Hati Senang

5-1 Umayyah Binti Raqiqah – Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah SAW

Wanita Muslimah Teladan Sebagai Pembaiat dan Utusan Wanita Pembaiat Di kalangan para sahabat, terdapat beberapa wanita yang berbaiat (berjanji setia) di hadapan Rasūlullāh s.a.w. untuk taat dan setia kepada beliau, serta untuk selalu dalam keimanan. Di samping membaiat para sahabat laki-laki, Rasūlullāh s.a.w. juga membaiat para sahabat wanita, sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari ‘Ā’isyah r.a. yang berkata: “Rasūlullāh s.a.w. membaiat para wanita Sebagaimana yang dikisahkan dalam Surah al-Mumtaḥanah ayat 12.…

4-6 Fathimah Binti ‘Utbah bin Rabi’ah (Saudari Hindun Binti ‘Utbah) – Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah SAW

6. FĀTHIMAH BINTI ‘UTBAH BIN RABĪ‘AH (SAUDARI HINDUN BINTI ‘UTBAH) Bersama dengan saudarinya (Hindun binti ‘Utbah), Fāthimah binti ‘Utbah termasuk rombongan wanita muslimah yang berbaiat di hadapan Rasūlullāh s.a.w. setelah penaklukan kota Makkah (Fatḥu Makkah). Suatu hari, setelah masuk Islam, Fāthimah mendatangi Rasūlullāh s.a.w. dan berkata: “Wahai Rasūlullāh, dulu (sebelum masuk Islam) tidak ada kubah (bangunan masjid, penj.) yang ingin saya hancurkan di muka bumi ini selain kubahmu. Akan tetapi…

4-5 Al-Fari’ah Binti Abish-Shalt ats-Tsaqafiyyah (Saudari Umayyah bin Abish-Shalt) – Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah SAW

5. AL-FĀRI‘AH BINTI ABISH-SHALT ATS-TSAQAFIYYAH (SAUDARI UMAYYAH BIN ABISH-SHALT) Setiap orang yang hidup di masa al-Fāri‘ah, akan mengatakan bahwa dia adalah sosok wanita yang berwibawa, lembut, bijak, dan cantik. Saudaranya Umayyah mempunyai kedudukan dan pengaruh yang besar di kalangan kaum jahiliah karena kelihaiannya dalam bersyair. Setelah penaklukan kota Thā’if, al-Fāri‘ah datang menghadap Rasūlullāh s.a.w. (untuk masuk Islam). “Apakah anda hafal sebagian syair saudara anda?,” tanya Rasūlullāh s.a.w. kepada al-Fāri‘ah (13).…

4-4 Saffanah Binti Hatim ath-Tha’i (Saudari ‘Adi bin Hatim) – Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah SAW

4. SAFFĀNAH BINTI ḤĀTIM ATH-THĀ’Ī (SAUDARI ‘ADĪ BIN ḤĀTIM) Dialah satu di antara beberapa wanita yang santun dan fasih dalam bertutur kata dan sopan dalam beretika. Hal itu tidak mengherankan karena dia dibesarkan oleh seorang bapak yang terkenal dengan kemuliaannya, yaitu Ḥātim ath-Thā’ī. Pepatah bilang: “Barang siapa yang menyerupai ayahnya (dalam perangainya yang baik), dia tidak tersesat.” Suatu hari, bapaknya berkata padanya: “Wahai putriku, sesungguhnya dua orang mulia, apabila sama-sama…

4-3 Fathimah bint-il-Walid ibn-ul-Mughirah (Saudari Khalid bin Walid) – Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah SAW

3. FĀTHIMAH BINT-IL-WĀLID IBN-UL-MUGHĪRAH (SAUDARI KHĀLID BIN WALĪD) Dia masuk Islam pada hari penaklukan kota Makkah (Yaum-ul-Fatḥ) dan dia termasuk salah seorang wanita yang ikut berbaiat di hadapan Rasūlullāh s.a.w.. Dialah istri al-Ḥārits bin Hisyām. Berkenaan tentang itu, Ibnu ‘Asākir berkata bahwa Fāthimah bint-ul-Walīd ibn-ul-Mughīrah adalah saudari Khālid. Dia (Fāthimah) termasuk salah seorang sahabat, sering menemani suaminya al-Ḥārits ke Syām (Suriah). Tidak jarang Khālid meminta pendapat saudarinya tentang beberapa strategi,…

4-2 Fathimah binti al-Khaththab bin Nufail (Saudari ‘Umar al-Faruq) – Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah SAW

2. FĀTHIMAH BINTI AL-KHATHTHĀB BIN NUFAIL (SAUDARI ‘UMAR AL-FĀRŪQ) Dia adalah salah seorang dari rombongan wanita muslimah yang pertama kali berbaiat (mengucapkan janji setia) di hadapan Rasūlullāh s.a.w.. Fāthimah masuk Islam secara diam-diam tanpa sepengetahuan saudaranya (‘Umar ibn-ul-Khathhtāb) yang – saat itu – masih dalam kemusyrikan. Tidak sedikit cobaan dan penindasan yang dia terima demi pengabdiannya terhadap dakwah Islam. Adalah Khabbāb ibn-ul-Art yang selalu membuntuti Fāthimah dan suaminya (Sa‘īd bin…

4-1 Shafiyyah Binti ‘Abd-ul-Muththalib (Saudari Hamzah) – Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah SAW

Wanita muslimah Teladan Sebagai Saudari   Saudari Teladan Sosok saudari ideal adalah yang bisa menyatukan “barisan” yang kocar-kacir dan mampu menjadi perekat yang menyatukan setiap perpecahan. Dialah yang selalu memotivasi para pejuang, mengobarkan semangat mereka, bahkan dalam kondisi tertentu dia ikut terjun ke medan laga. Seorang wanita, dengan ketajaman akalnya dan kharismatik dirinya, bisa menjadi sumber inspirasi dalam mengatur strategi dan memberi solusi. Dia laksana lentera yang menerangi orang di…

3-6 Barirah (Bekas Budak ‘A’isyah RA.) – Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah SAW

6. BARĪRAH (BEKAS BUDAK ‘Ā’ISYAH RA.) Ibnu Sa‘ad meriwayatkan dalam Thabaqāt-nyabahwa suami Barīrah adalah seorang budak berkulit hitam yang bernama Mughīts. Dalam kasus pemerdekaan Barīrah, Rasūlullāh s.a.w. memutuskan padanya empat perkara; pada saat para kerabatnya menginginkan kekuasaan atasnya (Barīrah) meskipun mereka tidak ikut menebusnya. Keempat perkara tersebut, yaitu (pertama) bahwa kekuasaan atas budak berada di tangan yang membebaskannya (bukan di tangan kerabatnya yang tidak ikut membebaskannya). Kedua, Barīrah disuruh memilih…

3-5 Khansa’ Binti Khadzdzam – Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah SAW

5. KHANSĀ’ BINTI KHADZDZAM Sebagai seorang istri, Islam telah memposisikan wanita sebagaimana layaknya. Bersama-sama dengan suami, dia juga bertanggung-jawab atas urusan rumah tangga. Bahkan, di luar urusan rumah tangga, seorang istri pun harus membantu suaminya. Tidak benar jika Islam dianggap mengekang kebebasan kaum wanita. Bahkan sejak dini, Islam telah memberikan kebebasan kepada kaum wanita kebebasan dalam menentukan calon suami, kebebasan berpendapat, dan sebagainya. Makanya, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa Islam…
Lewat ke baris perkakas