001 Bab 1 – Madzhab Kaum Sufi – Al Luma’

BĀB 1 ‘ILMU TASHAWWUF, MADZHAB QAUM SHŪFĪ DAN KEDUDUKAN MEREKA DENGAN ORANG-ORANG BER‘ILMU YANG MENEGAKKAN KE‘ADILAN.   Syekh Abū Nashr as-Sarrāj – raḥimahullāh – berkata: Ada seorang penanya yang bertanya kepadaku tentang ‘ilmu tashawwuf dan madzhab kaum Shūfī. Sementara ia telah mengira, bahwa orang-orang telah berbeda pendapat tentang hal itu. Di mana ada sebagian orang yang terlalu berlebihan dalam memberikan penghormatan dan mengangkatnya di atas hal yang tidak sewajarnya. Ada…

002 Bab 2 – Ciri Ahli Hadits – Al Luma’

BĀB II CIRI AHLI ḤADĪTS, GAMBARAN MEREKA DALAM MENGAMBIL DAN MENGETAHUI ḤADĪTS SERTA SPESIALISASI MEREKA DALAM DISIPLIN ‘ILMU ḤADĪTS   Syekh Abū Nashr as-Sarrāj – raḥimahullāh – berkata: Adapun para ahli Ḥadīts, mereka sangat bergantung pada lahiriah Ḥadīts-ḥadīts Rasūlullāh s.a.w. Mereka mengatakan, bahwa ini (Ḥadīts) adalah asas agama, karena Allah s.w.t. berfirman dalam al-Qur’ān: وَ مَا آتَاكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَ مَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوْا الحشر:7 “Apa yang diberikan rasūl kepadamu…

003 Bab 3 – Tingkatan Para Ahli Fiqih – Al Luma’

BĀB III TINGKATAN PARA AHLI FIQIH DAN SPESIALISASI MEREKA DENGAN MENYANDANG BERBAGAI KE‘ILMUAN   Syekh Abū Nashr as-Sarrāj – raḥimahullāh – berkata: Ada pun tingkatan para ahli fiqih (fuqahā’) sebenarnya mereka mengungguli kelompok ahli Ḥadīts, karena mereka bisa menerima ‘ilmu-‘ilmu yang dimiliki para ahli Ḥadīts, di mana mereka sama dengan ahli Ḥadīts dalam berbagai ma‘nā ke‘ilmuan dan ciri mereka. Namun mereka memiliki ciri khusus dalam memahami dan penggalian (istinbāth) hukum…

004 Bab 4 – Qaum Shufi & Tingkatannya – Al Luma’

BĀB IV QAUM SHŪFĪ DAN TINGKATANNYA, CIRI-CIRI KE‘ILMUAN DAN PERBUATANNYA, SERTA BERBAGAI KEUTAMAAN DAN KARAKTERISTIK MULIA YANG KHUSHŪSH BAGI MEREKA   Syekh Abū Nashr as-Sarrāj – raḥimahullāh – berkata: Tingkatan-tingkatan qaum Shūfī juga sama dengan tingkatan para ahli Ḥadīts dan ahli Fiqih dalam keimānan dan ‘aqīdah mereka. Qaum Shūfī juga bisa menerima ‘ilmu mereka dan tidak berbeda dalam ma‘nā dan pengertian serta ciri-ciri mereka, apabila mereka berusaha menghindari hal-hal bid‘ah…

005 Bab 5 – Ciri Khash Qaum Shufi (Bagian 1) – Al Luma’

BĀB V CIRI KHĀSH QAUM SHŪFĪ DARI ETIKA, KONDISI DAN ‘ILMU YANG MEMBEDAKAN MEREKA DARI ‘ULAMĀ’ YANG LAIN   Syekh Abū Nashr as-Sarrāj – raḥimahullāh – berkata: hal pertama yang merupakan ciri khāsh qaum Shūfī yang membedakannya dari ‘ulamā’ yang lain setelah mereka bisa melakukan semua kewajiban dan meninggalkan larangan, adalah meninggalkan hal-hal yang tidak dianggap perlu dan penting, memutus semua hubungan yang hanya akan menghambat antara mereka dengan apa…

