2-3 Kisah Penyembelihan dan Penebusan – Sejarah Hidup Muhammad – Haekal

2-3 Kisah Penyembelihan dan Penebusan Beberapa ahli berselisih pendapat tentang penyembelihan Ismā‘īl serta kurban yang telah dipersembahkan oleh Ibrāhīm. Adakah sebelum kelahiran Isḥāq atau sesudahnya? Adakah itu terjadi di Palestina atau di Ḥijāz? Ahli-ahli sejarah Yahudi berpendapat, bahwa yang disembelih itu adalah Isḥāq, bukan Ismā‘īl. Di sini kita bukan akan menguji adanya perselisihan pendapat itu. Dalam Qishash-ul-Anbiyā’ Syaikh ‘Abd-ul-Wahhāb an-Najjār berpendapat, bahwa yang disembelih itu adalah Ismā‘īl. Argumentasi ini diambilnya…

2-1,2 Letak Makkah & Ibrahim dan Isma‘il – Sejarah Hidup Muhammad – Haekal

BAGIAN KEDUA MAKKAH, KA‘BAH DAN QURAISY 2-1. Letak Makkah Di tengah-tengah jalan kafilah yang berhadapan dengan Laut Merah – antara Yaman dan Palestina – membentang bukit-bukit barisan sejauh kira-kira delapanpuluh kilometer dari pantai. Bukit-bukit ini mengelilingi sebuah lembah yang tidak begitu luas, yang hampir-hampir terkepung sama sekali oleh bukit-bukit itu kalau tidak dibuka oleh tiga buah jalan: pertama jalan menuju ke Yaman, yang kedua jalan dekat Laut Merah di pelabuhan…

1-7 Sebabnya Jazirah Bertahan Pada Paganisma – Sejarah Hidup Muhammad – Haekal

1-7. Sebabnya Jazirah Bertahan Pada Paganisma Lingkungan masyarakat dalam alam demikian ini serta keadaan moral, politik dan sosial yang ada pada mereka, mempunyai pengaruh yang sama terhadap cara beragamanya. Melihat hubungannya dengan agama Kristen Rumawi dan Majusi Persia, adakah Yaman dapat terpengaruh oleh kedua agama itu dan sekaligus mempengaruhi kedua agama tersebut di jazīrah ‘Arab lainnya? Ini juga yang terlintas dalam pikiran kita, terutama mengenai agama Kristen. Misi Kristen yang…

1-6 Yaman dan Peradabannya – Sejarah Hidup Muhammad – Haekal

1-6. Yaman dan Peradabannya Tak ada yang dikenal dunia tentang negeri-negeri ‘Arab itu selain Yaman dan tetangga-tetangganya yang berbatasan dengan Teluk Persia. Hal ini bukan karena hanya disebabkan oleh adanya perbatasan Teluk Persia dan Samudera Indonesia saja, tetapi lebih-lebih disebabkan oleh – tidak seperti jazirah-jazirah lain – gurun sahara yang tandus. Dunia tidak tertarik, negara yang akan bersahabatpun tidak merasa akan mendapat keuntungan dan pihak penjajah juga tidak punya kepentingan.…

1-5 Jalan-jalan (Lalu-Lintas) Kafilah – Sejarah Hidup Muhammad – Haekal

1-5. Jalan-jalan (Lalu-Lintas) Kafilah Pada masa itu orang belum merasa begitu aman mengarungi lautan guna mengangkut barang dagangan atau mengadakan pelayaran. Dari peribahasa ‘Arab yang dapat kita lihat sekarang menunjukkan, bahwa ketakutan orang menghadapi laut sama seperti dalam menghadapi maut. Tetapi, bagaimanapun juga untuk mengangkut barang dagangan itu harus ada jalan lain selain mengarungi bahaya maut itu. Yang paling penting transpor perdagangan masa itu ialah antara Timur dan Barat: antara…

