10 Keutamaan ‘Uzlah – Mutu Manikam dari Kitab al-Hikam

BAB 10 Penjelasan Tentang KEUTAMAAN ‘UZLAH   12. مَا نَفَعَ الْقَلْبَ شَيْئٌ مِثْلَ عُزْلَةٍ يَدْخُلُ بِهَا مِيْدَانُ فِكْرَةٍ “Tak ada sesuatu yang lebih bermanfaat atas hati sebagaimana ‘uzlah, sebab dengan memasuki ‘uzlah alam pemikiran kita akan menjadi lapang.” ‘Uzlah artinya mengasingkan diri dari dunia ramai, masuk ke dunia kesendirian, dengan tujuan menghidupkan jiwa dan mensucikan pikiran dari pengaruh yang merusak. Dengan ‘uzlah akan memperkuat pikiran sehat, menerangi logika dengan sinar…

09 Ber’amal Agar Termasyhur – Mutu Manikam dari Kitab al-Hikam

BAB 9 Penjelasan Tentang BER-‘AMAL AGAR TERMASYHUR   11. اِدْفِنْ وُجُوْدَكَ فِيْ أَرْضِ الْخُمُوْلِ فَمَا نَبَتَ مِمَّا لَمْ يُدْفَنْ لَا يَتِمَّ نَتَائِجُهُ “Tanamlah wujūd dirinya pada tanah yang dalam, karena tidak akan tumbuh suatu tanaman pun, apabila ia tidak ditanam.” Syaikh Aḥmad ‘Athā’illāh mengingatkan: “Tidak ada ‘amal perbuatan yang lebih berbahaya dari keinginan ber-‘amal agar termasyhur. Karena perbuatan itu walaupun demi untuk kebaikan namamu, akan tetapi bertolak sebagai ‘amal yang…

08 Ruh ‘Amal Itu Adalah Ikhlash – Mutu Manikam dari Kitab al-Hikam

BAB 8 Penjelasan Tentang RŪḤ ‘AMAL ITU ADALAH IKHLĀSH   8. تَنَوَّعَتْ أَجْنَاسُ الْأَعْمَالِ لَتَنَوُّعِ وَارِدَاتِ الْأَحْوَالِ 9. اَلْأَعْمَالُ صُوَرٌ قَائِمَةٌ وَ أَرْوَاحُهَا وُجُوْدُ سِرِّ الْإِخْلاَصِ فِيْهَا “Ada beraneka ragam jenis ‘amal menurut situasi dan kondisi yang masuk ke dalam hati manusia. Kerangkanya adalah perbuatan yang jelas, sedangkan ruhnya adalah ikhlas.” Tanda dari semua kemakrifatan dan sifat al-iḥsān kepada Allah tidak lain adalah tekun dan rajin beribadah. Itu semua dilaksanakan…

07 Ma’rifat Kepada Allah – Mutu Manikam dari Kitab al-Hikam

BAB 7 Penjelasan Tentang MA‘RIFAT KEPADA ALLAH 8. إِذَا فَتَحَ لَكَ وِجْهَةً مِنَ التَّعَرُّفِ فَلَا تُبَالِ مَعَهَا إِنْ قَلَّ عَمَلُكَ فَإِنَّهُ مَا فَتَحَهَا لَكَ إِلَّا وَ هُوَ يُرِيْدُ أَنْ يَتَعَرَّفَ إِلَيْكَ أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ التَّعَرُّفَ هُوَ مُوْرِدُهُ عَلَيْكَ وَ الْأَعْمَالُ أَنْتَ مُهْدِيهَا إِلَيْهِ وَ أَيْنَ مَا تُهْدِيْهِ إِلَيْهِ مِمَّا هُوَ مُوْرِدُهُ عَلَيْكَ “Apabila Allah s.w.t. telah membukakan pintu makrifat untuk seorang hamba, karena dengan makrifat Allah itu, engkau tidak perlu…