005 Bab 6 – Ciri Khash Qaum Shufi (Bagian 2) – Al Luma’

BĀB VI CIRI KHĀSH QAUM SHŪFĪ YANG TIDAK SAMA DENGAN TINGKATAN ORANG-ORANG BER‘ILMU DALAM PENGERTIAN YANG LAIN.   Syekh Abū Nashr as-Sarrāj – raḥimahullāh – berkata: Qaum Shūfī juga memiliki ciri khāsh yang berbeda dengan tingkatan orang-orang ber‘ilmu, dalam menggunakan ayat-ayat dari Kitāb Allah yang dibaca dan Ḥadīts Rasūlullāh s.a.w. yang diriwayatkan. Tidak ada satu ayat pun yang menyalin atau Ḥadīts maupun Ātsār yang menghilangkan hukum yang menganjurkan keutamaan akhlāq,…

006 Bab 7 – Bantahan Terhadap Orang Yang Menyudutkan Qaum Shufi – Al Luma’

BĀB VII BANTAHAN TERHADAP ORANG YANG MENYUDUTKAN QAUM SHŪFĪ, BAHWA MEREKA ADALAH ORANG-ORANG BODOH, DAN ‘ILMU TASHAWWUF TIDAK MEMILIKI LANDASAN HUKUM DARI AL-QUR’ĀN DAN AS-SUNNAH.   Syekh Abū Nashr as-Sarrāj – raḥimahullāh – berkata: Tak ada perselisihan di kalangan para Imām, bahwa Allah s.w.t. telah menyebutkan dalam Kitāb suci-Nya tentang orang-orang jujur, baik laki-laki maupun perempuan (ash-Shādiqīn dan ash-Shādiqāt), orang-orang yang merendah di hadapan Allah (al-Qānitīn dan al-Qānitāt), orang-orang yang…

007 Bab 8 – Kontroversi Qaum Shūfī Terhadap Mutafaqqih – Al Luma’

VIII KONTROVERSI QAUM SHŪFĪ TERHADAP MUTAFAQQIH, KETERANGAN TENTANG FIQIH DALAM AGAMA DAN ARGUMENTASINYA.بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ   Syekh Abū Nashr as-Sarrāj – raḥimahullāh – berkata: Diriwāyatkan dari Nabi s.a.w., bahwa beliau bersabda: مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِBarang siapa dikehendaki Allah untuk menjadi baik, maka Dia akan memberikan kepahaman (faqīh) tentang agama.” (Ḥadīts riwāyat Bukhārī – Muslim, Aḥmad, Ibnu Mājah, Tirmidzī, al-Bazzār, ath-Thabrānī).  …

008 Bab 9 – Spesialisasi Dalam Berbagai ‘Ilmu Agama – Al Luma’

IX SPESIALISASI DALAM BERBAGAI ‘ILMU AGAMA, DAN MASING-MASING DISIPLIN ‘ILMU ADA AHLINYA SENDIRI, SERTA BANTAHAN TERHADAP MEREKA YANG MENGINGKARI ‘ILMU TERTENTU BERDASARKAN AKALNYA DAN TIDAK MENYERAHKAN PADA AHLINYA DAN YANG KOMPETEN DENGANNYA.   Syekh Abū Nashr as-Sarrāj – raḥimahullāh – berkata: Ada sekelompok ‘ulamā’ yang mengingkari adanya kekhushūshan (spesialisasi) dalam ‘ilmu syarī‘at. Sementara di kalangan para imām tak memperselisihkan, bahwa Rasūlullāh s.a.w. diperintahkan untuk menyampaikan apa yang diturunkan Allah padanya.…
Lewat ke baris perkakas