Adab Kepada Baginda Rasul S.A.W. – Kisah Sang Rasul

Bab 14: ADAB KEPADA BAGINDA RASŪL S.A.W.   Telah kita ketahui bersama bahwa budi pekerti Rasūlullāh s.a.w. meliputi segala kemuliaan dan keindahan yang telah diberikan Allah s.w.t. kepadanya, dan bertambah indah dan bagusnya akhlak dan budi pekerti tersebut ketika disandingkan kepada beliau, maka darinya lah kemuliaan dan keutamaan. Dan ketika kita mengerti akan bagaimana para sahabatnya yang mulia beradab di hadapan Rasūlullāh s.a.w., ketika mereka duduk di majelisnya seakan-akan burung…

Budi Pekerti Yang Mulia – Kisah Sang Rasul (2/2)

Sayyidinā Ḥusain r.a. berkata: Aku pernah bertanya kepada ayahku ‘Alī bin Abī Thālib r.a. tentang bagaimana Rasūlullāh s.a.w. jika kembali ke tempat tinggalnya? Maka Sayyidinā ‘Alī r.a. menjawab: “Beliau jika kembali ke rumahnya, membagi aktifitasnya menjadi 3 bagian; bagian untuk Allah, bagian untuk keluarganya, bagian untuk dirinya, kemudian membagi yang merupakan bagiannya untuk dirinya dan orang-orang. Beliau pun menginstruksikan pengajaran bagi awam kepada para sahabat yang khusus (yang lebih banyak…

Budi Pekerti Yang Mulia – Kisah Sang Rasul (1/2)

Bab 13: BUDI PEKERTI YANG MULIA   Barang siapa yang menelaah perjalanan hidup Baginda Rasūlullāh s.a.w., maka akan ditemukan di dalamnya petunjuk besar yang mengarahkan bahwa di dalam diri Rasūlullāh s.a.w. terdapat jiwa yang sempurna yang tidak dapat dicapai oleh seseorang yang sangat cerdas sekalipun, maka carilah buku sejarah dari bahasa manapun untuk kalangan manapun, maka tidak akan ditemukan seseorang pun yang dapat menyaingi dan mencapai apa yang telah diberikan…

Syafaat Baginda Rasulullah s.a.w. – Kisah Sang Rasul (2/2)

c). Syafaat Baginda Rasūlullāh s.a.w. Di dalam sebuah hadits disebutkan berikut: عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – قَالَ: أُتِيَ رَسُوْلَ اللهِ (ص) بِلَحْمٍ، فَرُفِعَ إلَيْهِ الذِرَاعُ، وَ كَانَتْ تُعْجِبُهُ، فَنَهَسَ مِنْهَا نَهْسَةً ثُمَّ قَالَ: أَنَا سَيِّدُ النَّاسِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَ هَلْ تَدْرُوْنَ مِمَّ ذلِكَ؟ يُجْمَعُ النَّاسُ الْأَوَّلِيْنَ وَ الْآخِرِيْنَ فِيْ صَعِيْدٍ وَاحِدٍ، يُسْمِعُهُمُ الدَّاعِيْ، وَ يَنْفُذُهُمُ الْبَصَرُ، وَ تَدْنُو الشَّمْسُ، فَيَبْلُغُ النَّاسَ مِنَ الْغَمِّ وَ الْكَرْبِ مَا لَا

Keutamaan Baginda Rasulullah S.A.W. Di Atas Para Nabi – Kisah Sang Rasul (1/2)

Bab 12: KEUTAMAAN BAGINDA RASŪLULLĀH S.A.W. DI ATAS PARA NABI.   Telah menjadi sunnatullāh (taqdīr Allah) bahwa Yang Maha Kuasa memilih para nabi sebagai makhluk yang Dia cintai dan yang paling mulia di sisi-Nya, agar para nabi yang Allah utus menjadi lentera dan penerang bagi kaumnya, dan contoh baik bagi manusia. Allah s.w.t. berfirman tentang pemilihannya terhadap pengemban risalah, sebagai berikut: وَ مِنْ آبَائِهِمْ وَ ذُرِّيَّاتِهِمْ وَ إِخْوَانِهِمْ وَ اجْتَبَيْنَاهُمْ

