4-3-1 Rahasia di Balik Kasrah – Huruf-huruf Magis

Rahasia di Balik Kasrah فَأَمَّا الْكَسْرَةُ فَتَكُوْنُ عَلَامَةً لِلْخَفْضِ فِيْ ثَلَاثَةِ مَوَاضِعَ فِي الْاِسْمِ الْمُفْرَدِ الْمُنْصَرِفِ وَ جَمْعِ التَّكْسِيْرِ الْمُنْصَرِفِ وَ جَمْعِ الْمُؤَنَّثِ السَّالِمِ Kasrah menjadi tanda bagi i‘rāb khafadh dalam tiga tempat, yaitu isim mufrad yang munsharif, jama‘ taksīr yang munsharif, dan jam‘-ul-mu’annats-is-sālim. Ketidakberdayaan diri menandai tawādhu‘ hakiki dalam tiga tempat: Pertama, sibuk dengan zikir kepada Allah. Zikir paling agung adalah zikir dengan nama mufrad (tunggal), Allah. Sebab nama…

4-3-0 Rahasia di Balik Tanda-tanda I‘rab Khafadh – Huruf-huruf Magis

Rahasia di Balik Tanda-tanda I‘rāb Khafadh وَ لِلْخَفْضِ ثَلَاثُ عَلَامَاتٍ الْكَسْرَةُ وَ الْيَاءُ وَ الْفَتْحَةُ I‘rāb khafadh memiliki tiga tanda, yaitu kasrah, yā’ dan fatḥah. Kehinaan dan kerendahan hati seorang hamba dicirikan oleh tiga hal: Pertama, inkisār, rasa ketidakberdayaan diri di hadapan Tuhan, selamanya. Karena sifat Maha Berwibawa-Nya dan mengagungkan-Nya, di hadapan hamba-Nya karena tawādhu‘ dan di hadapan para wali-Nya karena ta’zhīm. Kedua, kehakikiannya dengan yā’-un-nisbah. Yaitu, menggolongkan diri dalam…

4-2-5 Rahasia di Balik Membuang Nun – Huruf-huruf Magis

Rahasia di Balik Membuang Nūn وَ أَمَّا حَذْفُ النُّوْنِ فَيَكُوْنُ عَلَامَةً لِلنَّصْبِ فِي الْأَفْعَالِ الْخَمْسَةِ الَّتِيْ رَفْعُهَا بِثَبَاتِ النُّوْنِ Membuang nūn menjadi tanda bagi i‘rāb nashab dalam al-af‘āl-ul-khamsah (fi‘il lima) yang rafa‘nya ditandai dengan tetapnya nūn. Membuang nūn-ul-anāniyyah (maqam fanā’) adalah dengan jalan keluar menuju kehakikian identitas pribadi (huwiyyah) dalam maqam baqa’. Sebelumnya telah dijelaskan, jika orang yang sedang fanā’ berkata: “Hanya Aku,” orang yang berada dalam maqām baqā’ berkata:…

2-4-5 Hadzfun Nun (Membuang Nun) Sebagai Pengganti Fathah – Tanda-tanda I‘rab Nashab – Ilmu Nahwu Tuhfat-us-Saniyah

HADZFUN NŪN (MEMBUANG NŪN) SEBAGAI PENGGANTI FATḤAH MATAN وَ أَمَّا حَذْفُ النُّوْنِ فَيَكُوْنُ عَلَامَةً لِلنَّصْبِ فِي الْأَفْعَالِ الْخَمْسَةِ الَّتِيْ رَفْعُهَا بِثَبَاتِ النُّوْنِ “Hadzfun nūn (membuang huruf nūn) menjadi tanda i‘rāb nashab pada af‘āl-ul-khamsah, yang mana tanda rafa‘-nya dengan tsubūtun nūn (tetapnya huruf nūn).” SYARAH Anda telah mengetahui dari pembahasan yang telah lewat – definisi af‘āl-ul-khamsah-, sekarang kami akan menjelaskan bahwa anda dapat mengetahui kedudukan nashab kata tersebut jika anda menjumpai…

2-4-4 Ya’ Sebagai Pengganti Fathah – Tanda-tanda I‘rab Nashab – Ilmu Nahwu Tuhfat-us-Saniyah

