Hati Senang

01-0 Prinsip-prinsip Tauhid Dalam Pandangan Kaum Sufi – Risalah Qusyairiyah

BAB I PRINSIP-PRINSIP TAUHID DALAM PANDANGAN KAUM SUFI   Ketahuilah, para syaikh golongan sufi telah membangun kaidah-kaidah mereka di atas prinsip tauhid yang shaḥīḥ. Mereka telah membuat kaidah ini jauh dari bid‘ah, relevan dengan ajaran tauhid yang telah diwariskan oleh generasi Salaf dan Ahl-us-Sunnah. Tak ada rekayasa atau penyimpangan di dalamnya. Mereka mengetahui yang menjadi Hak Allah, dan mereka telah membuktikan hal-hal yang menjadi predikat Wujud, dari segala yang tiada.…

004 Bab 4 – Qaum Shufi & Tingkatannya – Al Luma’

BĀB IV QAUM SHŪFĪ DAN TINGKATANNYA, CIRI-CIRI KE‘ILMUAN DAN PERBUATANNYA, SERTA BERBAGAI KEUTAMAAN DAN KARAKTERISTIK MULIA YANG KHUSHŪSH BAGI MEREKA   Syekh Abū Nashr as-Sarrāj – raḥimahullāh – berkata: Tingkatan-tingkatan qaum Shūfī juga sama dengan tingkatan para ahli Ḥadīts dan ahli Fiqih dalam keimānan dan ‘aqīdah mereka. Qaum Shūfī juga bisa menerima ‘ilmu mereka dan tidak berbeda dalam ma‘nā dan pengertian serta ciri-ciri mereka, apabila mereka berusaha menghindari hal-hal bid‘ah…

003 Bab 3 – Tingkatan Para Ahli Fiqih – Al Luma’

BĀB III TINGKATAN PARA AHLI FIQIH DAN SPESIALISASI MEREKA DENGAN MENYANDANG BERBAGAI KE‘ILMUAN   Syekh Abū Nashr as-Sarrāj – raḥimahullāh – berkata: Ada pun tingkatan para ahli fiqih (fuqahā’) sebenarnya mereka mengungguli kelompok ahli Ḥadīts, karena mereka bisa menerima ‘ilmu-‘ilmu yang dimiliki para ahli Ḥadīts, di mana mereka sama dengan ahli Ḥadīts dalam berbagai ma‘nā ke‘ilmuan dan ciri mereka. Namun mereka memiliki ciri khusus dalam memahami dan penggalian (istinbāth) hukum…

002 Bab 2 – Ciri Ahli Hadits – Al Luma’

BĀB II CIRI AHLI ḤADĪTS, GAMBARAN MEREKA DALAM MENGAMBIL DAN MENGETAHUI ḤADĪTS SERTA SPESIALISASI MEREKA DALAM DISIPLIN ‘ILMU ḤADĪTS   Syekh Abū Nashr as-Sarrāj – raḥimahullāh – berkata: Adapun para ahli Ḥadīts, mereka sangat bergantung pada lahiriah Ḥadīts-ḥadīts Rasūlullāh s.a.w. Mereka mengatakan, bahwa ini (Ḥadīts) adalah asas agama, karena Allah s.w.t. berfirman dalam al-Qur’ān: وَ مَا آتَاكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَ مَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوْا الحشر:7 “Apa yang diberikan rasūl kepadamu…

1-3 Tahapan Ilmu – Minhaj-ul-Abidin | Bagian 3

BAB I TAHAPAN ILMU (Bagian 3 dari 3)   Diriwayatkan bahwa Allah s.w.t. memberikan wahyu kepada Nabi Dāūd a.s. Ia berfirman: “Wahai Dāūd, belajarlah ilmu yang bermanfaat.” Daud berkata: “Wahai Tuhanku, apakah ilmu yang bermanfaat itu?” Allah berfirman, “Ketahuilah akan keagungan dan kebesaran-Ku, kesempurnaan kekuasaan-Ku atas segala sesuatu, karena hal itu akan mendekatkan Anda kepada-Ku.” Diriwayatkan dari ‘Alī Karramallāhu Wajhah, ia berkata: “Tidaklah menggembirakanku, seandainya aku mati dalam keadaan masih…

1-2 Tahapan Ilmu – Minhaj-ul-Abidin | Bagian 2

BAB I TAHAPAN ILMU (Bagian 2 dari 3)   Kedua: Alasan kedua mengapa ilmu harus didahulukan, adalah karena ilmu yang bermanfaat akan membuahkan rasa takut kepada Allah dan mengagungkan-Nya. Allah s.w.t. berfirman: إِنَّمَا يَخْشَى اللهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ Artinya: “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hambaNya, hanyalah ulama.” (Fāthir: 28) Demikian itu karena orang yang tidak mengenal Allah dengan baik dan yang sebenar-benarnya, maka dia tidak akan takut kepada-Nya…

1-1 Tahapan Ilmu – Minhaj-ul-Abidin | Bagian 1

BAB I TAHAPAN ILMU (Bagian 1 dari 3)   Mengawali pembahasan pada tahap pertama jalan yang harus ditempuh orang-orang yang beribadah, yaitu Tahapan Ilmu, dengan memohon taufiq kepada Allah s.w.t. Selanjutnya, wahai orang yang menginginkan keselamatan dan hendak menempuh jalan ibadah, semoga Allah memberikan petunjuk dan ilmu kepada Anda, karena ilmu merupakan pangkal dan sumber segala kebaikan. Ketahuilah, sesungguhnya ilmu dan ibadah adalah permata. Karena keduanya, Anda bisa melihat dan…

001 Bab 1 – Madzhab Kaum Sufi – Al Luma’

BĀB 1 ‘ILMU TASHAWWUF, MADZHAB QAUM SHŪFĪ DAN KEDUDUKAN MEREKA DENGAN ORANG-ORANG BER‘ILMU YANG MENEGAKKAN KE‘ADILAN.   Syekh Abū Nashr as-Sarrāj – raḥimahullāh – berkata: Ada seorang penanya yang bertanya kepadaku tentang ‘ilmu tashawwuf dan madzhab kaum Shūfī. Sementara ia telah mengira, bahwa orang-orang telah berbeda pendapat tentang hal itu. Di mana ada sebagian orang yang terlalu berlebihan dalam memberikan penghormatan dan mengangkatnya di atas hal yang tidak sewajarnya. Ada…

Mengaji al-Hikam Syaikh Abu Madyan – Bab Tentang Dzikir

(29) Hati Ahli Dunia dan Hati Kaum Arif   جَعَلَ اللهُ قُلُوْبَ أَهْلِ الدُّنْيَا مَحَلاًّ لِلْغَفْلَةِ وَ الْوَسْوَسِ، وَ قُلُوْبَ الْعَارِفِيْنَ مَكَانًا لِلذِّكْرِ وَ الاِسْتِئْنَاسِ. Allah menjadikan hati ahli dunia sebagai tempat kelalaian dan bisikan, sementara hati kaum ‘arif sebagai tempat zikir dan kedekatan. Jika kau duduk bersama ahli dunia, kelalaian mereka mengalir kepadamu dan bisikan mereka membungkus hatimu. Sebaliknya, jika kau duduk bersama kalangan ‘arif, cahaya mereka akan menerangimu…
Lewat ke baris perkakas