skip to Main Content

004 Beberapa Tuturkatanya yang Mengandung Hikmah – Imam Muhammad Al-Baqir Putra Imam Ali Zain ul-Abidin

Beberapa Tuturkatanya yang Mengandung Hikmah. Dalam memberikan pengajaran dan pendidikan mengenai ilmu-ilmu agama dan akhlak kepada para pengikut dan murid-muridnya, Imām Muḥammad al-Bāqir r.a. tidak pernah ketinggalan memberikan wejangan-wejangan yang sangat besar manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat. Antara lain ia mengatakan: - Perasaan takabur yang menyelinap di dalam hati seseorang mengakibatkan kesanggupan akalnya berkurang, sebesar atau lebih besar daripada ketakaburannya.   - Petir dapat menyambar orang, baik yang…

  • 01/17/2018

3-2 Beberapa Kekeramatan & Keistimewaannya – Imam Muhammad Al-Baqir Putra Imam Ali Zain ul-Abidin

Imām Muḥammad al-Bāqir bin ‘Alī Zainul ‘Ābidīn putra al-Ḥusain bin ‘Alī bin Abī Thālib – radhiyallāhu ‘anhum – adalah seorang ulama besar dari kalangan Ahlul-Bait yang juga dikaruniai “Ilmu ghaib” oleh Allah s.w.t. – Sebuah riwayat dari Abū Bushair menceritakan sebagai berikut: Pada suatu hari ketika aku (Abū Bushair) sedang berada di dalam masjid Nabawiy di Madīnah bersama Imām al-Bāqir, datanglah al-Manshūr dan Dāūd bin Sulaimān (sebelum kekuasaan jatuh ke…

  • 01/08/2018

3-1 Beberapa Kekeramatan & Keistimewaannya – Imam Muhammad Al-Baqir Putra Imam Ali Zain ul-Abidin

Beberapa Kekeramatan dan Keistimewaannya.   Keramat atau kekeramatan dalam pengertian bahasa, bermakna “kemuliaan” atau “kehormatan”. Sebagai peristilahan khusus, kata “keramat” bermakna kemuliaan khusus yang dilimpahkan Allah s.w.t. kepada hamba-Nya yang hidup zuhud, saleh dan penuh taqwa, berupa pengetahuan mengenai soal-soal ghaib atau hal-hal lainnya yang menyimpang dari hukum kebiasaan. Sidī ‘Abdul-Ghaniy an-Nabulsiy dalam syarah “ath-Tharīqatul-Muḥammadiyyah” menjelaskan makna “keramat” sebagai berikut: “Keramat adalah suatu persoalan yang menyimpang dari hukum kebiasaan, tanpa…

  • 01/07/2018

002 Situasi dan Kondisi Zamannya – Imam Muhammad Al-Baqir Putra Imam Ali Zain ul-Abidin

Situasi dan Kondisi Zamannya. Tidak berbeda dengan situasi zaman yang dihadapi ayahandanya, Imām ‘Alī Zainul ‘Ābidīn r.a. dan saudaranya, Imām Zaid bin ‘Alī Zainul ‘Ābidīn r.a.; Imām Muḥammad al-Bāqir r.a. juga menghadapi tekanan situasi yang amat berat dirasakan oleh setiap anggota keluarga keturunan Ahlul-Bait dan oleh setiap Muslim yang jujur pada umumnya. Bersama ayah dan saudaranya ia menghadapi kekuasaan sewenang-wenang Bani Umayyah. Dengan kemantapan iman yang diwarisi dari para sesepuhnya…

  • 01/03/2018

001 Imam Al-Baqir – Kelahirannya – Imam Muhammad Al-Baqir Putra Imam Ali Zain ul-Abidin

III IMĀM MUḤAMMAD BIN ‘ALĪ AL-BĀQIR r.a.   Kelahirannya: Imām Muḥammad al-Bāqir adalah putra Imām ‘Alī Zainul ‘Ābidīn r.a. Bundanya bernama Fāthimah binti al-Ḥasan bin ‘Alī bin Abī Thālib. Ia saudara Imām Zaid bin ‘Alī Zainul ‘Ābidīn dari lain ibu, sedangkan saudaranya yang seayah dan seibu ialah ‘Abdullāh bin ‘Alī Zainal ‘Ābidīn. Ia dilahirkan di Madīnah tiga tahun sebelum al-Ḥusain bin ‘Alī r.a. gugur di Karbala, tepatnya yaitu: Pada hari…

  • 01/02/2018

003 Definisi Sahabat – Al Hasan ra & Al Husain ra

Definisi Shaḥābat   Para Shaḥābat adalah orang-orang yang dipilih oleh Allah Swt untuk menjadi Shaḥābat atau teman bagi Rasūlullāh Saw. Sedang definisi Shaḥābat menurut Ahl-us-Sunnah wal-Jamā‘ah adalah: الصحابى من لقى النبي مؤمنا به و مات على الإسلام. (الاصابة ٧-١) Shaḥābat adalah orang yang waktu bertemu atau berkukmpul dengan Rasūlullāh Saw dalam keadaan beriman kepadanya dan waktu mati juga berada dalam keadaan Islam. (al-Ishābah juz 1-7) Apabila ada orang yang waktu…

  • 10/27/2017
Back To Top