Persahabatan Dan Orang Yang Pantas Dijadikan Sahabat – Syarah al-Hikam – asy-Syarqawi

Persahabatan Dan Orang Yang Pantas Dijadikan Sahabat.   45. لَا تَصْحَبْ مَنْ لَا يُنْهِضُكَ حَالُهُ وَ لَا يَدُلُّكَ عَلَى اللهِ مَقَالُهُ Jangan kau temani orang yang keadaannya tidak membuatmu bersemangat dan ucapannya tidak membimbingmu ke jalan Allah. – Ibnu ‘Athā’illāh al-Iskandarī –   Seorang murīd dilarang berteman dengan orang semacam itu sekalipun orang itu adalah ahli ibadah atau ahli zuhud karena dianggap tidak ada gunanya. Sebaliknya, kau disarankan berteman dengan…

Setiap Perkara Yang Menimpa Manusia Ditujukan Agar Manusia Bersandar Kepada Allah – Syarah al-Hikam – asy-Syarqawi

Setiap Perkara Yang Menimpa Manusia Ditujukan Agar Manusia Bersandar Kepada Allah.   .40 لَا تَرْفَعَنَّ إِلَى غَيْرِهِ حَاجَةً هُوَ مُوْرِدُهَا عَلَيْكَ فَكَيْفَ يَرْفَعُ غَيْرَهُ مَا كَانَ هُوَ لَهُ وَاضِعًا مَنْ لَا يَسْتَطِيْعُ أَنْ يَرْفَعَ حَاجَةً عَنْ نَفْسِهِ فَكَيْفَ يْسْتَطِيْعُ أَنْ يَكُوْنَ لَهَا عَنْ غَيْرِهِ رَافِعًا Jangan mengadukan musibah kepada selain Allah. Karena Allah semata yang menurunkannya. Bagaimana mungkin selain Allah dapat mengangkat musibah yang telah ditetapkan-Nya? Bagaimana mungkin orang yang…

Pangkal Setiap Kelalaian Dan Maksiat Adalah Merasa Puas Diri – Syarah al-Hikam – asy-Syarqawi

Pangkal Setiap Kelalaian Dan Maksiat Adalah Merasa Puas Diri.   35. أَصْلُ كُلِّ مَعْصِيَةٍ وَ غَفْلَةٍ وَ شَهْوَةٍ الرِّضَا عَنِ النَّفْسِ وَ أَصْلُ كُلِّ طَاعَةٍ وَ يَقَظَةٍ وَ عِفَّةٍ عَدَمُ الرِّضَا مِنْكَ عَنْهَا. Pangkal segala maksiat, kelalaian, dan syahwat adalah sikap puas terhadap keadaan diri sendiri. Pangkal segala ketaatan, kesadaran, dan kesucian adalah sikap tidak puas dengan keadaan diri sendiri. – Ibnu ‘Atha’illah al-Iskandari –   Maksiat berarti menentang semua…

Perintah Agama Tentang Sifat-Sifat Manusia – Syarah al-Hikam – asy-Syarqawi

Perintah Agama Tentang Sifat-Sifat Manusia.   34. أُخْرُجْ مِنْ أَوْصَافِ بَشَرِيَّتِكَ عَنْ كُلِّ وَصْفٍ مُنَاقِضٍ لِعُبُوْدِيَّتِكَ لِتَكُوْنَ لِنِدَاءِ الْحَقِّ مُجِيْبًا وَ مِنْ حَضْرَتِهِ قَرِيْبًا Keluarkanlah sifat-sifat kemanusiaanmu yang bertentangan dengan kehambaanmu agar kau mudah menyambut panggilan Yang Ḥaqq (Allah) dan dekat dengan-Nya. – Ibnu ‘Athā’illāh al-Iskandarī –   Keluarkanlah dari dirimu sifat-sifat kemanusiaan yang tercela dengan riyādhah dan mujāhadah; baik itu sifat-sifat tercela yang lahir (seperti suka melakukan gibah, mengadu…

Tidak Ada Sesuatupun Yang Menghijabi Allah, Manusialah Yang Terhijab Dari Allah – Syarah al-Hikam – asy-Syarqawi

Tidak Ada Sesuatupun Yang Menghijabi Allah, Manusialah Yang Terhijab Dari Allah.   33. الْحَقُّ لَيْسَ بِمَحْجُوْبٍ وَ إِنَّمَا الْمَحْجُوْبُ أَنْتَ عَنِ النَّظَرِ إِلَيْهِ إِذْ لَوْ حَجَبَهُ شَيْءٌ لَسَتَرَهُ مَا حَجَبَهُ وَ لَوْ كَانَ لَهُ سَاتِرٌ لَكَانَ لِوُجُوْدِهِ حَاصِرٌ وَ كُلُّ حَاصِرٍ لِشَيْءٍ فَهُوَ لَهُ قَاهِرٌ: وَ هُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ Yang Maha Ḥaqq (Allah) tidaklah terhijab. Yang terhijab adalah pandanganmu sehingga kau tak bisa melihat-Nya karena jika Dia dikatakan terhijab,…

