skip to Main Content

007 Hubungannya Dengan Khalifah Sulaiman bin Yazid – Imam Muhammad Al-Baqir Putra Imam Ali Zain ul-Abidin

Hubungannya dengan para “Khalīfah” Sulaimān bin Yazīd. Sulaimān bin Yazīd adalah “Khalīfah” Bani Umayyah pada masa awal keimaman Imām Muḥammad al-Bāqir r.a. Ia menerima penyerahan kekuasaan pada tahun 97 Hijriah. Tidak berbeda dengan para “Khalīfah” Bani Umayyah sebelumnya, Sulaimān bin Yazīd pun bergelimang dalam berbagai macam cara hidup yang sama sekali berlawanan dengan prinsip-prinsip ajaran Islam. Katakanlah itu soal pribadi, tetapi apakah patut jika seorang yang bergelar “Khalīfah” atau “Amīrul-Mu’minīn”…

  • 03/20/2018

006 Hubungannya Dengan Para Khalifah – Imam Muhammad Al-Baqir Putra Imam Ali Zain ul-Abidin

Hubungannya dengan para “Khalīfah” Bani Umayyah pada zamannya. Imām Muḥammad al-Bāqir r.a. mengalami beberapa kali pergantian para “Khalīfah” Bani Umayyah, mulai ‘Abdul-Mālik bin Marwān, Sulaimān bin ‘Abdul-Mālik, ‘Umar bin ‘Abdul-‘Azīz, Yazīd bin ‘Abdul-Mālik hingga Hisyām bin ‘Abdul-Mālik. Sudah barang tentu Imām Muḥammad al-Bāqir r.a. mempunyai pendirian sendiri yang jelas, tegas dan terus-terang terhadap para “Khalīfah” yang di alami selama masa hidupnya. Ia mengetahui benar apa yang dilakukan oleh masing-masing dari…

  • 03/18/2018

005 Keimanannya – Imam Muhammad Al-Baqir Putra Imam Ali Zain ul-Abidin

Keimanannya. Mengenai keimanan Imām al-Bāqir r.a. sesungguhnya tidak diperlukan banyak keterangan dan penjelasan, karena persoalannya sudah sangat jelas. Ia seorang ulama puncak keturunan Ahlul-Bait yang hidup penuh taqwa kepada Allah dan Rasul-Nya, setia kepada ummat dan agamanya, besar pengabdian dan pengorbanannya, serba bersih dan suci semua segi kehidupannya. Sungguh ia memang patut diakui kedudukannya sebagai Imām (pemimpin kerohanian) oleh kaum Muslimin pada zamannya. Itu adalah wajar, karena setiap zaman di…

  • 03/16/2018

004 Beberapa Tuturkatanya yang Mengandung Hikmah – Imam Muhammad Al-Baqir Putra Imam Ali Zain ul-Abidin

Beberapa Tuturkatanya yang Mengandung Hikmah. Dalam memberikan pengajaran dan pendidikan mengenai ilmu-ilmu agama dan akhlak kepada para pengikut dan murid-muridnya, Imām Muḥammad al-Bāqir r.a. tidak pernah ketinggalan memberikan wejangan-wejangan yang sangat besar manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat. Antara lain ia mengatakan: - Perasaan takabur yang menyelinap di dalam hati seseorang mengakibatkan kesanggupan akalnya berkurang, sebesar atau lebih besar daripada ketakaburannya.   - Petir dapat menyambar orang, baik yang…

  • 01/17/2018

3-2 Beberapa Kekeramatan & Keistimewaannya – Imam Muhammad Al-Baqir Putra Imam Ali Zain ul-Abidin

Imām Muḥammad al-Bāqir bin ‘Alī Zainul ‘Ābidīn putra al-Ḥusain bin ‘Alī bin Abī Thālib – radhiyallāhu ‘anhum – adalah seorang ulama besar dari kalangan Ahlul-Bait yang juga dikaruniai “Ilmu ghaib” oleh Allah s.w.t. – Sebuah riwayat dari Abū Bushair menceritakan sebagai berikut: Pada suatu hari ketika aku (Abū Bushair) sedang berada di dalam masjid Nabawiy di Madīnah bersama Imām al-Bāqir, datanglah al-Manshūr dan Dāūd bin Sulaimān (sebelum kekuasaan jatuh ke…

  • 01/08/2018

3-1 Beberapa Kekeramatan & Keistimewaannya – Imam Muhammad Al-Baqir Putra Imam Ali Zain ul-Abidin

Beberapa Kekeramatan dan Keistimewaannya.   Keramat atau kekeramatan dalam pengertian bahasa, bermakna “kemuliaan” atau “kehormatan”. Sebagai peristilahan khusus, kata “keramat” bermakna kemuliaan khusus yang dilimpahkan Allah s.w.t. kepada hamba-Nya yang hidup zuhud, saleh dan penuh taqwa, berupa pengetahuan mengenai soal-soal ghaib atau hal-hal lainnya yang menyimpang dari hukum kebiasaan. Sidī ‘Abdul-Ghaniy an-Nabulsiy dalam syarah “ath-Tharīqatul-Muḥammadiyyah” menjelaskan makna “keramat” sebagai berikut: “Keramat adalah suatu persoalan yang menyimpang dari hukum kebiasaan, tanpa…

  • 01/07/2018
Back To Top