1-4 Majusi Persia di Jazirah ‘Arab – Sejarah Hidup Muhammad – Haekal

1-4. Majusi Persia di Jazirah ‘Arab Sikap saling menyesuaikan diri di bawah naungan Imperium itu itulah pula yang menyebabkan penyebaran agama Masehi tetap berjalan dan dapat diteruskan dari Mesir dibawah Rumawi sampai ke Ethiopia yang merdeka tapi masih dalam lingkungan persahabatan dengan Rumawi. Dengan demikian ia mempunyai kedudukan yang sama kuat di sepanjang Laut Merah seperti di sekitar Laut Tengah itu. Dari wilayah Syam ia menyeberang ke Palestina. Penduduk Palestina…

1-3 Sekta-sekta Kristen dan Pertentangannya – Sejarah Hidup Muhammad – Haekal

1-3. Sekta-sekta Kristen dan Pertentangannya Madzhab-madzhab agama Masehi ini mulai pecah-belah. Dari zaman ke zaman madzhab-madzhab itu telah terbagi-bagi ke dalam sekta-sekta dan golongan-golongan. Setiap golongan mempunyai pandangan dan dasar-dasar agama sendiri yang bertentangan dengan golongan lainnya. Pertentangan-pertentangan antara golongan-golongan satu sama lain karena perbedaan pandangan itu telah mengakibatkan adanya permusuhan pribadi yang terbawa oleh karena moral dan jiwa yang sudah lemah, sehingga cepat sekali ia berada dalam ketakutan, mudah…

5-6 Ummu Ri’lah al-Qusyairiyyah – Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah SAW

6. UMMU RI‘LAH AL-QUSYAIRIYYAH Ada sebuah hadits dari Ibnu ‘Abbās yang diriwayatkan oleh al-Mustaghfirī dan Abū Mūsā melalui jalan (sanad) yang berbeda antara satu sama lain, namun bertemu pada sanad terakhirnya, ‘Abdullāh bin ‘Abbās. Hadits tersebut mengisahkan seorang wanita yang sangat diplomatis, dia biasa dipanggil “Ummu Ri‘lah al-Qusyairiyyah”. Ia datang menghadap Nabi Muḥammad s.a.w. lalu berkata: “as-Salāmu ‘alaika wahai Rasūlullāh. Kami – para wanita – selalu tertutup di balik tirai…

5-5 Hawa’ Binti Yazid Ibn-is-Sakan al-Anshariyyah (Istri Qais Ibn-ul-Khathim) – Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah SAW

5. HAWĀ’ BINTI YAZĪD IBN-US-SAKAN AL-ANSHĀRIYAH (ISTRI QAIS IBN-UL-KHATHĪM) Dia juga wanita teladan dalam keimanannya kepada Allah dan Rasūl-Nya dan pengorbanan di jalan-Nya. Di Makkah, Hawā’ telah masuk Islam dan membai‘at Nabi Muḥammad s.a.w. sebelum Hijrah, ia pun menjadi penganut Islam yang baik tanpa sepengetahuan suaminya. Suaminya adalah Qais bin al-Khathīm, seorang penyair dari Dzal-Majaz. (16) Suatu hari, Qais didatangi Rasūlullāh s.a.w. dan mengajaknya masuk Islam. Qais berkata: “Alangkah mulianya…

5-4 Asma’ Binti Yazid Ibn-is-Sakan al-Anshariyyah – Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah SAW

4. ASMĀ’ BINTI YAZĪD IBN-IS-SAKAN AL-ANSHĀRIYYAH Dia adalah perawi hadits sekaligus pejuang yang mulia, cerdas, ahli agama, dan pandai berkhutbah (ceramah), sehingga is dijuluki “Khathībat-un-Nisā’” “Orator Para wanita”. Dia sering menjadi utusan para perempuan untuk menghadap Rasūlullāh s.a.w.. Dia adalah anak paman (sepupu) Mu‘ādz bin Jabal yang biasa dipanggil “Ummu Salamah” al-Anshāriyyah. Suatu hari, Asmā’ mendatangi Rasūlullāh s.a.w. dan ketika itu beliau sedang bersama para sahabat. Ia berkata: “Wahai Rasūlullāh,…
Lewat ke baris perkakas