Hati Senang

50-52 Tanda-tanda Matinya Hati – Syarah al-Hikam – asy-Syarqawi

Tanda-Tanda Matinya Hati.   مِنْ عَلَامَاتِ مَوْتِ الْقَلْبِ عَدَمُ الْحُزْنِ عَلَى مَا فَاتَكَ مِنَ الْمُوَافِقَاتِ. وَ تَرْكُ النَّدَمِ عَلَى مَا فَعَلْتَهُ مِنْ وُجُوْدِ الزَّلَّاتِ Di antara tanda matinya hati adalah tidak adanya perasaan sedih atas ketaatan yang kau lewatkan dan tidak adanya perasaan menyesal atas kesalahan yang kau lakukan.  – Ibnu ‘Athā’illāh al-Iskandarī –   Tanda hidupnya hati ialah memancarnya cahaya Ilahi dari hatimu meskipun kau belum mendapatkan cahaya itu…

49 Zikir Adalah Jalan Terdekat Menuju Allah – Syarah al-Hikam – asy-Syarqawi

Zikir Adalah Jalan Terdekat Menuju Allah. لَا تَتْرُكِ الذِّكْرَ لِعَدَمِ حُضُوْرِكَ مَعَ اللهِ فِيْهِ. لِأَنَّ غَفْلَتَكَ عَنْ وُجُوْدِ ذِكْرِهِ أَشَدُّ مِنْ غَفْلَتِكَ فِيْ وُجُوْدِ ذِكْرِهِ فَعَسَى أَنْ يَرْفَعَكَ مِنْ ذِكْرٍ مَعَ وُجُوْدِ غَفْلَةٍ إِلَى ذِكْرٍ مَعَ وُجُوْدِ يَقَظَةٍ. وَ مِنْ ذِكْرٍ مَعَ وُجُوْدِ يَقْظَةٍ إِلَى ذِكْرٍ مَعَ وُجُوْدِ حُضُوْرٍ وَ مِنْ ذِكْرٍ مَعَ وُجُوْدِ حُضُوْرٍ إِلَى ذِكْرٍ مَعَ وُجُوْدِ غَيْبَةٍ عَمَّا سِوَى الْمَذْكُوْرِ وَ مَا ذلِكَ عَلَى اللهِ بِعَزِيْزٍ Janganlah…

43,44 Beramal Demi Pahala Adalah Berpindah Dari Alam ke Alam, Dan Perpindahan Terbaik Adalah Dari Alam Ke Pencipta Alam – Syarah al-Hikam – asy-Syarqawi

Beramal Demi Pahala Adalah Berpindah Dari Alam ke Alam, Dan Perpindahan Terbaik Adalah Dari Alam Ke Pencipta Alam.   لَا تَرْحَلْ مِنْ كَوْنٍ إِلَى كَوْنٍ فَتَكُوْنُ كَحِمَارِ الرَّحَى يَسِيْرُ وَ الْمَكَانُ الَّذِي ارْتَحَلَ إِلَيْهِ هُوَ الَّذِي ارْتَحَلَ مِنْهُ وَ لكِنِ ارْحَلْ مِنَ الْأَكْوَانِ إِلَى الْمُكَوِّنِ وَ إِنَّ إِلَى رَبِّكَ الْمُنْتَهَى. Jangan kau pergi dari satu alam ke alam lain sehingga kau menjadi seperti keledai penggilingan yang berputar-putar; tempat yang ia…

41,42 Berbaik Sangka Kepada Allah – Syarah al-Hikam – asy-Syarqawi

Berbaik Sangka Kepada Allah.   إِنْ لَمْ تُحْسِنْ ظَنَّكَ بِهِ لِأَجْلِ حُسْنِ وَصْفِهِ فَحَسِّنْ ظَنَّكَ بِهِ لِوُجُوْدِ مُعَامَلَتِهِ مَعَكَ فَهَلْ عَوَّدَكَ إِلَّا حَسَنًا وَ هَلْ أَسْدى إِلَيْكَ إِلَّا مِنَنًا Jika kau tidak bisa berbaik-sangka kepada Allah karena kebaikan sifat-sifatNya, berbaik-sangkalah kepada-Nya atas kebaikan perlakuan-Nya terhadapmu. Bukankah Dia selalu memberimu yang baik-baik dan mengaruniaimu berbagai kenikmatan? – Ibnu ‘Athā’illāh al-Iskandarī –   Dalam hikmah ini, Ibnu ‘Atha’illah mengisyaratkan bahwa dalam berbaik…

