1-5 Jalan-jalan (Lalu-Lintas) Kafilah – Sejarah Hidup Muhammad – Haekal

1-5. Jalan-jalan (Lalu-Lintas) Kafilah Pada masa itu orang belum merasa begitu aman mengarungi lautan guna mengangkut barang dagangan atau mengadakan pelayaran. Dari peribahasa ‘Arab yang dapat kita lihat sekarang menunjukkan, bahwa ketakutan orang menghadapi laut sama seperti dalam menghadapi maut. Tetapi, bagaimanapun juga untuk mengangkut barang dagangan itu harus ada jalan lain selain mengarungi bahaya maut itu. Yang paling penting transpor perdagangan masa itu ialah antara Timur dan Barat: antara…

1-4 Majusi Persia di Jazirah ‘Arab – Sejarah Hidup Muhammad – Haekal

1-4. Majusi Persia di Jazirah ‘Arab Sikap saling menyesuaikan diri di bawah naungan Imperium itu itulah pula yang menyebabkan penyebaran agama Masehi tetap berjalan dan dapat diteruskan dari Mesir dibawah Rumawi sampai ke Ethiopia yang merdeka tapi masih dalam lingkungan persahabatan dengan Rumawi. Dengan demikian ia mempunyai kedudukan yang sama kuat di sepanjang Laut Merah seperti di sekitar Laut Tengah itu. Dari wilayah Syam ia menyeberang ke Palestina. Penduduk Palestina…

1-3 Sekta-sekta Kristen dan Pertentangannya – Sejarah Hidup Muhammad – Haekal

1-3. Sekta-sekta Kristen dan Pertentangannya Madzhab-madzhab agama Masehi ini mulai pecah-belah. Dari zaman ke zaman madzhab-madzhab itu telah terbagi-bagi ke dalam sekta-sekta dan golongan-golongan. Setiap golongan mempunyai pandangan dan dasar-dasar agama sendiri yang bertentangan dengan golongan lainnya. Pertentangan-pertentangan antara golongan-golongan satu sama lain karena perbedaan pandangan itu telah mengakibatkan adanya permusuhan pribadi yang terbawa oleh karena moral dan jiwa yang sudah lemah, sehingga cepat sekali ia berada dalam ketakutan, mudah…

3-3 Burung Yang Berzikir & Unta Yang Menangis – 115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah

Burung yang Berzikir dan Unta yang Menangis   Sahabat Anas ibn Mālik r.a. menuturkan bahwa ia pergi ke gurun bersama Rasūlullāh Saw. Di sana, mereka menyaksikan seekor burung yang sedang berkicau. Beliau bertanya kepada Anas: “Apakah kau tahu, apa yang dikatakan burung ini?” “Allah dan Rasūl-Nya lebih mengetahui.” “Burung itu mengatakan: ‘Ya Allah, Engkau telah menghilangkan penglihatanku dan Engkau menciptakanku dalam keadaan buta. Maka , berliah rezeki kepadaku karena aku lapar.”…

3-2 Menyambung Tangan Yang Terputus – 115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah

Menyambung Tangan yang Terputus   Suatu hari Rasūlullāh Saw. pergi keluar Madīnah. Di tengah perjalanan, beliau melihat seorang laki-laki sedang menimba air untuk memberi minum untanya. Rasūlullāh Saw. bertanya: “Apakah kau ingin mengupah seseorang untuk membantumu menimba air?” “Ya benar, aku akan memberi tiga butir kurma untuk satu ember air.” Rasūlullāh Saw. setuju dan mulai menimba air untuk mendapatkan beberapa butir kurma. Setelah menimba beberapa ember air, tali timba terputus…

3-1 Selamat Datang, Anakku – 115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah

Selamat datang, Anakku   Rasūlullāh Saw. pernah menulis surat kepada seorang kepala suku yang bernama Ḥabīb. Ketika Ḥabīb, yang dikenal sebagai tiran yang kejam, membaca surat itu, ia memperlakukan utusan Nabi Saw. dengan kasar, bahkan membunuhnya. “Singkirkan surat ini dari hadapanku!” teriaknya penuh kemarahan. Para pembantunya segera menyingkirkan surat itu dan menyatukannya dengan surat-surat lain dalam sebuah kotak, lalu disimpan di ruang penyimpanan istana. Surat yang dikirimkan Nabi Saw. itu…

2-16 Tempat Orang Kikir dan Dermawan – 115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah

Tempat Orang Kikir dan Dermawan   ‘Ā’isyah r.a. menuturkan bahwa seorang wanita muda menghadap Rasūlullāh Saw. mengeluhkan tangan kanannya yang kaku tak dapat digerakkan. Ia berkata, “wahai Rasūlullāh, berdoalah kepada Allah agar tanganku sembuh seperti sedia kala.” “Apa yang menyebabkan tanganmu seperti ini?” tanya Rasūlullāh Saw. “Aku bermimpi Kiamat tiba. Neraka Jahannam menyala-nyala. Pintu-pintu surga telah dibuka. Lalu, aku melihat ibuku berada di tepi Neraka Jahannam. Pada salah satu tangannya…

2-15 Cinta Rasūlullāh kepada Keluarganya – 115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah

Cinta Rasūlullāh kepada Keluarganya Umm-ul-Mu’minīn, ‘Ā’isyah r.a. menuturkan: “Tidak pernah aku melihat seorang pun yang paling mirip keadaannya dengan Rasūlullāh Saw. dalam cara berdiri dan cara duduknya seperti Fāthimah, putri beliau. Bila ia datang, Rasūlullāh segera berdiri menyambutnya, menciumnya, dan mendudukkanya di tempat duduknya.” Begitu sering Rasūlullāh Saw. mencium Fāthimah sehingga ‘Ā’isyah r.a. pernah menegurnya. Namun, Rasūlullāh yang menjawab: “Wahai ‘A’isyah, kalau aku merindukan surga, aku akan mencium Fāthimah.” Bahkan.…

2-14 Pemberian Nama Yang Indah – 115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah

Pemberian Nama yang Indah   Betapa senang Abū Usaid di hari itu, karena ia baru saja dikaruniai oleh Allah Swt. seorang putra. Saat bayinya lahir dengan selamat, Abū Usaid langsung ingat apa yang dilakukan az-Zubair ibn al-‘Awwām dan istrinya, Asmā’ binti Abī Bakar. Suami-istri ini dikaruniai seorang putra bernama ‘Abdullāh, yang kelahirannya disambut penuh suka cita oleh kaum Muslim. Mereka bergembira karena kelahiran ‘Abdullāh mematahkan ramalan yang disebarluaskan kaum Yahudi…