Shalat : Postur Para Nabi – Tata Cara (1/3)

Syakh Ghulam Moinuddin

Judul Asli : The Book of Sufi Healing
Penerjemah : Arif Rakhmat
Penyunting : Ahmad Norma Permata
Penerbit : Yayasan Bentang Budaya, Yogyakarta

POSTUR 1

Angkatlah kedua tangan, telapak tangan terbuka, ke atas sampai telinga, dan letakkan ibu jari di bawah daun telinga, sambil mengucapkan Allahu akbar.

Nama postur: Niat

Waktu yang diperlukan: 5 detik

Bacaan: Allahu akbar

Pengaruh-pengaruh yang menguntungan: Tubuh terasa ringan karena berat badan terbagi pada kedua kaki. Luruskan bagian punggung untuk memperbaiki postur. Pikiran berada dalam keadaan terkendali. Pandangan lurus dengan berpusat pada lantai tempat kepala menyentuh permukaan lantai. Otot-otot punggung sebelah atas dan sebelah bawah dalam keadaan kendur. Pusat otak atas dan bawah menyatu untuk membentuk kesatuan tujuan.


POSTUR 2

Letakkan tangan di bawah pusar, tangan kanan di atas tangan kiri.

Nama postur: Qiyam Durasi: 40-60 detik

Pembacaan:

Bismillahir-Rahmânir-Rahim. Al-hamdu lillâhi rabbil-‘alamin. Ar-Rahmânir-Rahim. Mâliki yawmid-Dîn. lyyâka na budu wa tyyâka nasta’in. Ihdınâsh-shirât al-mustaqim. Shirâtalladzina an’amta ‘alayhîm Ghayril-maghdûbi ‘alayhim wa ladh-dhâlin. Amin.

(Dengan Nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Pemurah. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang Maha Pengasih, Maha Pemurah. Yang menguasai Hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah, dan hanya Kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kamı jalan yang lurus. Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat atas mereka. Bukan jalan mereka yang Engkau murkai, dan bukan pula jalan mereka yang sesat.)

Setelah bacaan ini, harus dibacakan setidak-tidaknya tiga ayat Qur’an (misal: Q.S. Al-Ikhlash, Al-Falaq atau An-Nas).

Pengaruh-pengaruh yang menguntungkan: Konsentrasi penuh, menyebabkan relaksasi pada kaki dan punggung, menggerakkan perasaan rendah hati, kesederhanaan dan ketaatan. Pada pembacaan ayat-ayat di atas, seluruh bunyi diucapkan dalam bahasa Arab, yang akan memacu penyebaran seluruh sifat Allah yang agung dalam derajat yang terkendali secara sempurna di seluruh tubuh, pikiran dan jiwa. Getaran suara vokal panjang a, i dan u akan memacu hati, kelenjar pineal, kelenjar pituitary, kelenjar adrenalin dan paru-paru, serta akan membersihkan dan meningkatkan fungsi seluruh bagian itu.


POSTUR 3

Bengkokkan pinggang, letakkan telapak tangan pada lutut dengan jari-jari menyebar. Punggung sejajar dengan permukaan lantai, sehingga jika sebuah gelas berada di atas punggung, gelas tersebut tidak akan tumpah. Mata memandang ke bawah, lurus. Jangan membengkokkan lutut.

Nama postur: Ruku

Durasi: 12 detik

Bacaan: Sewaktu membengkok bagian pinggang, bacalah Allâhu akbar, kemudian: Subhâna Rabbial-‘Adzîm. Subhâna Rabbi al-‘Adzîm. Subhâna Rabbi al-‘Adzîm. (Mahasuci Tuhanku Yang Maha Agung)

Pengaruh-pengaruh yang menguntungkan: Meregangkan otot punggung sebelah bawah, otot paha serta otot betis secara penuh. Darah akan terpompa ke atas tubuh. Menekan otot lambung, perut dan ginjal. Postur ini akan meningkatkan kepribadian, menggerakkan kasih sayang dan keharmonisan pada bagian sebelah dalam.

(bersambung)

Komentar

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak memulai diskusi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *