skip to Main Content
01-5 Kufur – Risalah Qusyairiyah

01-5 Kufur – Risalah Qusyairiyah

BAB I PRINSIP-PRINSIP TAUHID DALAM PANDANGAN KAUM SUFI (Bagian 5)   KUFUR Al-Wāsithiy ditanya soal kufur bagi dan kepada Allah. Jawabnya: “Kufur dan iman, dunia dan akhirat; dari Allah, kepada Allah, bersama Allah dan bagi Allah. Dari Allah sebagai permulaan dan awal pemunculan, dan kepada Allah sebagai tempat kembali dan pangkalnya, bersama Allah baqā’ dan fanā’nya, dan bagi Allah kerajaan dan ciptaan.” Dikatakan oleh al-Junaid: bahwa sebagian ulama bertanya soal…

  • 09/20/2017
01-4 Rezeki – Risalah Qusyairiyah

01-4 Rezeki – Risalah Qusyairiyah

BAB I PRINSIP-PRINSIP TAUHID DALAM PANDANGAN KAUM SUFI (Bagian 4)   REZEKI Rezeki hamba diciptakan hanya untuk Allah s.w.t. begitu juga tak ada Pencipta bagi mutiara-mutiara dan materi, kecuali Allah s.w.t. Abū Sa‘īd al-Kharrāz mengatakan: “Siapa saja yang menduga bahwa apabila seseorang mencurahkan tenaganya terhadap tujuan yang diraihnya, berarti ia tertolong. Dan barang siapa menduga tanpa jerih payah akan mendapatkan yang diraihnya, berarti hanya angan-angan belaka.” Al-Wāsithiy berkata: “Maqām-maqām (tahapan)…

  • 09/20/2017
005 Bab 5 – Qaum Shufi & Tingkatannya – Al Luma’

005 Bab 5 – Qaum Shufi & Tingkatannya – Al Luma’

BĀB V CIRI KHĀSH QAUM SHŪFĪ DARI ETIKA, KONDISI DAN ‘ILMU YANG MEMBEDAKAN MEREKA DARI ‘ULAMĀ’ YANG LAIN   Syekh Abū Nashr as-Sarrāj – raḥimahullāh – berkata: hal pertama yang merupakan ciri khāsh qaum Shūfī yang membedakannya dari ‘ulamā’ yang lain setelah mereka bisa melakukan semua kewajiban dan meninggalkan larangan, adalah meninggalkan hal-hal yang tidak dianggap perlu dan penting, memutus semua hubungan yang hanya akan menghambat antara mereka dengan apa…

  • 09/17/2017
2-4 Tahapan Tobat – Minhaj-ul-Abidin (Bagian 4)

2-4 Tahapan Tobat – Minhaj-ul-Abidin (Bagian 4)

BAB II TAHAPAN TOBAT (Bagian 4)   Pasal: Selanjutnya, ketahuilah bahwa Tahapan Tobat ini, merupakan tahapan atau tanjakan yang sangat sulit ditempuh, tetapi sangat urgen dan besar bahaya yang merintanginya. Telah sampai kepadaku, berita tentang orang yang sangat alim dan mengamalkan ilmunya. Abī Isḥāq al-Isfarayl berkata: “Aku telah berdoa kepada Allah s.w.t. selama 30 tahun agar aku dianugerahi tobat secara murni dan sungguh-sungguh (taubat nashūḥā). Hingga aku merasa heran dan…

  • 09/10/2017
2-3 Tahapan Tobat – Minhaj-ul-Abidin (Bagian 3)

2-3 Tahapan Tobat – Minhaj-ul-Abidin (Bagian 3)

BAB II TAHAPAN TOBAT (Bagian 3)   Agar dapat keluar dan terbebas dari dosa, maka ketahuilah bahwa dosa itu, secara garis besar ada 3 macam, yaitu: Pertama: Dosa meninggalkan kewajiban-kewajiban yang telah diwajibkan oleh Allah kepada Anda, seperti meninggalkan shalat, puasa, kaffarat dan lain sebagainya. Maka Anda harus mengganti atau mengqadhakannya. Kedua: Dosa Anda terhadap Allah s.w.t. seperti dosa minum khamar, bermain seruling (alat musik yang membuat lalai kepada Allah…

  • 09/04/2017
2-2 Tahapan Tobat – Minhaj-ul-Abidin (Bagian 2)

2-2 Tahapan Tobat – Minhaj-ul-Abidin (Bagian 2)

BAB II TAHAPAN TOBAT (Bagian 2)   Apabila dikatakan, bukankah Nabi s.a.w. bersabda: النَّدَمُ تُوْبَةٌ Artinya: “Menyesali dosa adalah tobat.” Dan beliau tidak menyebutkan syarat-syarat dan yang Anda kemukakan tersebut yang terasa begitu memberatkan? Maka dikatakan padanya sebagai jawabannya, ketahuilah bahwa penyesalan (an-nadāmah) itu, tidak berada pada kekuasaan seorang hamba. Cobalah Anda renungkan, bisa saja seseorang merasa menyesal di dalam hatinya terhadap perkara yang diperbuatnya, padahal ia ingin hal itu tidak…

  • 09/04/2017
Back To Top