Menjawab Semua yang Ditanyakan Adalah Tanda Kebodohan – Syarah al-Hikam – asy-Syarqawi

Menjawab Semua Yang Ditanyakan Adalah Tanda Kebodohan.   71. مَنْ رَأَيْتَهُ مُجِيْبًا عَنْ كُلِّ مَا سُئِلَ وَ مُعَبِّرًا عَنْ كُلِّ مَا شَهِدَ وَ ذَاكِرًا كُلَّ مَا عَلِمَ فَاسْتَدِلَّ بِذلِكَ عَلَى وُجُوْدِ جَهْلِهِ. Bukti kebodohan seseorang adalah selalu menjawab semua pertanyaan, menceritakan semua yang dilihat, dan menyebut semua yang diketahui. – Ibnu ‘Athā’illāh al-Iskandarī –   Seorang murīd atau orang ‘ārif dianggap bodoh jika ia selalu menjawab, dengan mengungkapkan semua yang…

Dua Macam Hamba Allah: Muqarrabin Dan Abrar – Syarah al-Hikam – asy-Syarqawi

Dua Macam Hamba Allah: Muqarrabīn Dan Abrār.   69. إِذَا رَأَيْتَ عَبْدًا أَقَامَهُ اللهُ تَعَالى بِوُجُوْدِ الْأَوْرَادِ وَ أَدَامَهُ عَلَيْهَا مَعَ طُوْلِ الْأَمْدَادَ فَلَا تَسْتَحْقِرَنَّ مَا مَنَحَ مَوْلَاهُ لِأَنَّكَ لَمْ تَرَ عَلَيْهِ سِيْمَا الْعَارِفِيْنَ وَ لَا بَهْجَةَ الْمُحِبِّيْنَ فَلَوْ لَا وَارِدَ مَا كَانَ وِرْدٌ. Jangan kau pandang sebelah mata seorang hamba yang telah ditetapkan, dilanggengkan, dan ditolong Allah dalam melaksanakan berbagai wirid, hanya karena kau tidak melihat dalam dirinya tanda…

Sanksi Yang Ditangguhkan Bisa Jadi Merupakan Istidraj – Syarah al-Hikam – asy-Syarqawi

Sanksi Yang Ditangguhkan Bisa Jadi Merupakan Istidrāj (Sanksi Yang Ditimpakan Secara Berangsur-angsur Dan Tanpa Disadari).   68. مِنْ جَهْلِ الْمُرِيْدِ أَنْ يُسِيْءَ الْأَدَبَ فَتُؤَخِّرَ الْعُقُوْبَةُ عَنْهُ فَيَقُوْلُ: لَوْ كَانَ هذَا سُوْءُ أَدَبٍ لَقُطِعَ الْأَمْدَادُ وَ أَوْجَبَ الْإِبْعَادُ فَقَدْ يُقْطَعُ الْمَدَدُ عَنْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَشْعُرُ وَ لَوْ لَمْ يَكُنْ إِلَّا مَنْعُ الْمَزِيْدِ وَ قَدْ يُقَامُ مَقَامَ الْبُعْدِ وَ هُوَ لَا يَدْرِيْ وَ لَوْ لَمْ يَكُنْ إِلَّا أَنْ يُخَلِّيَكَ وَ مَا

Kecewa Terhadap Sesuatu Adalah Kemerdekaan Dari Perbudakannya – Syarah al-Hikam – asy-Syarqawi

Kecewa Terhadap Sesuatu Adalah Kemerdekaan Dari Perbudakannya.   64. أَنْتَ حُرٌّ مِمَّا أَنْتَ عَنْهُ آيِسٌ وَ عَبْدٌ لِمَا أَنْتَ لَهُ طَامِعٌ. Kau merdeka dari segala yang tidak kauinginkan dan kau budak dari segala yang kauinginkan. – Ibnu ‘Athā’illāh al-Iskandarī –   Ini adalah dalil lain yang menunjukkan betapa buruknya ketamakan dan terpujinya keengganan terhadap para makhluk dan sikap qanā‘ah terhadap rezeki yang sudah dibagi. Ketamakan pada sesuatu sama saja dengan…

Salah Satu Penyebab Utama Kehinaan Diri Adalah Ketamakan – Syarah al-Hikam – asy-Syarqawi

Salah Satu Penyebab Utama Kehinaan Diri Adalah Ketamakan.   62. مَا بَسَقَتْ أَغْصَانُ ذُلٍّ إِلَّا عَلَى بِذْرِ طَمَعٍ. Tidaklah tumbuh dahan-dahan kehinaan, kecuali dari benih ketamakan. – Ibnu ‘Athā’illāh al-Iskandarī –   Ibnu ‘Athā’illāh mengumpamakan kehinaan dengan sebuah pohon. Dahan-dahannya adalah perumpamaan bagi berbagai jenis kehinaan. Ia juga mengumpamakan ketamakan dengan sebuah benih. Seakan Ibnu ‘Athā’illāh berkata: “Jangan kau tanam benih ketamakan di hatimu sehingga akan tumbuh menjadi pohon kehinaan…

