Cahaya Adalah Tentara Hati Dan Kegelapan Adalah Tentara Nafsu – Syarah al-Hikam – asy-Syarqawi

Cahaya Adalah Tentara Hati Dan Kegelapan Adalah Tentara Nafsu.   58. النُّوْرُ جُنْدُ الْقَلْبِ كَمَا أَنَّ الظُّلْمَةَ جُنْدُ النَّفْسِ فَإِذَا أَرَادَ اللهُ أَنْ يَنْصُرَ عَبْدَهُ أَمَدَّهُ بِجُنُوْدِ الْأَنْوَارِ وَ قَطَعَ عَنْهُ مَدَدَ الظُّلَمِ وَ الْأَغْيَارِ Cahaya adalah tentara qalbu dan kegelapan adalah prajurit nafsu. Jika Allah ingin menolong hamba-Nya, Allah akan membantunya dengan bala tentara cahaya dan memutus bantuan prajurit kegelapan dan keduniaan.  – Ibnu ‘Athā’illāh al-Iskandarī –   Dengan…

Amal Yang Paling Diterima – Syarah al-Hikam – asy-Syarqawi

Amal Yang Paling Diterima 53. لَا عَمَلَ أَرْجَى لِلْقَبُوْلِ مِنْ عَمَلٍ يَغِيْبُ عَنْكَ شُهُوْدُهُ وَ يُحْتَقَرُ عِنْدَكَ وُجُوْدُهُ Tiada amal yang lebih berpeluang diterima daripada amal yang tidak kau sadari dan tidak berarti di matamu.  – Ibnu ‘Athā’illāh al-Iskandarī –   “Amal yang tidak kau sadari” adalah amalmu yang kau yakini dibimbing dan dilakukan oleh Allah. Tanpa Allah, niscaya amal itu tidak akan kau lakukan. “Amal yang tidak berarti di…

Tanda-tanda Matinya Hati – Syarah al-Hikam – asy-Syarqawi

Tanda-Tanda Matinya Hati.   50. مِنْ عَلَامَاتِ مَوْتِ الْقَلْبِ عَدَمُ الْحُزْنِ عَلَى مَا فَاتَكَ مِنَ الْمُوَافِقَاتِ. وَ تَرْكُ النَّدَمِ عَلَى مَا فَعَلْتَهُ مِنْ وُجُوْدِ الزَّلَّاتِ Di antara tanda matinya hati adalah tidak adanya perasaan sedih atas ketaatan yang kau lewatkan dan tidak adanya perasaan menyesal atas kesalahan yang kau lakukan.  – Ibnu ‘Athā’illāh al-Iskandarī –   Tanda hidupnya hati ialah memancarnya cahaya Ilahi dari hatimu meskipun kau belum mendapatkan cahaya…

Zikir Adalah Jalan Terdekat Menuju Allah – Syarah al-Hikam – asy-Syarqawi

Zikir Adalah Jalan Terdekat Menuju Allah.   49. لَا تَتْرُكِ الذِّكْرَ لِعَدَمِ حُضُوْرِكَ مَعَ اللهِ فِيْهِ. لِأَنَّ غَفْلَتَكَ عَنْ وُجُوْدِ ذِكْرِهِ أَشَدُّ مِنْ غَفْلَتِكَ فِيْ وُجُوْدِ ذِكْرِهِ فَعَسَى أَنْ يَرْفَعَكَ مِنْ ذِكْرٍ مَعَ وُجُوْدِ غَفْلَةٍ إِلَى ذِكْرٍ مَعَ وُجُوْدِ يَقَظَةٍ. وَ مِنْ ذِكْرٍ مَعَ وُجُوْدِ يَقْظَةٍ إِلَى ذِكْرٍ مَعَ وُجُوْدِ حُضُوْرٍ وَ مِنْ ذِكْرٍ مَعَ وُجُوْدِ حُضُوْرٍ إِلَى ذِكْرٍ مَعَ وُجُوْدِ غَيْبَةٍ عَمَّا سِوَى الْمَذْكُوْرِ وَ مَا ذلِكَ عَلَى اللهِ

Zuhud Adalah Faktor Terbesar Dalam Menumbuhkan ‘Amal – Syarah al-Hikam – asy-Syarqawi

Zuhud Adalah Faktor Terbesar Dalam Menumbuhkan ‘Amal   47. مَا قَلَّ عَمَلٌ بَرَزَ مِنْ قَلْبٍ زَاهِدٍ وَ لَا كَثُرَ عَمَلٌ بَرَزَ مِنْ قَلْبٍ رَاغِبٍ ‘Amal sedikit dari hati yang zāhid tidak bisa dikatakan sedikit. ‘Amal banyak dari hati yang tamak tidak bisa dikatakan banyak.  – Ibnu ‘Athā’illāh al-Iskandarī –   Seorang zāhid adalah orang yang tidak bergantung pada dunia. ‘Amalnya, walaupun secara kasatmata tampak sedikit, secara maknawi amatlah banyak karena…

Persahabatan Dan Orang Yang Pantas Dijadikan Sahabat – Syarah al-Hikam – asy-Syarqawi

Persahabatan Dan Orang Yang Pantas Dijadikan Sahabat.   45. لَا تَصْحَبْ مَنْ لَا يُنْهِضُكَ حَالُهُ وَ لَا يَدُلُّكَ عَلَى اللهِ مَقَالُهُ Jangan kau temani orang yang keadaannya tidak membuatmu bersemangat dan ucapannya tidak membimbingmu ke jalan Allah.  – Ibnu ‘Athā’illāh al-Iskandarī –   Seorang murīd dilarang berteman dengan orang semacam itu sekalipun orang itu adalah ahli ibadah atau ahli zuhud karena dianggap tidak ada gunanya. Sebaliknya, kau disarankan berteman dengan…

Beramal Demi Pahala Adalah Berpindah Dari Alam ke Alam, Dan Perpindahan Terbaik Adalah Dari Alam Ke Pencipta Alam – Syarah al-Hikam – asy-Syarqawi

Beramal Demi Pahala Adalah Berpindah Dari Alam ke Alam, Dan Perpindahan Terbaik Adalah Dari Alam Ke Pencipta Alam.   43. لَا تَرْحَلْ مِنْ كَوْنٍ إِلَى كَوْنٍ فَتَكُوْنُ كَحِمَارِ الرَّحَى يَسِيْرُ وَ الْمَكَانُ الَّذِي ارْتَحَلَ إِلَيْهِ هُوَ الَّذِي ارْتَحَلَ مِنْهُ وَ لكِنِ ارْحَلْ مِنَ الْأَكْوَانِ إِلَى الْمُكَوِّنِ وَ إِنَّ إِلَى رَبِّكَ الْمُنْتَهَى. Jangan kau pergi dari satu alam ke alam lain sehingga kau menjadi seperti keledai penggilingan yang berputar-putar; tempat yang…

Berbaik Sangka Kepada Allah – Syarah al-Hikam – asy-Syarqawi

Berbaik Sangka Kepada Allah.   41. إِنْ لَمْ تُحْسِنْ ظَنَّكَ بِهِ لِأَجْلِ حُسْنِ وَصْفِهِ فَحَسِّنْ ظَنَّكَ بِهِ لِوُجُوْدِ مُعَامَلَتِهِ مَعَكَ فَهَلْ عَوَّدَكَ إِلَّا حَسَنًا وَ هَلْ أَسْدى إِلَيْكَ إِلَّا مِنَنًا Jika kau tidak bisa berbaik-sangka kepada Allah karena kebaikan sifat-sifatNya, berbaik-sangkalah kepada-Nya atas kebaikan perlakuan-Nya terhadapmu. Bukankah Dia selalu memberimu yang baik-baik dan mengaruniaimu berbagai kenikmatan? – Ibnu ‘Athā’illāh al-Iskandarī –   Dalam hikmah ini, Ibnu ‘Atha’illah mengisyaratkan bahwa dalam…

Setiap Perkara Yang Menimpa Manusia Ditujukan Agar Manusia Bersandar Kepada Allah – Syarah al-Hikam – asy-Syarqawi

Setiap Perkara Yang Menimpa Manusia Ditujukan Agar Manusia Bersandar Kepada Allah.   .40 لَا تَرْفَعَنَّ إِلَى غَيْرِهِ حَاجَةً هُوَ مُوْرِدُهَا عَلَيْكَ فَكَيْفَ يَرْفَعُ غَيْرَهُ مَا كَانَ هُوَ لَهُ وَاضِعًا مَنْ لَا يَسْتَطِيْعُ أَنْ يَرْفَعَ حَاجَةً عَنْ نَفْسِهِ فَكَيْفَ يْسْتَطِيْعُ أَنْ يَكُوْنَ لَهَا عَنْ غَيْرِهِ رَافِعًا Jangan mengadukan musibah kepada selain Allah. Karena Allah semata yang menurunkannya. Bagaimana mungkin selain Allah dapat mengangkat musibah yang telah ditetapkan-Nya? Bagaimana mungkin orang yang…