01 Al-Qur’an Terus Turun – Mengaji al-Hikam Syaikh Abu Madyan

MENGAJI AL-HIKAM Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Penguasa hari kemudian. Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon. Bimbinglah kami ke jalan yang lurus; jalan orang yang Engkau beri nikmat. Bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.(1) Ya Tuhan kami, jangan Engkau hukum kami jika kami lupa atau salah. Ya Tuhan kami, jangan Engkau bebankan kepada kami…

00 Pengantar Redaksi – Mengaji al-Hikam Syaikh Abu Madyan

PENGANTAR REDAKSI Jika “al-Hikam” disebut, barangkali yang pertama tebersit dalam benak anda adalah al-Hikam al-‘Atha’iyyah (karya Ibnu ‘Atha’illah). Kitab itu memang memukau: kedalaman makrifat yang memikat dalam untaian mutiara kata-kata yang memesona. Maka, wajar, jika ia sangat tenar. Namun, tahukah anda, sebelum al-Hikam Ibnu ‘Atha’illah itu ditulis, bahkan jauh sebelum penulisnya lahir, telah ada karya al-Hikam lain, yaitu al-Hikam al-Ghautsiyyah yang ditulis Abu Madyan Syu‘aib ibn al-Husain al-Anshari (Abu Madyan…

Mengaji al-Hikam Syaikh Abu Madyan – Bab Tentang Dzikir

(29) Hati Ahli Dunia dan Hati Kaum Arif   جَعَلَ اللهُ قُلُوْبَ أَهْلِ الدُّنْيَا مَحَلاًّ لِلْغَفْلَةِ وَ الْوَسْوَسِ، وَ قُلُوْبَ الْعَارِفِيْنَ مَكَانًا لِلذِّكْرِ وَ الاِسْتِئْنَاسِ. Allah menjadikan hati ahli dunia sebagai tempat kelalaian dan bisikan, sementara hati kaum ‘arif sebagai tempat zikir dan kedekatan. Jika kau duduk bersama ahli dunia, kelalaian mereka mengalir kepadamu dan bisikan mereka membungkus hatimu. Sebaliknya, jika kau duduk bersama kalangan ‘arif, cahaya mereka akan menerangimu…