Hati Senang

007-1 Tahapan Puji & Syukur | Minhaj-ul-Abidin

BAB VII TAHAPAN PUJI DAN SYUKUR   Setelah anda berhasil menempuh tahapan demi tahapan sebagaimana tersebut, dan mendapatkan apa yang menjadi maksud anda, yaitu selamatnya ibadah dari afat, noda dan cacat – dengan tetap memohon semoga Allah berkenan memberikan sebaik-baik petunjuk-Nya – hendaklah anda memuji dan bersyukur kepada Allah atas nikmat yang besar dan karunia yang mulia ini. Kewajiban memuji dan bersyukur ini adalah karena dua hal, yaitu: 1. Agar…

006-10 Tahapan Penoda & Perusak Ibadah | Minhaj-ul-Abidin

(Pasal): Ringkasnya, apabila anda memperbaiki pemikiran, hingga dapat mengetahui tingkatan taat kepada Allah, juga dapat mengetahui kelemahan dan kebodohan makhluk, maka janganlah anda menengok kepada makhluk dengan hati. Jadilah anda orang yang zuhud kepada pujian manusia dan pengagungan yang tidak ada faedahnya. Janganlah anda menginginkan dengan ‘amal anda itu, untuk mendapatkan pengagungan dari masyarakat. Dan ketika anda mengetahui akan kehinaan dunia yang begitu cepat sirna, maka janganlah mengharapkannya lagi dengan…

006-9 Tahapan Penoda & Perusak Ibadah | Minhaj-ul-Abidin

Selanjutnya aku pandang perlu untuk mengemukakan suatu hadis yang datang dari manusia terbaik yang benar dan terpercaya, yaitu baginda Muḥammad s.a.w. dan aku telah menyebutkan hadis berikut ini, bukan hanya di dalam satu kitab saja. Diriwayatkan dari Ibnu Mubārak bahwa seorang sahabat yang bernama Khālid bin Ma‘dān berkata kepada Mu‘ādz: “Ceritakanlah kepadaku, sebuah hadis yang anda dengar dari Rasūlullāh s.a.w. yang anda hafal dan selalu mengingatnya setiap hari, karena begitu…

006-8 Tahapan Penoda & Perusak Ibadah | Minhaj-ul-Abidin

Kemegahan dan keagungan Sang Maharaja (Allah s.w.t.) dapatlah diketahui bahwa para Malaikat Muqarrabīn yang baik-baik, berkhidmat kepada-Nya siang dan malam. Sehingga di antara mereka ada yang sejak diciptakan selamanya berdiri berkhidmat menghadap Allah; ada yang ruku‘; ada pula yang sujud; membaca tasbih dan tahlil selama-lamanya. Mereka tiada pernah berhenti berkhidmat menjalankan tugas Allah s.w.t. Yang berdiri merasa belum sempurna berdirinya dalam berkhidmat kepada Allah, begitu pula yang ruku‘, yang sujud,…

006-7 Tahapan Penoda & Perusak Ibadah | Minhaj-ul-Abidin

(Pasal): Pada sisi lain, seorang raja besar, ketika mengizinkan rakyatnya menyampaikan hadiah kepadanya, tentu akan berdatangan menghadap kepadanya, para pemimpin, pembesar dan orang-orang kaya, masing-masing membawa beragam hadiah berupa permata, barang-barang simpanan berharga atau jenis barang yang paling bagus. Dan seandainya juga ada seorang pedagang sayur datang dengan membawa seikat sayur, atau seorang desa membawa sekeranjang anggur yang harganya hanya beberapa rupiah, tetapi ia terus saja masuk ikut berdesakan menghadap…

006-6 Tahapan Penoda & Perusak Ibadah | Minhaj-ul-Abidin

Adapun mengenai ‘ujub, akan aku jelaskan pokok-pokoknya, yaitu: Pokok Pertama: ‘Amal perbuatan seorang hamba baru bernilai bila diridhai dan diterima oleh Allah. Jika tidak, maka kiranya anda pernah melihat buruh yang bekerja sepanjang siang dan upah dua dirham; orang yang jaga malam, tidak tidur semalam suntuk, mendapat upah dua keping uang; begitu pula orang-orang yang mempunyai perusahaan dan pekerjaan, semua bekerja siang malam, demi upah yang bisa dihitung. Bila anda…

006-5 Tahapan Penoda & Perusak Ibadah | Minhaj-ul-Abidin

(Pasal). Anda harus terus menempuh tanjakan yang begitu sulit dan mendebarkan, penuh onak dan duri dengan penuh kesungguhan dan komitmen pemeliharaan diri yang kuat. Sesungguhnya orang yang mempunyai modal ketaatan kepada Allah, tentu ia akan dapat menempuh dan melewati tahapan demi tahapan tersebut sanggup menanggung derita kesulitan, sehingga berhasil mendapatkan dagangan ibadah yang bernilai tinggi lagi mulia. Orang yang mempunyai modal dagangan ketaatan, tahapan ini, merupakan tanjakan yang sulit dilalui,…

006-4 Tahapan Penoda & Perusak Ibadah | Minhaj-ul-Abidin

Pengotor dan pembuat cacat ibadah yang kedua ialah sifat ‘ujub (membangga-banggakan ‘amal ibadah dengan sombong). Kewajiban menjauhi sifat ‘ujub ini, karena dua perkara, yaitu: 1. Karena ‘ujub dapat menghalangi petunjuk dan pengokohan dari Allah. Sebab, orang yang ‘ujub adalah orang yang dihinakan. Apabila seseorang tidak memperoleh petunjuk dan pengokohan dari Allah, maka dia akan segera mengalami kebinasaan. Rasūlullāh s.a.w. bersabda: ثَلاَثٌ مُهْلِكَاتُ شُحٌّ مُطَاعٌ وَ هَوًى مُتَّبَعٌ وَ إِعْجَابُ الْمَرْءِ

006-3 Tahapan Penoda & Perusak Ibadah | Minhaj-ul-Abidin

Jika anda bertanya: “ Apakah setiap ‘amal membutuhkan ikhlas secara sendiri-sendiri?” Ketahuilah, bahwa para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini. Menurut satu pendapat bahwa ikhlas wajib pada setiap ‘amal secara sendiri-sendiri. Ada yang mengatakan bahwa ikhlas satu bisa mengenai sejumlah ibadah. Adapun amal yang mempunyai rukun-rukun, seperti shalat dan wudhu, maka cukup bagi keduanya satu ikhlas, karena sebagian rukun bersambung dengan lainnya, baik dan buruknya, jadi seperti satu ‘amal. Jika…
Lewat ke baris perkakas