Perbedaan Antara Salik dan Washil – Syarah al-Hikam – asy-Syarqawi

Perbedaan Sālik Yang Diterangi Cahaya Tawajjuh Dan Wāshil Yang Didatangi Cahaya-Cahaya Muwājahah.   30. لِيُنْفِقْ ذُوْ سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ الْوَاصِلُوْنَ إِلَيْهِ وَ مَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ السَّائِرُوْنَ إِلَيْهِ “Hendaklah orang yang diberi keluasan rezeki (yaitu orang yang telah sampai kepada Allah) memberi nafkah menurut kemampuannya.” (ath-Thalāq [65]: 7). Dan orang yang disempitkan rezekinya (yaitu orang yang tengah menuju Allah) hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya.” – Ibnu…

Menjadikan Allah Sebagai Bukti Keberadaan Allah – Syarah al-Hikam – asy-Syarqawi

Perbedaan Orang Yang Menjadikan Allah Sebagai Bukti Keberadaan Allah dan Orang Yang Menjadikan Alam Sebagai Bukti Keberadaan Allah.   29. شَتَّانَ بَيْنَ مَنْ يَسْتَدِلُّ عَلَيْهِ: الْمُسْتَدِلُّ بِهِ عَرَفَ الْحَقَّ لِأَهْلِهِ؛ فَأَثْبَتَ الْأَمْرَ مِنْ وُجُوْدِ أَصْلِهِ، وَ الْاِسْتِدْلَالُ عَلَيْهِ مِنْ عَدَمِ الْوُصُوْلِ إِلَيْهِ وَ إِلَّا فَمَتَى غَابَ حَتَّى يُسْتَدَلَّ عَلَيْهِ وَ مَتَى بَعُدَ حَتَّى تَكُوْنَ الْآثَارُ هِيَ الَّتِيْ تُوْصِلُ إِلَيْهِ. Betapa jauh bedanya antara orang yang berdalil bahwa adanya Allah menunjukkan…

Apa Yang Disembunyikan Hati Akan Terlihat Jejaknya Di Wajah – Syarah al-Hikam – asy-Syarqawi

Apa Yang Disembunyikan Hati Akan Terlihat Jejaknya Di Wajah.   28. مَا اسْتُوْدِعَ فِيْ غَيْبِ السَّرَائِرِ ظَهَرَ فِيْ شَهَادَةِ الظَّوَاهِرِ Apa yang tersimpan di kedalaman batin akan tampak pada penampilan lahir. – Ibnu ‘Athā’illāh al-Iskandarī –   Makrifat dan Cahaya Ilahi yang ditetapkan Allah di dalam hati seseorang pasti akan muncul pada penampilan lahirnya, pada wajah dan anggota tubuh lainnya. Ini adalah tanda untuk mengenali keadaan seorang murīd menuju Allah,…

Empat Sikap Perilaku Hamba Saat Berhubungan dengan-Nya – Syarah al-Hikam – asy-Syarqawi

Empat Sikap Perilaku Hamba Saat Berhubungan dengan-Nya.   21. طَلَبُكَ مِنْهُ اتِّهَامٌ لَهُ وَ طَلَبُكَ لَهُ غَيْبَةٌ عَنْهُ مِنْكَ وَ طَلَبُكَ لِغَيْرِهِ لِقِلَّةِ حَيَائِكَ مِنْهُ وَ طَلَبُكَ مِنْ غَيْرِهِ لِوُجُوْدِ بُعْدِكَ عَنْهُ Meminta kepada Allah berarti menuduh-Nya. Mencari Allah berarti menggibah-Nya. Mencari selain Allah pertanda tak punya malu kepada-Nya dan meminta kepada selain Allah pertanda jauh dari-Nya. – Ibnu ‘Athā’illāh al-Iskandarī –   Dalam perjalanannya menuju Allah, seorang murīd harus…

Rahasia Ilahi Bukanlah Tujuan Utama Orang ‘Arif – Syarah al-Hikam – asy-Syarqawi

Rahasia Ilahi Bukanlah Tujuan Utama Orang ‘Ārif.   20 مَا أَرَادَتْ هِمَّةُ سَالِكٍ أَنْ تَقِفَ عِنْدَ مَا كُشِفَ لَهَا إِلَّا وَ نَادَتْهُ هَوَاتِفُ الْحَقِيْقَةِ الَّذِيْ تَطْلُبُ أَمَامَكَ وَ لَا تَبَرَّجَتْ ظَوَاهِرُ الْكَوَّنَاتِ إِلَّا وَ نَادَتْكَ حَقَائِقُهَا: إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ Di satu tekad seorang sālik ingin berhenti pada apa yang tersingkap baginya, suara-suara hakikat pun memperingatkannya: “Yang kau cari ada di depanmu!” Dan di saat pesona alam tampak menggoda,…