YĀ’ SEBAGAI PENGGANTI FATḤAH MATAN وَ أَمَّا الْيَاءُ فَتَكُوْنُ عَلَامَةً لِلنَّصْبِ فِي التَّثْنِيَةِ وَ الْجَمْعِ “Huruf yā’ menjadi tanda nashab pada isim mutsannā dan jama‘ mudzakkar sālim.” SYARAH Anda telah mengetahui definisi mutsannā dan jama‘ mudzakkar sālim pada pembahasan sebelumnya. Kami akan menerangkan kepada anda bahwa anda dapat mengenal bentuk nashab kedua isim tersebut dengan keberadaan huruf yā’ pada akhir kata. Untuk membedakan keduanya anda tinggal mencermati penjelasan berikut. Pada…

2-4-3 Kasrah Sebagai Pengganti Fathah – Tanda-tanda I‘rab Nashab – Ilmu Nahwu Tuhfat-us-Saniyah

KASRAH SEBAGAI PENGGANTI FATḤAH MATAN وَ أَمَّا الْكَسْرَةُ فَتَكُوْنُ عَلَامَةً لِلنَّصْبِ فِي الْجَمْعِ الْمُؤَنَّثِ السَّالِمِ “Harakat kasrah menjadi tanda nashab bagi jama‘ mu’annats sālim.” SYARAH Anda telah mengetahui definisi jama‘ mu’annats sālim pada pembahasan sebelumnya. Kami akan menerangkan kepada anda bahwa anda dapat menyatakan bentuk jama‘ ini berkedudukan manshūb/nashab dengan keberadaan harakat kasrah pada akhirnya, seperti pada contoh berikut: (إِنَّ الْفَتَيَاتِ الْمُهَذَّبَاتِ يُدْرِكْنَ الْمَجْدَ) – Sesungguhnya para remaja…

2-4-2 Alif Sebagai Pengganti Fathah – Tanda-tanda I‘rab Nashab – Ilmu Nahwu Tuhfat-us-Saniyah

ALIF SEBAGAI PENGGANTI FATḤAH MATAN وَ أَمَّا الْأَلِفُ فَتَكُوْنُ عَلَامَةً لِلنَّصْبِ فِي الْأَسْمَاءِ الْخَمْسَةِ نَحْوُ رَأَيْتُ أَبَاكَ وَ أَخَاكَ وَ مَا أَشْبَهَ ذلِكَ “Adapun alif menjadi tanda nashab bagi asmā’-ul-khamsah, seperti kalimat “Saya melihat ayah dan saudara laki-lakimu.” SYARAH Anda telah mengetahui definisi asmā’-ul-khamsah dan telah mengetahui pula tanda i‘rāb-nya, yaitu dengan huruf wāwu dalam keadaan rafa‘, dengan huruf alif dalam keadaan nashab, dan dengan huruf yā’ dalam keadaan jarr.…

2-4-0&1 Fathah & Letak-Letaknya – Tanda-tanda I‘rab Nashab – Ilmu Nahwu Tuhfat-us-Saniyah

TANDA-TANDA I‘RĀB NASHAB MATAN وَ لِلنَّصْبِ خَمْسُ عَلَامَاتٍ الْفَتْحَةُ وَ الْأَلِفُ وَ الْكَسْرَةُ وَ الْيَاءُ وَ حَذْفُ النُّوْنِ I‘rab nashab memiliki 5 tanda, yaitu: fatḥah, alif, kasrah, yā’ dan hadzfun nūn (membuang huruf nūn). SYARAH Anda dapat menghukumi bahwa suatu kata adalah manshūb (dibaca nashab) jika anda menemukan salah satu dari 5 tanda (tersebut) di atas pada akhir sebuah kata. Satu di antaranya adalah tanda asli i‘rāb nashab yaitu fatḥah,…

2-3-3 Nun Sebagai Pengganti Dhammah – Ilmu Nahwu Tuhfat-us-Saniyah

Nūn Sebagai Pengganti Dhammah MATAN وَ أمَّا النُّوْنُ فَتَكُوْنُ عَلَامَةً لِلرَّفْعِ فِي الْفِعْلِ الْمُضَارِعِ إِذَا اتَّصَلَ بِهِ ضَمِيْرُ تَثْنِيَةٍ أَوْ ضَمِيْرُ جَمْعٍ أَوْ ضَمِيْرُ الْمُؤَنَّثَةِ الْمُخَاطَبَةِ “Adapun nūn menjadi tanda i‘rāb rafa‘ pada fi‘il mudhāri‘ yang bersambung dengan dhamīr tatsniyah atau dhamīr jama‘ atau dhamīr mu’annats mukhāthabah.” SYARAH Nūn menjadi tanda bahwa kata itu marfū‘ pada satu tempat yaitu pada fi‘il mudhāri‘ yang disandarkan pada alif itsnain, wāwu jamā‘ah, atau…
Lewat ke baris perkakas