2-4-3 Kasrah Sebagai Pengganti Fathah – Tanda-tanda I‘rab Nashab – Ilmu Nahwu Tuhfat-us-Saniyah

KASRAH SEBAGAI PENGGANTI FATḤAH MATAN وَ أَمَّا الْكَسْرَةُ فَتَكُوْنُ عَلَامَةً لِلنَّصْبِ فِي الْجَمْعِ الْمُؤَنَّثِ السَّالِمِ “Harakat kasrah menjadi tanda nashab bagi jama‘ mu’annats sālim.” SYARAH Anda telah mengetahui definisi jama‘ mu’annats sālim pada pembahasan sebelumnya. Kami akan menerangkan kepada anda bahwa anda dapat menyatakan bentuk jama‘ ini berkedudukan manshūb/nashab dengan keberadaan harakat kasrah pada akhirnya, seperti pada contoh berikut: (إِنَّ الْفَتَيَاتِ الْمُهَذَّبَاتِ يُدْرِكْنَ الْمَجْدَ) – Sesungguhnya para remaja…

2-4-2 Alif Sebagai Pengganti Fathah – Tanda-tanda I‘rab Nashab – Ilmu Nahwu Tuhfat-us-Saniyah

ALIF SEBAGAI PENGGANTI FATḤAH MATAN وَ أَمَّا الْأَلِفُ فَتَكُوْنُ عَلَامَةً لِلنَّصْبِ فِي الْأَسْمَاءِ الْخَمْسَةِ نَحْوُ رَأَيْتُ أَبَاكَ وَ أَخَاكَ وَ مَا أَشْبَهَ ذلِكَ “Adapun alif menjadi tanda nashab bagi asmā’-ul-khamsah, seperti kalimat “Saya melihat ayah dan saudara laki-lakimu.” SYARAH Anda telah mengetahui definisi asmā’-ul-khamsah dan telah mengetahui pula tanda i‘rāb-nya, yaitu dengan huruf wāwu dalam keadaan rafa‘, dengan huruf alif dalam keadaan nashab, dan dengan huruf yā’ dalam keadaan jarr.…

2-4-0&1 Fathah & Letak-Letaknya – Tanda-tanda I‘rab Nashab – Ilmu Nahwu Tuhfat-us-Saniyah

TANDA-TANDA I‘RĀB NASHAB MATAN وَ لِلنَّصْبِ خَمْسُ عَلَامَاتٍ الْفَتْحَةُ وَ الْأَلِفُ وَ الْكَسْرَةُ وَ الْيَاءُ وَ حَذْفُ النُّوْنِ I‘rab nashab memiliki 5 tanda, yaitu: fatḥah, alif, kasrah, yā’ dan hadzfun nūn (membuang huruf nūn). SYARAH Anda dapat menghukumi bahwa suatu kata adalah manshūb (dibaca nashab) jika anda menemukan salah satu dari 5 tanda (tersebut) di atas pada akhir sebuah kata. Satu di antaranya adalah tanda asli i‘rāb nashab yaitu fatḥah,…

2-3-3 Nun Sebagai Pengganti Dhammah – Ilmu Nahwu Tuhfat-us-Saniyah

Nūn Sebagai Pengganti Dhammah MATAN وَ أمَّا النُّوْنُ فَتَكُوْنُ عَلَامَةً لِلرَّفْعِ فِي الْفِعْلِ الْمُضَارِعِ إِذَا اتَّصَلَ بِهِ ضَمِيْرُ تَثْنِيَةٍ أَوْ ضَمِيْرُ جَمْعٍ أَوْ ضَمِيْرُ الْمُؤَنَّثَةِ الْمُخَاطَبَةِ “Adapun nūn menjadi tanda i‘rāb rafa‘ pada fi‘il mudhāri‘ yang bersambung dengan dhamīr tatsniyah atau dhamīr jama‘ atau dhamīr mu’annats mukhāthabah.” SYARAH Nūn menjadi tanda bahwa kata itu marfū‘ pada satu tempat yaitu pada fi‘il mudhāri‘ yang disandarkan pada alif itsnain, wāwu jamā‘ah, atau…

