3-2 Hikmah Keagungan Dalam Firman Tentang Nuh – Fushush-ul-Hikam Mutiara Hikmah 27 Nabi

Nūḥ, dalam hikmahnya, berkata pada mereka: “Niscaya Dia mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat”, (15) yang berarti pengetahuan dan refleksi intelektual, dan “memberikan kamu harta yang berlimpah”, (16) dengan mana Dia menyerahkan padamu untuk Diri-Nya. Ketika Dia melakukan hal ini, kamu akan melihat bentukmu pada Diri-Nya. Siapa pun yang membayangkan bahwa dia melihat Realitas Diri-Nya, tidak memiliki gnosis; yang memiliki gnosis (‘ārif) adalah yang mengetahui bahwa diri esensinya sajalah yang dia…

3-1 Hikmah Keagungan Dalam Firman Tentang Nuh – Fushush-ul-Hikam Mutiara Hikmah 27 Nabi

HIKMAH KEAGUNGAN DALAM FIRMAN TENTANG NŪḤ Bagi orang yang benar-benar mengetahui Realitas-realitas ilahi, doktrin tentang transendensi (at-tanzīh) menekankan pengetatan dan pembatasan terhadap Realitas, karena yang menegaskan bahwa Allah secara murni transenden, adalah orang bodoh atau jahat, meskipun ia Mu’min. Sebab, jika ia mempertahankan bahwa Allah secara murni transenden dan mengabaikan semua pertimbangan lain, maka ia bertindak jahat dan salah menafsirkan Realitas dan semua rasūl, walaupun tanpa disadarinya. Dia membayangkan bahwa…

3-0 Catatan Pengantar – Hikmah Keagungan Dalam Firman Tentang Nuh – Fushush-ul-Hikam Mutiara Hikmah 27 Nabi

3 HIKMAH KEAGUNGAN DALAM FIRMAN TENTANG NŪḤ CATATAN PENGANTAR Barangkali, inilah yang paling sulit dan kontroversial dari bab-bab Fushūsh-ul-Ḥikam, dengan alasan penafsiran yang tidak biasa dan luar biasa terhadap al-Qur’ān yang menjadi ciri khas di dalamnya. Pastinya, dari sudut pandang teologi esoterik, pendekatan Ibn ‘Arabī terhadap materi al-Qur’ān dalam bab ini, adalah sembrono, terburuk, dan lebih parah lagi, adalah bid‘ah. Bab ini juga tidak lazim di antara bab-bab dari karya…

2-3 Hikmah Penghembusan Nafas Dalam Firman Tentang Syits – Fushush-ul-Hikam Mutiara Hikmah 27 Nabi

Terkadang Allah memberikan sebuah pemberian terhadap hamba-Nya atas Nama-Nya Yang Maha Pengasih (ar-Raḥmān), di mana kasus pemberian ini bebas dari semua yang bertentangan dengan hakikat hamba ketika itu, atau segala sesuatu yang bisa menjatuhkannya. Terkadang Allah memberikan atas Nama Yang Maha Meliputi (al-Wāsi‘), sehingga pengaruhnya bersifat universal. Sementara pada waktu lain, Dia memberikan atas nama Yang Maha Bijaksana (al-Ḥakīm), untuk memberikan pelayanan terbaiknya terhadap hamba-Nya. Dia bisa memberikan atas Nama…

2-2 Hikmah Penghembusan Nafas Dalam Firman Tentang Syits – Fushush-ul-Hikam Mutiara Hikmah 27 Nabi

Kembali pada persoalan pemberian ilahi, kami telah menyebutkan bahwa pemberian ini bisa berasal dari Esensi ataupun dari Nama-nama Ilahi. Adapun karunia atau pemberian dari jenis pertama, hanya berasal dari pembukaan rahasia-diri (tajallī) ilahi, yang hanya terjadi dalam sebuah bentuk yang sesuai dengan kecenderungan esensial penerima terhadap penyingkapan semacam ini. Jadi, penerima tidak melihat apa-apa selain bentuknya sendiri dalam cermin Realitas. Dia tidak melitas Realitas Sendiri, yang tidak mungkin, meskipun dia…

2-1 Hikmah Penghembusan Nafas Dalam Firman Tentang Syits – Fushush-ul-Hikam Mutiara Hikmah 27 Nabi

HIKMAH PENGHEMBUSAN NAFAS DALAM FIRMAN TENTANG SYĪTS Ketahuilah, bahwa pemberian dan karunia ilahi dalam bidang yang ditentukan, baik melalui hamba-Nya maupun tidak, dibagi dalam dua jenis: pemberian dari Esensi dan pemberian dari Nama-nama, sebagaimana juga ada pemberian yang diberikan sebagai respon atas permintaan khusus dan pemberian yang diberikan sebagai respon atas permintaan umum. Ada juga pemberian yang diberikan tanpa permintaan apa pun, baik yang berasal dari Esensi maupun Nama-nama. Contoh…

2-0 Catatan Pengantar – Hikmah Penghembusan Nafas Dalam Firman Tentang Syits – Fushush-ul-Hikam Mutiara Hikmah 27 Nabi

2 HIKMAH PENGHEMBUSAN NAFAS DALAM FIRMAN TENTANG SYĪTS CATATAN PENGANTAR Bab yang berjudul Syīts ini membahas dua topik utama, yaitu pemberian ilahi dan subjek tentang fungsi masing-masing Tanda Wali (Khātam-ul-Awliyā’) dan Tanda Rasul (Khātam-ur-Rasūl). Dalam kaitannya dengan yang pertama dari topik ini, Ibn ‘Arabī juga menyentuh subjek tentang kelatenan (latency) dan kecenderungan serta kemungkinan mengetahui kecenderungan seseorang. Di bagian pertama dari bab ini, dia membahas persoalan pemberian dan karunia ilahi.…

1-1-2 Hikmah Keilahian Dalam Firman Tentang Adam – Fushush-ul-Hikam Mutiara Hikmah 27 Nabi

Ketahuilah, jika benar dikatakan bahwa sesuatu berkaitan dengan manifestasi yang mula-mula dalam bentuk yang memulai, maka jelas bahwa Allah memberikan perhatian pada apa yang diasali sebagai sebuah pertolongan untuk pengetahuan tentang-Nya, dan dikatakan dalam al-Qur’ān bahwa Dia akan menjelaskan tanda-tandaNya di dalamnya. (4). Jadi, Dia menegaskan bahwa pengetahuan tentang Diri-Nya dirujuk pada pengetahuan diri kita sendiri. Kapan pun kita mengasalkan setiap kualitas kepada-Nya, kita sendirilah yang menjadi wakil dari kualitas…

1-1-1 Hikmah Keilahian Dalam Firman Tentang Adam – Fushush-ul-Hikam Mutiara Hikmah 27 Nabi

HIKMAH KEILAHIAN DALAM FIRMAN TENTANG ĀDAM Ketika Realitas ingin melihat esensi Nama-namaNya yang Indah (al-Asmā’-ul-Ḥusnā) atau, dengan kata lain, ingin melihat Esensi-Nya dalam sebuah objek inklusif yang meliputi seluruh Perintah-Nya, yang didasarkan pada eksistensi, Ia akan memperlihatkan rahasia Diri-Nya kepada-Nya. Penglihatan terhadap sesuatu, dirinya oleh dirinya sendiri, tidaklah sama dengan melihat dirinya pada yang lain, sebagaimana dalam sebuah cermin. Sebab, ia muncul untuk dirinya sendiri dalam sebuah bentuk yang ditanamkan…
Lewat ke baris perkakas