01-4 Thariqah dalam al-Qur’an dan Hadits – Sabil-us-Salikin

Tharīqah dalam al-Qur’ān dan Hadits Tharīqah adalah jalan yang dilalui oleh orang sufi dalam perjalanannya menuju Tuhan. Tharīqah digambarkan sebagai jalan yang berpangkal pada syarī‘ah, sebab jalan utama disebut syari‘ sedangkan anak jalan disebut tharīq. Kata ini terambil dari kata tharq yang di antara maknanya adalah “mengetuk” seperti dalam ungkapan tharq-ul-bāb yang berarti “mengetuk pintu”. Oleh karena itu, cara beribadah seorang sufi disebut tharīqah karena ia selalu mengetuk pintu hatinya…

01-3 Tashawwuf dalam Konteks Keilmuan Islam – Sabil-us-Salikin

Tashawwuf dalam Konteks Keilmuan Islam Prof. Dr. H. S.S. Kadirun Yaḥyā Al-Khālidī menyatakan, tashawwuf adalah “saudara kembar” fikih. Fikih pada hakikatnya merupakan formulasi lebih lanjut dari konsep Islam, sementara tashawwuf merupakan perwujudan kongkret dari konsep iḥsān. Dua konsep ini tercetus bersama-sama dengan konsep iman (diformulasikan lebih jauh dalam ilmu kalam). Konsep iman itu tampak dalam dialog antara Jibrīl a.s. dan Nabi s.a.w., sebagaimana dikemukakan dalam hadits Abū Hurairah yang sangat…

01-2 Pengertian Tashawwuf – Sabil-us-Salikin

Benarkah tashawwuf dan tharīqah itu bid‘ah? Pengertian Tashawwuf Banyak sekali definisi tashawwuf yang telah dikemukakan, dan masing-masing berusaha menggambarkan apa yang dimaksud dengan tashawwuf. Tetapi pada umumnya definisi yang dikemukakan hanya menyentuh sebagian dari keseluruhan bangunan tashawwuf yang begitu besar dan luas. Definisi-definisi yang dikemukakan sama dengan yang dilakukan empat orang buta, dalam kisah Rumi, ketika mereka menggambarkan bentuk gajah. Masing-masing menggambarkan bentuk gajah sesuai dengan bagian tubuh yang disentuhnya.…

003,4,5 Orang ‘Arif Tidak Mencampuri Urusan Allah – Syarah al-Hikam – asy-Syarqawi

Orang ‘Ārif Tidak Mencampuri Urusan Allah.   3. سَوَابِقُ الْهِمَمِ لَا تَحْرِقُ أَسْرَارَ الْأَقْدَارِ. Tekad yang kuat takkan mampu menembus dinding takdir. – Ibnu ‘Athā’illāh al-Iskandarī –   Tekad adalah kekuatan jiwa yang bisa memengaruhi segala sesuatu. Orang-orang sufi menyebutnya dengan himmah. Tekad ini takkan berpengaruh apa-apa, kecuali dengan takdir dan ketentuan Allah. Hikmah di atas menguatkan hikmah sebelum dan sesudahnya. Seakan Ibnu ‘Athā’illāh ingin menyatakan bahwa keinginanmu tidak akan…

01-1 Pendahuluan – Sabil-us-Salikin

BAB 1 PENDAHULUAN ISLAM, TASHAWWUF DAN THARĪQAH Pendahuluan Banyak yang beranggapan bahwa aliran tashawwuf dalam Islam lahir karena pengaruh dari luar. Anggapan itu mencuat karena tashawwuf muncul dalam Islam sesudah umat Islam mempunyai kontak dengan agama Kristen, filsafat Yunani, juga agama Hindu dan Budha. Ada yang mengatakan bahwa pengaruhnya datang dari rahib-rahib Kristen yang mengasingkan diri untuk beribadat dan mendekatkan diri kepada Tuhan di gurun pasir Arabia. Tempat mereka menjadi…

10 Keutamaan ‘Uzlah – Mutu Manikam dari Kitab al-Hikam

BAB 10 Penjelasan Tentang KEUTAMAAN ‘UZLAH   12. مَا نَفَعَ الْقَلْبَ شَيْئٌ مِثْلَ عُزْلَةٍ يَدْخُلُ بِهَا مِيْدَانُ فِكْرَةٍ “Tak ada sesuatu yang lebih bermanfaat atas hati sebagaimana ‘uzlah, sebab dengan memasuki ‘uzlah alam pemikiran kita akan menjadi lapang.” ‘Uzlah artinya mengasingkan diri dari dunia ramai, masuk ke dunia kesendirian, dengan tujuan menghidupkan jiwa dan mensucikan pikiran dari pengaruh yang merusak. Dengan ‘uzlah akan memperkuat pikiran sehat, menerangi logika dengan sinar…

