Hati Senang

007-10 Tahapan Puji & Syukur (10/10) | Minhaj-ul-Abidin

Secara garis besar, manusia itu wajib melakukan empat perkara, yaitu: 1. Berilmu; 2. Ber‘amal; 3. Ikhlas; 4. Takut. Pertama-tama, harus mengetahui jalan keselamatan yang harus ditempuh. Kalau tidak, maka dia seperti orang buta. Kemudian dia ber‘amal dengan didasari ilmu. Jika tidak, tentu terhalang. Dan ber‘amal harus dilakukan dengan tulus ikhlas. Kalau tidak, maka dia menjadi orang yang rugi. Selanjutnya, senantiasa takut dari noda-noda ilmu, cacat-cacat ‘amal, dan penyakit-penyakit ikhlas, sehingga…

007-9 Tahapan Puji & Syukur | Minhaj-ul-Abidin

Selanjutnya, aku renungkan apa yang diberikan Allah kepada seorang hamba, yang benar-benar taat dan berkhidmat kepada Allah s.w.t. yang menempuh jalan ini, sepanjang umurnya, ternyata secara garis besar aku menemukan empat puluh mahkota kebesaran dan kemuliaan; dua puluh kemuliaan di dunia, dan dua puluh kemuliaan di akhirat. Dua puluh kenikmatan di dunia itu, ialah: 1. Allah berkenan menyebut-nyebut dan memujinya. Sungguh mulia orang yang disebut-sebut dan dipuji Allah, Tuhan semesta…

007-8 Tahapan Puji & Syukur | Minhaj-ul-Abidin

(Pasal): Ketahuilah, bahwa pada hakikatnya jalan yang kita bahas ini, tidaklah seperti jauh dekatnya perjalanan fisik yang dapat ditempuh seseorang dengan jalan kaki, kemudian orang bisa menempuhnya menurut kuat tidaknya tubuh. Tetapi, jalan ini adalah jalan rohani yang ditempuh dengan hati, pikiran menurut i‘tiqād dan ketajaman penglihatan. Pangkalnya adalah turunnya nur dari langit dan penglihatan yang bersifat ketuhanan yang masuk di hati seorang hamba, lalu ia merenungkannya, sehingga ia dapat…

007-7 Tahapan Puji & Syukur | Minhaj-ul-Abidin

Bila anda bertanya: “Umur manusia begitu pendek, sementara tahapan-tahapan itu, sangat panjang dan sangat sulit ditempuh, lantas bagaimana supaya umur yang pendek ini dapat menyempurnakan syarat-syarat tersebut dan dapat digunakan untuk menempuh tahapan-tahapan itu?” Demi umurku, memang benar tahapan-tahapan ini sangat panjang dan syarat-syaratnya pun sangat berat. Tetapi, jika Allah berkehendak memilih hamba-Nya dan menjadikan baginya yang panjang menjadi pendek dan yang berat menjadi ringan. Sehingga setelah bisa melampaui tahapan…

007-6 Tahapan Puji & Syukur | Minhaj-ul-Abidin

(Pasal): Ringkasnya, apabila anda membaguskan perenungan tentang karunia Allah yang besar dan nikmat Allah yang mulia yang ada pada diri anda, nikmat yang tidak terhitung oleh hati anda dan tidak dapat terliput oleh bayangan anda. Sehingga anda dapat melewati tahapan-tahapan yang sulit ini, lalu bisa memperoleh banyak ilmu dan terbuka mata hati anda serta bersih dari berbagai kesalahan dan dosa besar. Mampu melewati rintangan-rintangan, sanggup menolak penghalang-penghalang yang datang kemudian,…

007-5 Tahapan Puji & Syukur | Minhaj-ul-Abidin

Agar anda tidak terpedaya terseret dalam arus putaran siang dan malam dan jauh dari perilaku syukur. Jika anda tidak mampu mengetahui kadar besarnya nikmat, maka camkanlah benar-benar bahwa seandainya sejak awal mula anda diciptakan dunia dan anda mulai mensyukuri nikmat Islam sejak mula pertama berada di dunia hingga selamanya, maka itu belumlah cukup untuk memenuhi kesyukuran dan anda baru hanya mendatangi sebagian hak anugerah Allah yang agung ini. Ketahuilah bahwa…

007-4 Tahapan Puji & Syukur | Minhaj-ul-Abidin

Kedua: Nikmat itu hanya akan dicabut dan dihilangkan dari orang yang tidak mengetahui kadar nikmat, yaitu orang yang suka mengingkari nikmat dan tidak pernah mau mensyukurinya. Sebagaimana firman Allah s.w.t.: وَ اتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِيْ آتَيْنَاهُ آيَاتِنَا فَانْسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ الشَّيْطَانُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِيْنَ، وَ لَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا Artinya: “Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi al-Kitāb), kemudian dia melepaskan…

007-3 Tahapan Puji & Syukur | Minhaj-ul-Abidin

Jika anda bertanya: “Manakah yang lebih utama, orang yang bersyukur ataukah orang yang bersabar?” Ketahuilah, bahwa ada ulama yang mengatakan: “Orang yang bersyukur itu lebih utama daripada orang yang bersabar atas dasar firman Allah s.w.t.: وَ قَلِيْلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُوْرُ Artinya: “Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih.” (Saba’: 13). Allah menjadikan orang-orang yang bersyukur sebagai manusia pilihan yang teristimewa. Allah juga berfirman memuji Nabi Nūḥ a.s. sebagai berikut:…

007-2 Tahapan Puji & Syukur | Minhaj-ul-Abidin

Jika ditanyakan: “Apakah yang dimaksud dengan puji dan syukur dan maknanya serta bagaimana hukumnya?” Ketahuilah, bahwa para ulama membedakan antara puji dan syukur. Mereka berpendapat bahwa puji itu dapat berupa tasbih dan tahlil. Maka, puji itu termasuk amal ibadah lahir. Sedangkan syukur adalah sebangsa kesabaran dan kepasrahan. Maka syukur termasuk amal ibadah batin. Sebab, syukur itu bandingannya adalah kufur, sedangkan puji bandingannya caci maki. Puji (al-ḥamdu) maknanya lebih umum dan…
Lewat ke baris perkakas