Hati Senang

2-17 Keselamatan Diri dari Kebodohan itu Adalah Dengan Berserah Diri – Al-Hikam – Ulasan Syaikh Ahmad Zarruq

BAB DUA Penjelasan tentang Maksud, Tawakkal dalam Upaya, dan Istiqāmah dalam Tawajjuh. Barang siapa memulai awal perjalanannya dengan kembali kepada Allah maka akhir perjalanannya akan berujung dalam wushul kepada-Nya. Barang siapa memulai awal perjalanannya dengan hukum ushul maka ia akan berujung pada pencapaian yang lebih unggul.   Kemudian Ibnu ‘Athā’illāh r.a. membuka bagian ini dengan penjelasan tentang mu‘āmalat. (40) Penyebutan riwayat hidup singkat pada bagian ini dimaksudkan sebagai pengagungan dan…

01 Al-Qur’an Terus Turun – Mengaji al-Hikam Syaikh Abu Madyan

MENGAJI AL-HIKAM Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Penguasa hari kemudian. Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon. Bimbinglah kami ke jalan yang lurus; jalan orang yang Engkau beri nikmat. Bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.(1) Ya Tuhan kami, jangan Engkau hukum kami jika kami lupa atau salah. Ya Tuhan kami, jangan Engkau bebankan kepada kami…

00 Pengantar Redaksi – Mengaji al-Hikam Syaikh Abu Madyan

PENGANTAR REDAKSI Jika “al-Hikam” disebut, barangkali yang pertama tebersit dalam benak anda adalah al-Hikam al-‘Atha’iyyah (karya Ibnu ‘Atha’illah). Kitab itu memang memukau: kedalaman makrifat yang memikat dalam untaian mutiara kata-kata yang memesona. Maka, wajar, jika ia sangat tenar. Namun, tahukah anda, sebelum al-Hikam Ibnu ‘Atha’illah itu ditulis, bahkan jauh sebelum penulisnya lahir, telah ada karya al-Hikam lain, yaitu al-Hikam al-Ghautsiyyah yang ditulis Abu Madyan Syu‘aib ibn al-Husain al-Anshari (Abu Madyan…

1-16 Allah s.w.t. Ada & Tidak Ada Sesuatu Pun Selain Dia – Al-Hikam – Ulasan Syaikh Ahmad Zarruq

16. كَيْفَ يُتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْئٌ وَ هُوَ الَّذِيْ أَظْهَرَ كُلَّ شَيْءٍ. “Bagaimana mungkin dikatakan bahwa Dia terhijab sesuatu sedangkan Dialah yang menampakkan segala sesuatu.” Sesungguhnya Dialah yang menampakkan segala sesuatu dari ketiadaan kepada wujūd. Ini merupakan dalil bagi segala maujūd, karena ia dikhususkan dengan kehendak-Nya, ditampakkan dengan kekuasaan-Nya, dikokohkan dengan hikmah-Nya, dan Dia tajallī di dalamnya dengan kasih-sayangNya.   16. كَيْفَ يُتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْئٌ وَ هُوَ الَّذِيْ ظَهَرَ

1-15 Ketiadaan Adalah Hijab Ketiadaan – Al-Hikam – Ulasan Syaikh Ahmad Zarruq

15. مِمَّا يَدُلُّكَ عَلى وُجُوْدِ قَهْرِهِ سُبْحَانَهُ أَنْ حَجَبَكَ عَنْهُ بِمَا لَيْسَ بِمَوْجُوْدٍ مَعَهُ “Di antara yang menunjukkanmu terhadap wujūd keperkasaan-Nya adalah keterhijabanmu dengan segala sesuatu yang tidak wujūd bersama-Nya.” Pencarian petunjuk yang dilakukan para sālik dimaksudkan untuk mengokohkan hakikat dari tarikan nafsu, bukan untuk penetapan secara mutlak, karena tujuan mereka berkisar pada pencarian kesempurnaan setelah penetapan asal yang merupakan urusan mendasar. Dan telah ditetapkan dalam nash bahwa sesungguhnya Allah…

