang ada dalam al-Qur’an tercakup dalam al-Fatihah. Semua yang ada dalam al-Fatihah tercakup dalam basmalah.’ Pernyataan yang lain menambahkan bahwa ‘semua yang ada…

Huruf-huruf Magis – Syaikh Abdul Qadir bin Ahmad al-Kuhaniy

Hu HURUF-HURUF MAGIS Muqaddimah   Sebelum membahas lebih jauh, alangkah baiknya mencermati dua hal penting. Keduanya, dalam hal keindahan dan manfaatnya, bagaikan antimonium (zat hitam mengkilat dalam celak) bagi dua bola mata. Pertama, alasan yang mendorong empati terhadap ilmu bathin. Kedua, jelas, kemampuan mengurai diskursus makna yang tidak dikehendaki pembicara, menurut pemilik mata hati dan pikiran tajam, sungguh merupakan kelebihan yang patut ditempa. Hanya kepada Allah Yang Mahasuci, aku mengharap…

Kalam – Ilmu Nahwu Sistem 24 jam

الْأَجُرُّوْمِيَّةُ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang الْكَلَامُ هُوَ اللَّفْظُ الْمُرَكَّبُ الْمُفِيْدُ بِالْوَضْعِ Kalam adalah lafazh yang tersusun yang berfaedah bagi orang yang dituju. Maksudnya, kalam adalah lafazh yang tersusun yang berfaedah bagi orang yang mendengar atau yang diajak bicara. Kalam, menurut istilah para ahli Ilmu Nahwu, ialah harus memenuhi empat syarat, yaitu: 1. Lafazh, yaitu: فَاللَّفْظُ هُوَ الصَّوْتُ الْمُشْتَمِلُ عَلَى بَعْضِ الْحُرُوْفِ

2-3-2 Wawu Sebagai Pengganti Dhammah – Ilmu Nahwu Tuhfat-us-Saniyah

Wāwu Sebagai Pengganti Dhammah MATAN وَ أَمَّا الْوَاوُ فَتَكُوْنُ عَلَامَةً لِلرَّفْعِ فِيْ مَوْضِعَيْنِ فِيْ جَمْعِ الْمُذَكَّرِ السَّالِمِ وَ فِي الْأَسْمَاءِ الْخَمْسَةِ وَ هِيَ أَبُوْكَ وَ أَخُوْكَ وَ حَمُوْكَ وَ فُوْكَ وَ ذُوْ مَالٍ Adapun huruf wāwu, ia menjadi tanda bagi i‘rāb rafa‘ pada dua tempat yaitu pada jama‘ mudzakkar sālim dan pada asmā’-ul-khamsah, yaitu (أَبُوْكَ), (أَخُوْكَ), (حَمُوْكَ), (فُوْكَ), dan (ذُوْ مَالٍ

2-3-1 Dhammah Sebagai Tanda I‘rāb Rafa‘ – Ilmu Nahwu Tuhfat-us-Saniyah

Dhammah Sebagai Tanda I‘rāb Rafa‘   فَأَمَّا الضَّمَّةُ فَتَكُوْنُ عَلَامَةً لِلرَّفْعِ فِيْ أَرْبَعَةِ مَوَاضِعَ: فِي الْاِسْمِ الْمُفْرَدِ وَ جَمْعِ التَّكْسِيْرِ وَ جَمْعِ الْمُؤَنَّثِ السَّالِمِ وَ الْفِعْلِ الْمُضَارِعِ الَّذِيْ لَمْ يَتَّصِلْ بِآخِرِهِ شَيْءٌ. Dhammah menjadi tanda bagi i‘rāb rafa‘ pada empat tempat, yaitu isim mufrad, jam‘-ut-taksīr, jam‘-ul-mu’annats-is-sālim, dan fi‘il mudhāri‘ yang tidak bersambung dengan sesuatu apa pun di akhirnya. SYARAH Dhammah menjadi tanda bagi rafa‘-nya suatu kata pada empat tempat, yaitu…
Lewat ke baris perkakas