Mu’jizat Rasulullah S.A.W. – Kisah Sang Rasul (2/2)

b). Terbelahnya Bulan. Sesungguhnya mu‘jizat terbelahnya bulan hanya dikhususkan untuk Baginda Rasūlullāh s.a.w. dan merupakan mu‘jizat Rasūlullāh s.a.w. yang paling besar, dikarenakan timbul mu‘jizat tersebut di luar kebiasaan yang ada di alam semesta ini sehingga susah untuk disamai mu’jizat tersebut dengan cara apapun. (2) Diriwayatkan oleh Imām Bukhārī di dalam kitab “Shaḥīḥ”-nya; dari sahabat ‘Abdullāh ibn Mas‘ūd r.a. berkata: “Telah terbelahnya bulan di zaman Baginda Rasūlullāh s.a.w. dua bagian; sebagian…

Mu’jizat Rasulullah S.A.W. – Kisah Sang Rasul (1/2)

Bab 11: MU‘JIZAT RASŪLULLĀH S.A.W.   Dan sebelum kami sebutkan beberapa kabar tentang mu‘jizat Baginda Nabi Muḥammad s.a.w., maka kami ingin menjelaskan definis al-Qādhī ‘Iyādh (pengarang kitab “asy-Syifā’”) tentang makna mu‘jizat: “Ketahuilah, sesungguhnya makna penamaan terhadap apa yang didatangkan oleh para nabi, yaitu mu‘jizat. Yang berma‘na, bahwa para makhluk Allah tidak mampu (عَجز) untuk melakukan hal serupanya. Mu‘jizat terbagi menjadi dua: 1). Bagian yang mirip seperti kemampuan manusia…

Muhammad Seorang Nabi Bukan Penguasa – Kisah Sang Rasul

Bab 10: MUḤAMMAD SEORANG NABI BUKAN PENGUASA   Dewasa kini banyak kita melihat kelompok yang menulis tentang Islam, Nabi s.a.w., para sahabat, dan ahl-ul-bait. Di antara mereka banyak penulis handal yang pintar mencari ketenaran melalui buku-bukunya akan tetapi apa yang mereka tulis jauh dari pemahaman Islam yang sebenarnya, serta sangat bertentangan dengan nilai-nilai keimanan kepada Allah dan Rasūl-Nya, secara ringkas ada dua jenis tulisan mereka: 1). Tulisan yang secara terang-terangan…

Tidak Belajar dari Kitab dan Manusia – Kisah Sang Rasul

Bab 9: TIDAK BELAJAR DARI KITAB DAN MANUSIA   Sebagian dari musuh-musuh Islam menuduh bahwa Nabi s.a.w. melakukan koneksi dan berteman dengan rahib Yahudi dan pendeta Nasrani, serta belajar dari mereka, ini adalah tuduhan yang tidak benar dikarenakan tuduhan itu bertentangan dengan fakta dan bukti bahwa Nabi s.a.w. dikenal tumbuh besar dalam keadaan ummiy (buta huruf) di antara kalangan keluarga dan kaumnya. Al-Imām Qādhī ‘Iyādh rhm. berkata dalam kitabnya “asy-Syifā’”…

Diutusnya Nabi S.A.W. – Kisah Sang Rasul

Bab 8: DIUTUSNYA NABI S.A.W.   Ketika perjalanan hidup yang ditempuh Rasūlullāh s.a.w. memasuki usia 40 tahun, beliau dikenal sebagai pribadi yang jujur, cerdas, baik, santun, dan memiliki budi pekerti yang luhur di antara kaumnya. Dan sifat-sifat yang mulia ini belum cukup bagi seseorang untuk mengemban maqām nubuwwah dan tablīgh yang Allah s.w.t. khususkan kepada kekasihnya terkecuali jika sudah mendapatkan bantuan dan pertolongan dari Allah kepada pemilik maqām tersebut. Hal…