Hati Senang

3-3 Burung Yang Berzikir & Unta Yang Menangis – 115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah

Burung yang Berzikir dan Unta yang Menangis   Sahabat Anas ibn Mālik r.a. menuturkan bahwa ia pergi ke gurun bersama Rasūlullāh Saw. Di sana, mereka menyaksikan seekor burung yang sedang berkicau. Beliau bertanya kepada Anas: “Apakah kau tahu, apa yang dikatakan burung ini?” “Allah dan Rasūl-Nya lebih mengetahui.” “Burung itu mengatakan: ‘Ya Allah, Engkau telah menghilangkan penglihatanku dan Engkau menciptakanku dalam keadaan buta. Maka , berliah rezeki kepadaku karena aku lapar.”…

3-2 Menyambung Tangan Yang Terputus – 115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah

Menyambung Tangan yang Terputus   Suatu hari Rasūlullāh Saw. pergi keluar Madīnah. Di tengah perjalanan, beliau melihat seorang laki-laki sedang menimba air untuk memberi minum untanya. Rasūlullāh Saw. bertanya: “Apakah kau ingin mengupah seseorang untuk membantumu menimba air?” “Ya benar, aku akan memberi tiga butir kurma untuk satu ember air.” Rasūlullāh Saw. setuju dan mulai menimba air untuk mendapatkan beberapa butir kurma. Setelah menimba beberapa ember air, tali timba terputus…

3-1 Selamat Datang, Anakku – 115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah

Selamat datang, Anakku   Rasūlullāh Saw. pernah menulis surat kepada seorang kepala suku yang bernama Ḥabīb. Ketika Ḥabīb, yang dikenal sebagai tiran yang kejam, membaca surat itu, ia memperlakukan utusan Nabi Saw. dengan kasar, bahkan membunuhnya. “Singkirkan surat ini dari hadapanku!” teriaknya penuh kemarahan. Para pembantunya segera menyingkirkan surat itu dan menyatukannya dengan surat-surat lain dalam sebuah kotak, lalu disimpan di ruang penyimpanan istana. Surat yang dikirimkan Nabi Saw. itu…

2-16 Tempat Orang Kikir dan Dermawan – 115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah

Tempat Orang Kikir dan Dermawan   ‘Ā’isyah r.a. menuturkan bahwa seorang wanita muda menghadap Rasūlullāh Saw. mengeluhkan tangan kanannya yang kaku tak dapat digerakkan. Ia berkata, “wahai Rasūlullāh, berdoalah kepada Allah agar tanganku sembuh seperti sedia kala.” “Apa yang menyebabkan tanganmu seperti ini?” tanya Rasūlullāh Saw. “Aku bermimpi Kiamat tiba. Neraka Jahannam menyala-nyala. Pintu-pintu surga telah dibuka. Lalu, aku melihat ibuku berada di tepi Neraka Jahannam. Pada salah satu tangannya…

2-15 Cinta Rasūlullāh kepada Keluarganya – 115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah

Cinta Rasūlullāh kepada Keluarganya Umm-ul-Mu’minīn, ‘Ā’isyah r.a. menuturkan: “Tidak pernah aku melihat seorang pun yang paling mirip keadaannya dengan Rasūlullāh Saw. dalam cara berdiri dan cara duduknya seperti Fāthimah, putri beliau. Bila ia datang, Rasūlullāh segera berdiri menyambutnya, menciumnya, dan mendudukkanya di tempat duduknya.” Begitu sering Rasūlullāh Saw. mencium Fāthimah sehingga ‘Ā’isyah r.a. pernah menegurnya. Namun, Rasūlullāh yang menjawab: “Wahai ‘A’isyah, kalau aku merindukan surga, aku akan mencium Fāthimah.” Bahkan.…

2-14 Pemberian Nama Yang Indah – 115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah

Pemberian Nama yang Indah   Betapa senang Abū Usaid di hari itu, karena ia baru saja dikaruniai oleh Allah Swt. seorang putra. Saat bayinya lahir dengan selamat, Abū Usaid langsung ingat apa yang dilakukan az-Zubair ibn al-‘Awwām dan istrinya, Asmā’ binti Abī Bakar. Suami-istri ini dikaruniai seorang putra bernama ‘Abdullāh, yang kelahirannya disambut penuh suka cita oleh kaum Muslim. Mereka bergembira karena kelahiran ‘Abdullāh mematahkan ramalan yang disebarluaskan kaum Yahudi…

2-13 Memenuhi Undangan Tetangga – 115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah

Memenuhi Undangan Tetangga   Setelah pernikahan Rasūlullāh Saw. dan ‘Ā’isyah r.a. diresmikan pada tahun kedua Hijriah, pasangan suami-istri itu pindah ke rumah (lebih tepatnya bilik) baru, yaitu ke salah satu bilik di samping Masjid Nabawi yang dibangun Rasūlullāh Saw. dari tanah liat dan beratapkan anyaman pelepah kurma. Tidak ada perlangkapan berharga di dalam bilik itu. Di dalamnya hanya ada sebuah tempat tidur dari kulit yang disamak, diisi bulu, dan di pintu…

2-12 Kasih Sayang Allah Lebih Besar – 115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah

Kasih Sayang Allah Lebih Besar   Setelah Perang Hawazin berakhir, sejumlah tawanan yang terdiri atas anak-anak dan para wanita dihadapkan kepada Rasūlullāh Saw. dan beliau memperhatikan mereka. Lalu, beliau dan para sahabat melihat seorang tawanan wanita tampak sibuk sendiri. Ia melangkah ke sana ke mari mencari-cari putranya, belahan jiwanya. Ia tampak terguncang, berteriak-terik, dan bertingkah seperti orang gila. Ia datangi setiap anak kecil yang sedang disusui ibunya. Ia periksa wajah…

2-11 Sayangilah, Niscaya Kau Disayangi – 115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah

Sayangilah, Niscaya Kau Disayangi   Suatu ketika Rasūlullāh Saw. mencium cucunya, Al-Ḥasan ibn ‘Ālī r.a. Saat itu, seorang sahabat, Al-Aqra’ ibn Ḥārits at-Tamīmī ada di samping beliau. Menyaksikan betapa Rasūlullāh sangat mengasihi cucunya, Al-Aqra’ berkata: “Aku punya sepuluh anak, tetapi tidak pernah aku mencium seorang pun di antara mereka.” Rasūlullāh Saw. berujar: “Barang siapa yang tidak menyayangi, tidak akan disayangi.” Dalam kesempatan yang lain, seorang ‘Arab Badui menemui Rasūlullāh Saw. dan…
Lewat ke baris perkakas