Rahasia Ilahi Bukanlah Tujuan Utama Orang ‘Arif – Syarah al-Hikam – asy-Syarqawi

Rahasia Ilahi Bukanlah Tujuan Utama Orang ‘Ārif.   20 مَا أَرَادَتْ هِمَّةُ سَالِكٍ أَنْ تَقِفَ عِنْدَ مَا كُشِفَ لَهَا إِلَّا وَ نَادَتْهُ هَوَاتِفُ الْحَقِيْقَةِ الَّذِيْ تَطْلُبُ أَمَامَكَ وَ لَا تَبَرَّجَتْ ظَوَاهِرُ الْكَوَّنَاتِ إِلَّا وَ نَادَتْكَ حَقَائِقُهَا: إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ Di satu tekad seorang sālik ingin berhenti pada apa yang tersingkap baginya, suara-suara hakikat pun memperingatkannya: “Yang kau cari ada di depanmu!” Dan di saat pesona alam tampak menggoda,…

Bodohanya Orang Yang Ingin Mengubah Kehendak Allah – Syarah al-Hikam – asy-Syarqawi

Bodohanya Orang Yang Ingin Mengubah Kehendak Allah.   17. مَا تَرَكَ مِنَ الْجَهْلِ شَيْئًا مَنْ أَرَادَ أَنْ يُحْدِثَ فِي الْوَقْتِ غَيْرَ مَا أَظْهَرَهُ اللهُ فِيْهِ Alangkah bodohnya orang yang menghendaki sesuatu terjadi pada waktu yang tidak dikehendaki-Nya. – Ibnu ‘Athā’illāh al-Iskandarī –   Jika hati atau tubuh seorang murīd sedang berada dalam satu keadaan (aḥwāl) tertentu, ia harus tetap menjaga kesopanan di hadapan Allah dengan merelakan diri untuk tetap berada…

Hati Tidak Mungkin Bersinar Manakala Keduniaan Menutupinya – Syarah al-Hikam – asy-Syarqawi

Hati Tidak Mungkin Bersinar Manakala Keduniaan Menutupinya.   13. كَيْفَ يَشْرُقُ قَلْبٌ صُوَرُ الْأَكْوَانِ مِنْطَبِعَةٌ فِيْ مِرْآتِهِ أَمْ كَيْفَ يَرْحَلُ إِلَى اللهِ وَ هُوَ مُكَبَّلٌ بِشَهَوَاتِهِ أَمْ كَيْفَ يَطْمَعُ أَنْ يَدْخُلَ حَضْرَةَ اللهِ وَ هُوَ لَمْ يَتَطَهَّرْ مِنْ جَنَابِةِ غَفَلَاتِهِ أَمْ كَيْفَ يَرْجُوْ أَنْ يَفْهَمَ دَقَائِقَ الْأَسْرَارِ وَ هُوَ لَمْ يَتُبْ مِنْ هَفَوَاتِهِ. Bagaimana mungkin qalbu akan bersinar, sedangkan bayang-bayang dunia masih terpampang di cerminnya? Bagaimana mungkin akan pergi menyongsong…

Kemasyhuran Sangat Membahayakan Seorang Murid – Syarah al-Hikam – asy-Syarqawi

Kemasyhuran Sangat Membahayakan Seorang Murid.   11. اِدْفِنْ وُجُوْدَكَ فِيْ أَرْضِ الْخُمُوْلِ فَمَا نَبَتَ مِمَّا لَمْ يُدْفَنْ لَا يَتِمَّ نَتَائِجُهُ. Kuburlah dirimu di tanah kerendahan karena sesuatu yang tumbuh tanpa dikubur (ditanam) hasilnya kurang sempurna. – Ibnu ‘Athā’illāh al-Iskandarī –   Maksud “tanah kerendahan” adalah tanah yang di sana popularitas tak tumbuh subur. Maksud “kuburlah dirimu di sana” adalah kau tidak usah menempuh sebab-sebab popularitas, seperti dengan cara menawarkan dirimu…

Makrifat Allah Tidak Ada Kaitannya Dengan ‘Amalmu – Syarah al-Hikam – asy-Syarqawi

Makrifat Allah Tidak Ada Kaitannya Dengan ‘Amalmu.   8. إِذَا فَتَحَ لَكَ وِجْهَةً مِنَ التَّعَرُّفِ فَلَا تُبَالِ مَعَهَا إِنْ قَلَّ عَمَلُكَ فَإِنَّهُ مَا فَتَحَهَا لَكَ إِلَّا وَ هُوَ يُرِيْدُ أَنْ يَتَعَرَّفَ إِلَيْكَ أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ التَّعَرُّفَ هُوَ مُوْرِدُهُ عَلَيْكَ وَ الْأَعْمَالُ أَنْتَ مُهْدِيهَا إِلَيْهِ وَ أَيْنَ مَا تُهْدِيْهِ إِلَيْهِ مِمَّا هُوَ مُوْرِدُهُ عَلَيْكَ Jika Tuhan membukakan untukmu pintu makrifat, jangan kaupertanyakan ‘amalmu yang sedikit. Karena Dia tidak akan membukakan pintu…

