skip to Main Content

3-5-2 Tahapan Rintangan – Hati | Minhaj-ul-Abidin

Jika dikatakan, bahwa urusan hati ini sangat penting. Karena itu, beritahukanlah kepadaku tentang usaha-usaha yang dapat menjadikan hati baik dan berbagai afat yang dapat menjadikan hati rusak, dengan harapan semoga kiranya aku dapat bersungguh-sungguh menjalankan hal itu. Maka, kepadanya dikatakan, ketahuilah bahwa penjelasan secara terperinci mengenai masalah ini sangat panjang, yang tidak memungkinkan untuk dijelaskan secara tuntas di dalam kitab yang ringkas ini. Para ulama akhirat menaruh perhatian besar, mereka…

  • 02/24/2018

3-5-1 Tahapan Rintangan – Hati | Minhaj-ul-Abidin

Pasal 4: Hati.   Kemudian, anda berkewajiban menjaga hati dan memperbaikinya, serta mengawasi gerak-gerik hati dengan pengawasan yang sungguh-sungguh. Karena, hati adalah anggota tubuh yang paling mengkhawatirkan, pengaruhnya paling kuat, permasalahannya sangat pelik, paling sulit memperbaiki dan merawatnya. Dalam hubungannya dengan masalah ini, berikut aku sampaikan lima hal pokok penting, yaitu: Pertama: Firman Allah s.w.t.: يَعْلَمُ خَائِنَةَ الأَعْيُنِ وَ مَا تُخْفِي الصُّدُوْرُ Artinya: “Allah mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan…

  • 02/22/2018

3-4-5 Tahapan Rintangan – Nafsu | Minhaj-ul-Abidin

Pasal 3: Lisan.   Anda harus menjaga, membatasi dan mengendalikan lidah. Karena lidah adalah anggota tubuh yang paling usil dan durhaka, paling banyak mengakibatkan kerusakan dan permusuhan. Aku telah meriwayatkan dari Sufyān bin ‘Abdullāh bahwasanya ia berkata: “Aku pernah bertanya kepada Rasūlullāh s.a.w.: “Wahai Rasūlullāh, apakah yang paling baginda khawatirkan atasku?” Lalu Rasūlullāh s.a.w. memegang lisannya sendiri, lalu bersabda: “(Lidah) ini.” Diriwayatkan dari Yūnus bin ‘Abdullāh, ia berkata: “Aku kuat…

  • 02/21/2018

3-4-4 Tahapan Rintangan – Nafsu | Minhaj-ul-Abidin

Jika anda berkata: “Sekarang terangkanlah kepadaku mengenai perincian arti taqwā dan cara mengerjakannya dalam kaitannya dengan nafsu. Agar aku mengerti bagaimana cara mengendalikan nafsu sehingga bisa mewujudkan taqwā yang sebenar-benarnya sebagaimana yang anda terangkan itu.” Aku katakan, ya, baiklah, secara terperinci arti taqwā dalam kaitannya dengan nafsu, adalah anda harus mampu mengendalikan nafsu dengan tekad yang kuat, serta mencegahnya dari segala macam maksiat dan menjaganya dari berlebih-lebihan. Apabila anda dapat…

  • 02/18/2018
Risalah Qusyairiyah - Induk Ilmu Tasawuf

02-9 Ghaibah dan Hudhur – Risalah Qusyairiyah

BAB II-9 GHAIBAH DAN ḤUDHŪR   Ghaibah berarti kegaiban qalbu dari segala apa yang diketahui, berkaitan dengan apa yang berlaku pada tingkah laku makhluk, karena adanya faktor yang datang padanya, sehingga perasaannya tersibukkan oleh keghaiban yang tiba itu. Kemudian rasa itu, dengan sendirinya dan yang lainnya, menjadi ghaib, karena faktor yang tiba, akibat mengingat pahala atau memikirkan ancaman siksa. Diriwayatkan bahwa Rabī‘ bin Haitsam pergi ke rumah Ibnu Mas‘ūd r.a.…

  • 02/16/2018
Risalah Qusyairiyah - Induk Ilmu Tasawuf

02-8 Fana’ dan Baqa’ – Risalah Qusyairiyah

BAB II-8 FANĀ’ DAN BAQĀ’   Sejumlah Shufi mengisyaratkan Fanā’ pada gugurnya sifat-sifat tercela, sementara Baqā’ diisyaratkan sebagai kejelasan sifat-sifat terpuji. Kalaupun seorang hamba tidak terlepas dari salah satu sifat tersebut, maka dapatlah dimaklumi, sebenarnya, salah satu bagian apabila tidak dijumpai dalam diri manusia, maka dapatlah ditemui sifat satunya lagi. Barang siapa fanā’ dari sifat-sifat yang tercela, maka yang tampak adalah sifat-sifat terpuji. Sebaliknya, jika yang mengalahkan adalah sifat-sifat yang…

  • 02/13/2018
Back To Top