Hati Senang

2-6 Khaulah Binti Malik Bin Tsa’labah – Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah SAW

6. KHAULAH BINTI MĀLIK BIN TSA‘LABAH Dia seorang sastrawati yang ulung sekaligus seorang muta‘abbidah “rajin beribadah” yang selalu mengadukan segala permasalahannya kepada Allah dan Rasūl-Nya. Kisah perseteruannya dengan suaminya patut dikenang dan dijadikan pelajaran bagi para suami-istri bila terjadi perbedaan atau pertengkaran. Tentang kisah tersebut, Khaulah berkata: “Demi Allah, karena saya dan Aus ibn-ush-Shāmit (suaminya), Allah s.w.t. menurunkan surah al-Mujādalah. Saat itu, saya adalah seorang istri dan seorang yang sudah…

2-5 Ummu Hakim Bint-il-Harits al-Makhzumiyyah (Istri ‘Ikrimah bin Abi Jahal) – Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah SAW

5. UMMU ḤAKĪM BINT-IL-ḤĀRITS AL-MAKHZŪMIYYAH (ISTRI ‘IKRIMAH BIN ABĪ JAHAL) Dia adalah salah seorang wanita teladan dalam keimanannya kepada Allah dan Rasūl-Nya maupun dalam perjuangan dan pengorbanannya di jalan Allah Dia merupakan sosok wanita pejuang yang mulia. Sebelum memeluk Islam, Ummu Ḥakīm dan suaminya ‘Ikrimah bin Abī Jahal termasuk dalam barisan kaum musyrikin yang memerangi Rasūlullāh s.a.w. dalam Perang Uhud. Pada saat Fatḥu Makkah “Penaklukan Makkah”, Ummu Ḥakīm masuk Islam…

2-4 Ruqayyah Binti Rasulillah saw. (Istri ‘Utsman Bin ‘Affan) – Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah SAW

4. RUQAYYAH BINTI RASŪLILLĀH SAW. (ISTRI ‘UTSMĀN BIN ‘AFFĀN) Di antara rombongan kaum muslimin yang hijrah ke Ḥabasyah, terdapat sebelas wanita yang Ruqayyah termasuk salah satu dari mereka. Hal ini membuktikan bahwa wanita muslimah adalah bagian dari dakwah dan jihad di jalan Allah. Ruqayyah hijrah meninggalkan gemerlap dunia dan tanah airnya yang subur menuju negeri pelosok dan asing. Berbeda sekali dengan negeri asalnya, baik dari warna kulit, penduduk, maupun adat…

3-2 Hikmah Keagungan Dalam Firman Tentang Nuh – Fushush-ul-Hikam Mutiara Hikmah 27 Nabi

Nūḥ, dalam hikmahnya, berkata pada mereka: “Niscaya Dia mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat”, (15) yang berarti pengetahuan dan refleksi intelektual, dan “memberikan kamu harta yang berlimpah”, (16) dengan mana Dia menyerahkan padamu untuk Diri-Nya. Ketika Dia melakukan hal ini, kamu akan melihat bentukmu pada Diri-Nya. Siapa pun yang membayangkan bahwa dia melihat Realitas Diri-Nya, tidak memiliki gnosis; yang memiliki gnosis (‘ārif) adalah yang mengetahui bahwa diri esensinya sajalah yang dia…

3-1 Hikmah Keagungan Dalam Firman Tentang Nuh – Fushush-ul-Hikam Mutiara Hikmah 27 Nabi

HIKMAH KEAGUNGAN DALAM FIRMAN TENTANG NŪḤ Bagi orang yang benar-benar mengetahui Realitas-realitas ilahi, doktrin tentang transendensi (at-tanzīh) menekankan pengetatan dan pembatasan terhadap Realitas, karena yang menegaskan bahwa Allah secara murni transenden, adalah orang bodoh atau jahat, meskipun ia Mu’min. Sebab, jika ia mempertahankan bahwa Allah secara murni transenden dan mengabaikan semua pertimbangan lain, maka ia bertindak jahat dan salah menafsirkan Realitas dan semua rasūl, walaupun tanpa disadarinya. Dia membayangkan bahwa…

3-0 Catatan Pengantar – Hikmah Keagungan Dalam Firman Tentang Nuh – Fushush-ul-Hikam Mutiara Hikmah 27 Nabi

3 HIKMAH KEAGUNGAN DALAM FIRMAN TENTANG NŪḤ CATATAN PENGANTAR Barangkali, inilah yang paling sulit dan kontroversial dari bab-bab Fushūsh-ul-Ḥikam, dengan alasan penafsiran yang tidak biasa dan luar biasa terhadap al-Qur’ān yang menjadi ciri khas di dalamnya. Pastinya, dari sudut pandang teologi esoterik, pendekatan Ibn ‘Arabī terhadap materi al-Qur’ān dalam bab ini, adalah sembrono, terburuk, dan lebih parah lagi, adalah bid‘ah. Bab ini juga tidak lazim di antara bab-bab dari karya…

2-3 Hikmah Penghembusan Nafas Dalam Firman Tentang Syits – Fushush-ul-Hikam Mutiara Hikmah 27 Nabi

Terkadang Allah memberikan sebuah pemberian terhadap hamba-Nya atas Nama-Nya Yang Maha Pengasih (ar-Raḥmān), di mana kasus pemberian ini bebas dari semua yang bertentangan dengan hakikat hamba ketika itu, atau segala sesuatu yang bisa menjatuhkannya. Terkadang Allah memberikan atas Nama Yang Maha Meliputi (al-Wāsi‘), sehingga pengaruhnya bersifat universal. Sementara pada waktu lain, Dia memberikan atas nama Yang Maha Bijaksana (al-Ḥakīm), untuk memberikan pelayanan terbaiknya terhadap hamba-Nya. Dia bisa memberikan atas Nama…

2-2 Hikmah Penghembusan Nafas Dalam Firman Tentang Syits – Fushush-ul-Hikam Mutiara Hikmah 27 Nabi

Kembali pada persoalan pemberian ilahi, kami telah menyebutkan bahwa pemberian ini bisa berasal dari Esensi ataupun dari Nama-nama Ilahi. Adapun karunia atau pemberian dari jenis pertama, hanya berasal dari pembukaan rahasia-diri (tajallī) ilahi, yang hanya terjadi dalam sebuah bentuk yang sesuai dengan kecenderungan esensial penerima terhadap penyingkapan semacam ini. Jadi, penerima tidak melihat apa-apa selain bentuknya sendiri dalam cermin Realitas. Dia tidak melitas Realitas Sendiri, yang tidak mungkin, meskipun dia…

2-1 Hikmah Penghembusan Nafas Dalam Firman Tentang Syits – Fushush-ul-Hikam Mutiara Hikmah 27 Nabi

HIKMAH PENGHEMBUSAN NAFAS DALAM FIRMAN TENTANG SYĪTS Ketahuilah, bahwa pemberian dan karunia ilahi dalam bidang yang ditentukan, baik melalui hamba-Nya maupun tidak, dibagi dalam dua jenis: pemberian dari Esensi dan pemberian dari Nama-nama, sebagaimana juga ada pemberian yang diberikan sebagai respon atas permintaan khusus dan pemberian yang diberikan sebagai respon atas permintaan umum. Ada juga pemberian yang diberikan tanpa permintaan apa pun, baik yang berasal dari Esensi maupun Nama-nama. Contoh…
Lewat ke baris perkakas