01 Bab 2 Makna Kondisi Spiritual (Al-Ahwal) – Al Luma’

II MAKNA KONDISI SPIRITUAL (AL-AḤWĀL) Syaikh Abū Nashr as-Sarrāj – raḥimahullāh – berkata: Ada pun makna aḥwāl (bentuk jama‘ dari ḥāl, pent.) ialah sesuatu dari kejernihan dzikir yang bertempat dalam hati, atau hati berada dalam kejernihan dzikir tersebut. Diceritakan dari al-Junaid – raḥimahullāh – yang mengatakan, bahwa: Ḥāl ialah sesuatu yang terjadi secara mendadak yang bertempat pada hati nurani dan tidak bisa lama (terus-menerus). Disebutkan pula, bahwa ḥāl ialah dzikir…

01 Bab 1 Al-Maqamat Dan Hakikatnya – Al Luma’

I KEDUDUKAN SPIRITUAL (AL-MAQĀMĀT) DAN ḤAQĪQATNYA   Syaikh Abū Nashr as-Sarrāj – raḥimahullāh – berkata: Jika ada pertanyaan: “Apa makna kedudukan spiritual (maqāmāt)?” Maka anda bisa menjawabnya: Maknanya adalah kedudukan seorang hamba di hadapan Allah ‘azza wa jalla, dari hasil ibadah, mujāhadah (perjuangan spiritual), riyādhah (latihan spiritual) dan konsentrasi diri untuk mencurahkan segala-galanya hanya untuk Allah s.w.t. yang semuanya senantiasa ia lakukan. Di mana Allah s.w.t. berfirman: ذلِكَ لِمَنْ خَافَ

00 Bab 18 Dengan Apa Anda Mengenal Allah – Al Luma’

XVIII PERTANYAAN SESEORANG: DENGAN APA ANDA MENGENAL ALLAH? DAN PERBEDAAN ANTARA ORANG MU’MIN DENGAN ORANG ‘ĀRIF   Abul-Ḥusain an-Nūrī – raḥimahullāh – pernah ditanya: “Dengan apa anda mengenal Allah?” Ia menjawab: “Dengan Allah.” Ia ditanya lagi: “Lalu apa peran akal ?” Ia menjawab: “Akal itu sangat lemah dan hanya akan mampu menunjukkan pada sesuatu yang lemah pula seperti dia.” Ketika Allah akan menciptakan akal, Dia bertanya…

00 Bab 17 Sifat-sifat Orang ‘Arif Dan Pendapat Mereka Tentang Hal Itu – Al Luma’

XVII SIFAT ORANG-ORANG ‘ĀRIF DAN PENDAPAT MEREKA TENTANG HAL ITU.   Yaḥyā bin Mu‘ādz ar-Rāzī – raḥimahullāh – berkata: “Selama seorang hamba menempuh proses ma‘rifat (mengenal Allah), maka akan dikatakan padanya: “Janganlah anda memilih sesuatu. Janganlah anda bersama pilihan atas dasar keinginan anda sendiri sehingga anda benar-benar menjadi orang ‘ārif. Ketika ia sudah mengenal Tuhannya dan menjadi orang ‘ārif, maka dikatakan padanya: “Jika anda mau memilih, maka silakan memilih,

00 Bab 16 Ma’rifat, Sifat-sifat Orang ‘Arif Dan Haqiqatnya … – Al Luma’

BAB XVI MA‘RIFAT SIFAT-SIFAT ORANG ‘ĀRIF DAN ḤAQĪQATNYA Abū Sa‘īd al-Kharrāz – raḥimahullāh – pernah ditanya tentang ma‘rifat. Lalu ia menjawab: “Ma‘rifat itu datang lewat dua sisi: Pertama, dari anugerah Kedermawanan Allah langsung, dan Kedua, dari mengerahkan segala kemampuan atau yang lebih dikenal sebagai usaha (kasab) seorang hamba.” Sementara itu Abū Turāb an-Nakhsyabī – raḥimahullāh – ditanya tentang sifat orang yang ‘ārif, lalu ia menjawab: “Orang ‘ārif

00 Bab 15-2 Tauhid, Sifat Orang Yang Bertauhid … – Al Luma’

Syaikh Abū Nashr as-Sarrāj – raḥimahullāh – berkata: “Dalam memahami hakikat Tauḥīd, mereka memiliki ungkapan lain. Di mana mereka menggunakan bahasa orang-orang yang telah bisa menghayati dan menemukan apa yang ada di sisi Allah (al-wajidun). Sementara isyarat-isyarat mereka tentang hal itu sulit untuk dipahami. Di sini kami ingin menyebutkan sekilas tentang hal itu yang mungkin dapat diterangkan. Sebagian besar disiplin ilmu ini memang penuh isyarat-isyarat yang tidak asing bagi orang…

00 Bab 15-1 Tauhid, Sifat Orang Yang Bertauhid … – Al Luma’

BAB XV TAUḤĪD, SIFAT ORANG YANG BERTAUḤĪD DAN ḤAQĪQATNYA, SERTA BERBAGAI PENDAPAT TENTANG MAKNA TAUḤĪD.   Syaikh Abū Nashr as-Sarrāj – raḥimahullāh – berkata: Sebagaimana yang saya terima dari Yūsuf bin al-Ḥusain ar-Rāzī, berkata: “Ada seseorang berdiri di depan Dzun-Nūn al-Mishrī sambil berkata: Beri tahu saya apa sebenarnya Tauḥīd itu? Dzun-Nūn menjawab: Yaitu hendaknya anda tahu, bahwa Kekuasaan (Qudrat) Allah s.w.t. terhadap segala sesuatu itu tanpa ada persenyawaan atau campuran.

00 Bab 14 Sifat Kaum Shufi Dan Siapa Mereka – Al Luma’

XIV SIFAT KAUM SHŪFĪ DAN SIAPA MEREKA?   Syaikh Abū Nashr as-Sarrāj – raḥimahullāh – berkata: Ada pun sifat-sifat kaum Shūfi dan siapa sebenarnya mereka, adalah sebagaimana yang pernah dijawab oleh ‘Abd-ul-Wāḥid bin Zaid – sebagaimana yang pernah saya terima – di mana ia adalah salah seorang yang sangat dekat dengan Ḥasan al-Bashrī – raḥimahullāh – ketika ditanya: “Siapakah kaum Shūfī itu menurut anda?” Ia menjawab: “Adalah mereka yang

00 Bab 13 Pengertian Tasawwuf & Hakikatnya – Al Luma’

XIII PENGERTIAN TASAWWUF DAN HAKIKATNYA   Syaikh Abū Nashr as-Sarrāj – raḥimahullāh – berkata: Adapun pengertian tasawwuf dan hakikatnya adalah sebagaimana yang pernah dikemukakan oleh Muḥammad bin ‘Alī al-Qashshāb – raḥimahullāh – yang tak lain ia adalah guru al-Junaid al-Baghdādī, ketika ditanya tentang tasawwuf. Ia berkata: “Tasawwuf adalah akhlak yang mulia, yang muncul di zaman yang mulia dari tangan seorang yang mulia bersama kaum yang mulia pula.” Al-Junaid…