1-14 Seluruh Semesta Adalah Kegelapan – Al-Hikam – Ulasan Syaikh Ahmad Zarruq

14. الْكَوْنُ كُلُّهُ ظُلْمَةٌ “Seluruh semesta adalah kegelapan.” Kegelapan tidak akan menunjukkan kepada apa pun. Sebaliknya, kegelapan menahan hamba dari apa pun. Maka, kegelapan harus dihilangkan agar tidak tercetak pada cermin hati. Jika hati terbebas dari kegelapan maka ia akan terbebas pula kebersandaran pada amal (28) dan kebersandaran pada segala yang lain. Seluruh semesta adalah kegelapan karena ia tiada dalam seluruh aḥwāl-nya. Di masa lalu dengan hakikat ahwal-nya, di masa…

1-13 Empat Penghalang Dalam Perjalanan Menuju Rahasia – Al-Hikam – Ulasan Syaikh Ahmad Zarruq

13. كَيْفَ يَشْرُقُ قَلْبٌ صُوَرُ الْأَكْوَانِ مُنْطَبِعَةٌ فِيْ مِرْآتِهِ….. “Bagaimanakah fenomena semesta tergambar pada cermin hati?” Gambaran fenomena itu menghalangi tampilnya penampakannya (tajalliyyatihi) dari tiga segi: Pertama, tercetaknya gambaran wujudnya dari sisi manfaat dan mudarat dan hal itu meniscayakan penyandaran kepadanya. Kedua, tercetaknya gambaran fenomena dari sisi keindahan dan kebaikan yang meniscayakan cinta, dan hal itu membutuhkan ‘ubudiyyah untuknya. Ketiga, tercetaknya gambaran dari sisi keinginan yang membutuhkan kelalaian darinya. Makna…

1-12 Tak Ada Yang Lebih Bermanfaat Bagi Hati Kecuali ‘Uzlah Yang Melaluinya Kita Memasuki Medan Pemikiran – Al-Hikam – Ulasan Syaikh Ahmad Zarruq

  12. مَا نَفَعَ الْقَلْبَ شَيْئٌ مِثْلَ عُزْلَةٍ يَدْخُلُ بِهَا مِيْدَانُ فِكْرَةٍ. “Tak ada yang lebih bermanfaat bagi hati kecuali ‘uzlah, yang melaluinya kita memasuki medan pemikiran.” Jelaslah, seseorang akan selamat dari segala sesuatu selain Allah dengan menetapi ‘uzlah dan cahaya ruhani akan semakin jelas memancar melalui pemikiran. ‘Uzlah yang tidak disertai dengan pemikiran akan mengarahkannya kepada kebodohan dan pemikiran tidak sah tanpa ‘uzlah. Maka, ‘uzlah adalah rumah pemikiran “dan…

1-11 Sembunyikanlah Ilmu, Amal, Keadaan Ruhani & Segala Sesuatu yang Membuatmu Diingat – Al-Hikam – Ulasan Syaikh Ahmad Zarruq

11. اِدْفِنْ وُجُوْدَكَ فِيْ أَرْضِ الْخُمُوْلِ “Tanamlah wujudmu di dalam tanah kerendahan!” Maksudnya, sembunyikanlah ilmu, amal, keadaan ruhani (aḥwāl) dan segala sesuatu yang membuatmu diingat. Sembunyikan segala sesuatu yang membuatmu dikenal, dipuji, bahak diagungkan sehingga kau mengabaikan dan melupakan air serta semua kekurangan dirimu, baik cacat yang mendasar, atau juga cacat yang lahir, dan yang batin. Berkaitan dengan hal ini, manusia terbagi tiga kelompok: Pertama, kelompok orang yang tenggelam dalam…
Lewat ke baris perkakas