4-2-4 Rahasia di Balik Ya’ – Huruf-huruf Magis

Rahasia di Balik Yā’ وَ أَمَّا الْيَاءُ فَتَكُوْنُ عَلَامَةً لِلنَّصْبِ فِي التَّثْنِيَةِ وَ الْجَمْعِ Yā’ menjadi tanda bagi i‘rāb nashab dalam isim tatsniyah dan jam‘ (ul-mudzakkar-is-sālim). Yā’-ul-yaqīn dan thuma’ninah (keyakinan dan ketenangan) menandai ketegaran dan tawajjuh (kecenderungan) seorang hamba kepada Tuhannya dalam: Pertama, isim tatsniyah; yaitu memadukan syariat dan hakikat. Kita bisa mengetahui kesempurnaan dan kebenaran tawajjuh-nya dengan melihat aspek lahirnya yang bertumpu pada syariat dan aspek bathinnya yang dicerahkan…

4-2-3 Rahasia di Balik Kasrah – Huruf-huruf Magis

Rahasia di Balik Kasrah وَ أَمَّا الْكَسْرَةُ فَتَكُوْنُ عَلَامَةً لِلنَّصْبِ فِي الْجَمْعِ الْمُؤَنَّثِ السَّالِمِ Kasrah menjadi tanda bagi i‘rāb nashab dalam jam‘-ul-mu’annats-is-sālim. Kasrah berarti kehinaan dan kesalahan. Kasrah menandai ketuhanan (nashab) hamba untuk mengarahkan “wajah”nya menuju tawajjuh, tanpa membahayakan dan melemahkan langkah perjalanannya. Kasrah, bahkan, menguatkan kesadaran akan ketidakberdayaan dan kegelisahan dalam jam‘-ul-mu’annats-is-sālim. Yakni, ketika kehinaan dan kesalahan tersebut mendorong tabiatnya untuk memiliki kecenderungan pada perempuan. Kemudia dia bisa selamat…

4-2-2 Rahasia di Balik Alif – Huruf-huruf Magis

Rahasia di Balik Alif وَ أَمَّا الْأَلِفُ فَتَكُوْنُ عَلَامَةً لِلنَّصْبِ فِي الْأَسْمَاءِ الْخَمْسَةِ نَحْوُ رَأَيْتُ أَبَاكَ وَ أَخَاكَ وَ مَا أَشْبَهَ ذلِكَ Alif menjadi tanda bagi i‘rāb nashab dalam isim lima (al-asmā’-ul-khamsah), seperti ra’aitu abāka wa akhāka (aku melihat ayahmu dan saudara laki-lakimu), dan contoh-contoh lain yang serupa. Alif-ul-waḥdah, jika sudah nyata dalam diri murid dan menjadi kukuh karenanya, merupakan tanda nashab (kepemilikan kapasitas) untuk menjadi guru dan memberikan peringatan…

4-2-1 Rahasia di Balik Fathah – Huruf-huruf Magis

Rahasia di Balik Fatḥah وَ أَمَّا الْفَتْحَةُ فَتَكُوْنُ عَلَامَةً لِلنَّصْبِ فِيْ ثَلَاثَةِ مَوَاضِعَ فِي الْاِسْمِ الْمُفْرَدِ وَ جَمْعِ التَّكْسِيْرِ وَ الْفِعْلِ الْمُضَارِعِ إِذَا دَخَلَ عَلَيْهِ نَاصِبٌ وَ لَمْ يَتَّصِلْ بِآخِرِهِ شَيْءٌ Fatḥah menjadi tanda bagi i‘rāb nashab dalam tiga tempat, yaitu isim mufrad, jama‘ taksīr, dan fi‘il mudhāri‘ yang ḥurūf akhirnya tidak bertemu dengan sesuatu, ketika ada ‘āmil nāshib (yang berfungsi me-nashab-kan) memasukinya. Sebagaimana telah dikatakan: Pencapaian fatḥah (pencerahan) yang…

4-2-0 Rahasia di Balik Tanda-tanda I‘rab Nashab – Huruf-huruf Magis

Rahasia di Balik Tanda-tanda I‘rāb Nashab وَ لِلنَّصْبِ خَمْسُ عَلَامَاتٍ الْفَتْحَةُ وَ الْأَلِفُ وَ الْكَسْرَةُ وَ الْيَاءُ وَ حَذْفُ النُّوْنِ I‘rāb nashab memiliki lima tanda, yaitu fatḥah, alif, kasrah, yā’, dan membuang nūn. Perjuangan hamba untuk tetap tegar dalam mengikuti perputaran arus takdir dalam maqam ridha dicirikan oleh lima tanda, yaitu: Pertama, Fatḥah; keterbukaan hatinya untuk mengetahui al-Ḥaqq. Karena sungguh, orang yang mengenal al-Ḥaqq akan ridha atas aturan hukum-hukumNya. Sedangkan…