Cahaya Adalah Tentara Hati Dan Kegelapan Adalah Tentara Nafsu – Syarah al-Hikam – asy-Syarqawi

Cahaya Adalah Tentara Hati Dan Kegelapan Adalah Tentara Nafsu.   58. النُّوْرُ جُنْدُ الْقَلْبِ كَمَا أَنَّ الظُّلْمَةَ جُنْدُ النَّفْسِ فَإِذَا أَرَادَ اللهُ أَنْ يَنْصُرَ عَبْدَهُ أَمَدَّهُ بِجُنُوْدِ الْأَنْوَارِ وَ قَطَعَ عَنْهُ مَدَدَ الظُّلَمِ وَ الْأَغْيَارِ Cahaya adalah tentara qalbu dan kegelapan adalah prajurit nafsu. Jika Allah ingin menolong hamba-Nya, Allah akan membantunya dengan bala tentara cahaya dan memutus bantuan prajurit kegelapan dan keduniaan. – Ibnu ‘Athā’illāh al-Iskandarī –   Dengan…

Zuhud Adalah Faktor Terbesar Dalam Menumbuhkan ‘Amal – Syarah al-Hikam – asy-Syarqawi

Zuhud Adalah Faktor Terbesar Dalam Menumbuhkan ‘Amal   47. مَا قَلَّ عَمَلٌ بَرَزَ مِنْ قَلْبٍ زَاهِدٍ وَ لَا كَثُرَ عَمَلٌ بَرَزَ مِنْ قَلْبٍ رَاغِبٍ ‘Amal sedikit dari hati yang zāhid tidak bisa dikatakan sedikit. ‘Amal banyak dari hati yang tamak tidak bisa dikatakan banyak. – Ibnu ‘Athā’illāh al-Iskandarī –   Seorang zāhid adalah orang yang tidak bergantung pada dunia. ‘Amalnya, walaupun secara kasatmata tampak sedikit, secara maknawi amatlah banyak karena…

Persahabatan Dan Orang Yang Pantas Dijadikan Sahabat – Syarah al-Hikam – asy-Syarqawi

Persahabatan Dan Orang Yang Pantas Dijadikan Sahabat.   45. لَا تَصْحَبْ مَنْ لَا يُنْهِضُكَ حَالُهُ وَ لَا يَدُلُّكَ عَلَى اللهِ مَقَالُهُ Jangan kau temani orang yang keadaannya tidak membuatmu bersemangat dan ucapannya tidak membimbingmu ke jalan Allah. – Ibnu ‘Athā’illāh al-Iskandarī –   Seorang murīd dilarang berteman dengan orang semacam itu sekalipun orang itu adalah ahli ibadah atau ahli zuhud karena dianggap tidak ada gunanya. Sebaliknya, kau disarankan berteman dengan…

Setiap Perkara Yang Menimpa Manusia Ditujukan Agar Manusia Bersandar Kepada Allah – Syarah al-Hikam – asy-Syarqawi

Setiap Perkara Yang Menimpa Manusia Ditujukan Agar Manusia Bersandar Kepada Allah.   .40 لَا تَرْفَعَنَّ إِلَى غَيْرِهِ حَاجَةً هُوَ مُوْرِدُهَا عَلَيْكَ فَكَيْفَ يَرْفَعُ غَيْرَهُ مَا كَانَ هُوَ لَهُ وَاضِعًا مَنْ لَا يَسْتَطِيْعُ أَنْ يَرْفَعَ حَاجَةً عَنْ نَفْسِهِ فَكَيْفَ يْسْتَطِيْعُ أَنْ يَكُوْنَ لَهَا عَنْ غَيْرِهِ رَافِعًا Jangan mengadukan musibah kepada selain Allah. Karena Allah semata yang menurunkannya. Bagaimana mungkin selain Allah dapat mengangkat musibah yang telah ditetapkan-Nya? Bagaimana mungkin orang yang…

Pangkal Setiap Kelalaian Dan Maksiat Adalah Merasa Puas Diri – Syarah al-Hikam – asy-Syarqawi

Pangkal Setiap Kelalaian Dan Maksiat Adalah Merasa Puas Diri.   35. أَصْلُ كُلِّ مَعْصِيَةٍ وَ غَفْلَةٍ وَ شَهْوَةٍ الرِّضَا عَنِ النَّفْسِ وَ أَصْلُ كُلِّ طَاعَةٍ وَ يَقَظَةٍ وَ عِفَّةٍ عَدَمُ الرِّضَا مِنْكَ عَنْهَا. Pangkal segala maksiat, kelalaian, dan syahwat adalah sikap puas terhadap keadaan diri sendiri. Pangkal segala ketaatan, kesadaran, dan kesucian adalah sikap tidak puas dengan keadaan diri sendiri. – Ibnu ‘Atha’illah al-Iskandari –   Maksiat berarti menentang semua…