06 Penundaan Terkabulnya Doa – Mutu Manikam dari Kitab al-Hikam

BAB 6 Penjelasan Tentang PENUNDAAN TERKABULNYA DOA   6. لَا يَكُنْ تَأَخُّرُ أَمَدِ الْعَطَاءِ مَعَ الْاِلْحَاحِ فِي الدُّعَاءِ مُوْجِبًا لِيَأْسِكَ فَهُوَ ضَمِنَ لَكَ الْإِجَابَةَ فِيْمَا يَخْتَارُهُ لَكَ لَا فِيْمَا تَخْتَارُ لِنَفْسِكَ وَ فِي الْوَقْتِ الَّذِيْ يُرِيْدُ لَا فِي الْوَقْتِ الَّذِيْ تُرِيْدُ “Belum terkabulnya doa si hamba, setelah berusaha berulang-ulang berdoa penuh harapan, jangan sampai berputus asa, karena belum terkabulnya doa kita. Sebab Allah s.w.t. telah memberi jaminan diterimanya doa setiap…

05 Rezeki Yang Telah Ditetapkan – Mutu Manikam dari Kitab al-Hikam

BAB 5 Penjelasan Tentang REZEKI YANG TELAH DITETAPKAN   5. اِجْتِهَادُكَ فِيْمَا ضُمِنَ لَكَ وَ تَقْصِيْرُكَ فِيْمَا طُلِبَ مِنْكَ دَلِيْلٌ عَلَى انْطِمَاسِ الْبَصِيْرَةِ مِنْكَ “Kesungguhan dalam mencari rezeki yang telah dijamin oleh Allah akan mendapatkannya, dan mengurangi dari apa yang diwajibkan padamu, adalah termasuk sifat yang menunjukkan bashīrah (mata hati) yang tertutup.” Sesuatu yang telah dijamin oleh Allah kepada seorang hamba adalah rezeki. Sesuatu yang diminta pertanggungjawaban oleh Allah adalah…

04 Ihwal Orang-orang ‘Arif Dalam Persoalan Tadbir – Mutu Manikam dari Kitab al-Hikam

BAB 4 Penjelasan Tentang IḤWĀL ORANG-ORANG ‘ĀRIF DALAM PERSOALAN TADBĪR   4. أَرِحْ نَفْسَكَ مِنَ التَّدْبِيْرِ فَمَا قَامَ بِهِ غَيْرُكَ عَنْكَ لَا تَقُمْ بِهِ لِنَفْسِكَ “Tenangkan dirimu dari memikirkan urusan duniawi, karena apa yang telah direncanakan Allah s.w.t. bagimu, tidak perlu kamu sibuk memikirkannya.” Tadbīr itu adalah rencana masa depan seorang hamba sesuai dengan kemauan dan kesanggupannya. Hal ini bukannya tidak diperkenankan kepada manusia, akan tetapi manusia perlu memahami bahwasanya…

03 Penjelasan Tentang Gelora Kemauan – Mutu Manikam dari Kitab al-Hikam

BAB 3 Penjelasan Tentang GELORA KEMAUAN   3. سَوَابِقُ الْهِمَمِ لَا تَحْرِقُ أَسْرَارَ الْأَقْدَارِ. “Himmah (kuatnya kemauan) yang bergelora, tidak mampu mengoyak tabir taqdīr Allah.” Kemauan keras (himmah sawābiq) termasuk suatu kekuatan yang dimiliki manusia atas idzin Allah untuk memperoleh sesuatu yang dicari dalam kehidupan duniawi. Kemauan keras ini adalah pendorong untuk memperoleh suatu cita-cita, namun demikian semangat dan cita-cita hamba Allah, tetap berkaitan erat dengan iradah dan idzin Allah…

02 Penjelasan Perihal Orang-orang Shadiqin di dalam Tajrid – Mutu Manikam dari Kitab al-Hikam

BAB 2 Penjelasan Perihal Orang-orang Shādiqīn DI DALAM TAJRĪD   2. إِرَادَتُكَ التَّجْرِيْدُ مَعَ إِقَامَةِ اللهِ إِيَّاكَ فِي الْأَسْبَابِ مِنَ الشَّهْوَةِ الْخَفِيَّةِ وَ إِرَادَتُكَ الْأَسْبَابَ مَعَ إِقَامَةِ اللهِ إِيَّاكَ فِي التَّجْرِيْدِ انْحِطَاطٌ مِنَ الْهِمَّةِ الْعَلِيَّةِ “Kehendakmu agar semata-mata beribadah, padahal Allah sudah menempatkan dirimu sebagai golongan orang yang harus berusaha untuk mendapatkan kehidupan duniamu (sehari-hari), maka keinginan seperti itu termasuk perbuatan (keinginan) syahwat yang halus. Sedangkan keinginanmu untuk berusaha, padahal…