25,26,27 Mintalah Kepada Allah, Pasti Terkabul – Syarah al-Hikam – asy-Syarqawi

Mintalah Kepada Allah, Pasti Terkabul.   مَا تَوَقَّفَ مَطْلَبٌ أَنْتَ طَالِبُهُ بِرَبِّكَ وَ لَا تَبَسَّرَ مَطْلَبٌ أَنْتَ طَالِبُهُ بِنَفْسِكَ Apa yang kau minta tak akan terhalang selama kau memintanya kepada Tuhanmu. Namun, apa yang kau minta tak akan datang selama kau mengandalkan dirimu sendiri.  – Ibnu ‘Athā’illāh al-Iskandarī –   Permintaan yang dimaksud pada hikmah ini bersifat umum meliputi semua permintaan, baik itu yang berkaitan dengan dunia maupun akhirat. Apa…

24 Jangan Merasa Aneh Dengan Kesuraman Hidup Di Dunia – Syarah al-Hikam – asy-Syarqawi

Jangan Merasa Aneh Dengan Kesuraman Hidup Di Dunia.   لَا تَسْتَغْرِبْ وُقُوْعَ الْأَكْدَارِ مَا دُمْتَ فِي هذِهِ الدَّارِ فَإِنَّهَا مَا أَبْرَزَتْ إِلَّا مَا هُوَ مُسْتَحِقُّ وَصْفِهَا وَ وَاجِبُ نَعْتِهَا Jangan merasa aneh dengan terjadinya penderitaan-penderitaan selama kau masih hidup di dunia ini karena dunia hanya akan menampakkan apa yang mesti ditampakkannya.  – Ibnu ‘Athā’illāh al-Iskandarī –   Di antara hal yang lazim terjadi di dunia adalah derita dan kesulitan. Dunia…

019 Menunda ‘Amal Shaleh Termasuk Sikap Bodoh – Syarah al-Hikam – asy-Syarqawi

Menunda ‘Amal Shaleh Termasuk Sikap Bodoh.   إِحَالَتُكَ الأَعْمَالَ عَلى وُجُوْدِ الْفَرَاغِ مِنْ رُعُوْنَاتِ النَّفْسِ Menunda ‘amal karena menunggu waktu yang luang termasuk tanda kebodohan.  – Ibnu ‘Athā’illāh al-Iskandarī –   Jika seorang murīd menunda-nunda ‘amal yang bisa mendekatkannya kepada Tuhannya karena merasa tidak memiliki waktu luang di sela-sela kesibukan dunianya, tindakan itu merupakan tanda kebodohan jiwanya. Disebut bodoh karena ia telah menunda ‘amalnya dengan menunggu waktu luang. Padahal, bisa…

013 Wujud Allah Itu Jelas dan Tidak Terhalang Oleh Sesuatu – Syarah al-Hikam – asy-Syarqawi

Wujud Allah Itu Jelas Dan Tidak Terhalang Oleh Sesuatu.   الْكَوْنُ كُلُّهُ ظُلْمَةٌ وَ إِنَّمَا أَنَارَهُ ظُهُوْرُ الْحَقِّ فِيْهِ فَمَنْ رَأَى الْكَوْنَ وَ لَمْ يَشْهَدْهُ فِيْهِ أَوْ عِنْدَهُ أَوْ قَبْلَهُ أَوْ بَعْدَهُ فَقَدْ أَعْوَزَهُ وُجُوْدُ الْأَنْوَارِ وَ حُجِبَتْ عَنْهُ شُمُوْسُ الْمَعَارِفِ بِسُحُبِ الْآثَارِ Semesta itu seluruhnya gulita. Ia hanya akan diterangi oleh wujud Allah. Siapa yang melihat semesta, namun tidak melihat-Nya di sana atau tidak melihat-Nya ketika, sebelum, atau sesudah…

012 Manfaat ‘Uzlah – Syarah al-Hikam – asy-Syarqawi

Manfaat ‘Uzlah   مَا نَفَعَ الْقَلْبَ شَيْئٌ مِثْلَ عُزْلَةٍ يَدْخُلُ بِهَا مِيْدَانُ فِكْرَةٍ. Tiada yang lebih berguna bagi hati selain ‘uzlah. Dengan ‘uzlah, hati memasuki lapangan tafakkur.  – Ibnu ‘Athā’illāh al-Iskandarī –   ‘Uzlah (menyendiri) merupakan cara terbaik bagi seorang murīd untuk membersihkan hati dari segala kelalaian dan mendekatkan diri kepada Tuhannya. Tafakkur itu umpama sebuah lapangan. Di sana, hati berputur-putar seperti seekor kuda yang berpacu di sebuah arena pacuan.…
Lewat ke baris perkakas