Orang ‘Arif Tidak Mencampuri Urusan Allah – Syarah al-Hikam – asy-Syarqawi

Orang ‘Ārif Tidak Mencampuri Urusan Allah.   3. سَوَابِقُ الْهِمَمِ لَا تَحْرِقُ أَسْرَارَ الْأَقْدَارِ. Tekad yang kuat takkan mampu menembus dinding takdir. – Ibnu ‘Athā’illāh al-Iskandarī –   Tekad adalah kekuatan jiwa yang bisa memengaruhi segala sesuatu. Orang-orang sufi menyebutnya dengan himmah. Tekad ini takkan berpengaruh apa-apa, kecuali dengan takdir dan ketentuan Allah. Hikmah di atas menguatkan hikmah sebelum dan sesudahnya. Seakan Ibnu ‘Athā’illāh ingin menyatakan bahwa keinginanmu tidak akan…

10 Keutamaan ‘Uzlah – Mutu Manikam dari Kitab al-Hikam

BAB 10 Penjelasan Tentang KEUTAMAAN ‘UZLAH   12. مَا نَفَعَ الْقَلْبَ شَيْئٌ مِثْلَ عُزْلَةٍ يَدْخُلُ بِهَا مِيْدَانُ فِكْرَةٍ “Tak ada sesuatu yang lebih bermanfaat atas hati sebagaimana ‘uzlah, sebab dengan memasuki ‘uzlah alam pemikiran kita akan menjadi lapang.” ‘Uzlah artinya mengasingkan diri dari dunia ramai, masuk ke dunia kesendirian, dengan tujuan menghidupkan jiwa dan mensucikan pikiran dari pengaruh yang merusak. Dengan ‘uzlah akan memperkuat pikiran sehat, menerangi logika dengan sinar…

09 Ber’amal Agar Termasyhur – Mutu Manikam dari Kitab al-Hikam

BAB 9 Penjelasan Tentang BER-‘AMAL AGAR TERMASYHUR   11. اِدْفِنْ وُجُوْدَكَ فِيْ أَرْضِ الْخُمُوْلِ فَمَا نَبَتَ مِمَّا لَمْ يُدْفَنْ لَا يَتِمَّ نَتَائِجُهُ “Tanamlah wujūd dirinya pada tanah yang dalam, karena tidak akan tumbuh suatu tanaman pun, apabila ia tidak ditanam.” Syaikh Aḥmad ‘Athā’illāh mengingatkan: “Tidak ada ‘amal perbuatan yang lebih berbahaya dari keinginan ber-‘amal agar termasyhur. Karena perbuatan itu walaupun demi untuk kebaikan namamu, akan tetapi bertolak sebagai ‘amal yang…

08 Ruh ‘Amal Itu Adalah Ikhlash – Mutu Manikam dari Kitab al-Hikam

BAB 8 Penjelasan Tentang RŪḤ ‘AMAL ITU ADALAH IKHLĀSH   8. تَنَوَّعَتْ أَجْنَاسُ الْأَعْمَالِ لَتَنَوُّعِ وَارِدَاتِ الْأَحْوَالِ 9. اَلْأَعْمَالُ صُوَرٌ قَائِمَةٌ وَ أَرْوَاحُهَا وُجُوْدُ سِرِّ الْإِخْلاَصِ فِيْهَا “Ada beraneka ragam jenis ‘amal menurut situasi dan kondisi yang masuk ke dalam hati manusia. Kerangkanya adalah perbuatan yang jelas, sedangkan ruhnya adalah ikhlas.” Tanda dari semua kemakrifatan dan sifat al-iḥsān kepada Allah tidak lain adalah tekun dan rajin beribadah. Itu semua dilaksanakan…

07 Ma’rifat Kepada Allah – Mutu Manikam dari Kitab al-Hikam

BAB 7 Penjelasan Tentang MA‘RIFAT KEPADA ALLAH 8. إِذَا فَتَحَ لَكَ وِجْهَةً مِنَ التَّعَرُّفِ فَلَا تُبَالِ مَعَهَا إِنْ قَلَّ عَمَلُكَ فَإِنَّهُ مَا فَتَحَهَا لَكَ إِلَّا وَ هُوَ يُرِيْدُ أَنْ يَتَعَرَّفَ إِلَيْكَ أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ التَّعَرُّفَ هُوَ مُوْرِدُهُ عَلَيْكَ وَ الْأَعْمَالُ أَنْتَ مُهْدِيهَا إِلَيْهِ وَ أَيْنَ مَا تُهْدِيْهِ إِلَيْهِ مِمَّا هُوَ مُوْرِدُهُ عَلَيْكَ “Apabila Allah s.w.t. telah membukakan pintu makrifat untuk seorang hamba, karena dengan makrifat Allah itu, engkau tidak perlu…