09 Ber’amal Agar Termasyhur – Mutu Manikam dari Kitab al-Hikam

BAB 9 Penjelasan Tentang BER-‘AMAL AGAR TERMASYHUR   11. اِدْفِنْ وُجُوْدَكَ فِيْ أَرْضِ الْخُمُوْلِ فَمَا نَبَتَ مِمَّا لَمْ يُدْفَنْ لَا يَتِمَّ نَتَائِجُهُ “Tanamlah wujūd dirinya pada tanah yang dalam, karena tidak akan tumbuh suatu tanaman pun, apabila ia tidak ditanam.” Syaikh Aḥmad ‘Athā’illāh mengingatkan: “Tidak ada ‘amal perbuatan yang lebih berbahaya dari keinginan ber-‘amal agar termasyhur. Karena perbuatan itu walaupun demi untuk kebaikan namamu, akan tetapi bertolak sebagai ‘amal yang…

08 Ruh ‘Amal Itu Adalah Ikhlash – Mutu Manikam dari Kitab al-Hikam

BAB 8 Penjelasan Tentang RŪḤ ‘AMAL ITU ADALAH IKHLĀSH   8. تَنَوَّعَتْ أَجْنَاسُ الْأَعْمَالِ لَتَنَوُّعِ وَارِدَاتِ الْأَحْوَالِ 9. اَلْأَعْمَالُ صُوَرٌ قَائِمَةٌ وَ أَرْوَاحُهَا وُجُوْدُ سِرِّ الْإِخْلاَصِ فِيْهَا “Ada beraneka ragam jenis ‘amal menurut situasi dan kondisi yang masuk ke dalam hati manusia. Kerangkanya adalah perbuatan yang jelas, sedangkan ruhnya adalah ikhlas.” Tanda dari semua kemakrifatan dan sifat al-iḥsān kepada Allah tidak lain adalah tekun dan rajin beribadah. Itu semua dilaksanakan…

07 Ma’rifat Kepada Allah – Mutu Manikam dari Kitab al-Hikam

BAB 7 Penjelasan Tentang MA‘RIFAT KEPADA ALLAH 8. إِذَا فَتَحَ لَكَ وِجْهَةً مِنَ التَّعَرُّفِ فَلَا تُبَالِ مَعَهَا إِنْ قَلَّ عَمَلُكَ فَإِنَّهُ مَا فَتَحَهَا لَكَ إِلَّا وَ هُوَ يُرِيْدُ أَنْ يَتَعَرَّفَ إِلَيْكَ أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ التَّعَرُّفَ هُوَ مُوْرِدُهُ عَلَيْكَ وَ الْأَعْمَالُ أَنْتَ مُهْدِيهَا إِلَيْهِ وَ أَيْنَ مَا تُهْدِيْهِ إِلَيْهِ مِمَّا هُوَ مُوْرِدُهُ عَلَيْكَ “Apabila Allah s.w.t. telah membukakan pintu makrifat untuk seorang hamba, karena dengan makrifat Allah itu, engkau tidak perlu…

06 Penundaan Terkabulnya Doa – Mutu Manikam dari Kitab al-Hikam

BAB 6 Penjelasan Tentang PENUNDAAN TERKABULNYA DOA   6. لَا يَكُنْ تَأَخُّرُ أَمَدِ الْعَطَاءِ مَعَ الْاِلْحَاحِ فِي الدُّعَاءِ مُوْجِبًا لِيَأْسِكَ فَهُوَ ضَمِنَ لَكَ الْإِجَابَةَ فِيْمَا يَخْتَارُهُ لَكَ لَا فِيْمَا تَخْتَارُ لِنَفْسِكَ وَ فِي الْوَقْتِ الَّذِيْ يُرِيْدُ لَا فِي الْوَقْتِ الَّذِيْ تُرِيْدُ “Belum terkabulnya doa si hamba, setelah berusaha berulang-ulang berdoa penuh harapan, jangan sampai berputus asa, karena belum terkabulnya doa kita. Sebab Allah s.w.t. telah memberi jaminan diterimanya doa setiap…
Lewat ke baris perkakas