Hati Senang

2-16 Tempat Orang Kikir dan Dermawan – 115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah

Tempat Orang Kikir dan Dermawan   ‘Ā’isyah r.a. menuturkan bahwa seorang wanita muda menghadap Rasūlullāh Saw. mengeluhkan tangan kanannya yang kaku tak dapat digerakkan. Ia berkata, “wahai Rasūlullāh, berdoalah kepada Allah agar tanganku sembuh seperti sedia kala.” “Apa yang menyebabkan tanganmu seperti ini?” tanya Rasūlullāh Saw. “Aku bermimpi Kiamat tiba. Neraka Jahannam menyala-nyala. Pintu-pintu surga telah dibuka. Lalu, aku melihat ibuku berada di tepi Neraka Jahannam. Pada salah satu tangannya…

2-15 Cinta Rasūlullāh kepada Keluarganya – 115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah

Cinta Rasūlullāh kepada Keluarganya Umm-ul-Mu’minīn, ‘Ā’isyah r.a. menuturkan: “Tidak pernah aku melihat seorang pun yang paling mirip keadaannya dengan Rasūlullāh Saw. dalam cara berdiri dan cara duduknya seperti Fāthimah, putri beliau. Bila ia datang, Rasūlullāh segera berdiri menyambutnya, menciumnya, dan mendudukkanya di tempat duduknya.” Begitu sering Rasūlullāh Saw. mencium Fāthimah sehingga ‘Ā’isyah r.a. pernah menegurnya. Namun, Rasūlullāh yang menjawab: “Wahai ‘A’isyah, kalau aku merindukan surga, aku akan mencium Fāthimah.” Bahkan.…

2-14 Pemberian Nama Yang Indah – 115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah

Pemberian Nama yang Indah   Betapa senang Abū Usaid di hari itu, karena ia baru saja dikaruniai oleh Allah Swt. seorang putra. Saat bayinya lahir dengan selamat, Abū Usaid langsung ingat apa yang dilakukan az-Zubair ibn al-‘Awwām dan istrinya, Asmā’ binti Abī Bakar. Suami-istri ini dikaruniai seorang putra bernama ‘Abdullāh, yang kelahirannya disambut penuh suka cita oleh kaum Muslim. Mereka bergembira karena kelahiran ‘Abdullāh mematahkan ramalan yang disebarluaskan kaum Yahudi…

2-13 Memenuhi Undangan Tetangga – 115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah

Memenuhi Undangan Tetangga   Setelah pernikahan Rasūlullāh Saw. dan ‘Ā’isyah r.a. diresmikan pada tahun kedua Hijriah, pasangan suami-istri itu pindah ke rumah (lebih tepatnya bilik) baru, yaitu ke salah satu bilik di samping Masjid Nabawi yang dibangun Rasūlullāh Saw. dari tanah liat dan beratapkan anyaman pelepah kurma. Tidak ada perlangkapan berharga di dalam bilik itu. Di dalamnya hanya ada sebuah tempat tidur dari kulit yang disamak, diisi bulu, dan di pintu…

2-12 Kasih Sayang Allah Lebih Besar – 115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah

Kasih Sayang Allah Lebih Besar   Setelah Perang Hawazin berakhir, sejumlah tawanan yang terdiri atas anak-anak dan para wanita dihadapkan kepada Rasūlullāh Saw. dan beliau memperhatikan mereka. Lalu, beliau dan para sahabat melihat seorang tawanan wanita tampak sibuk sendiri. Ia melangkah ke sana ke mari mencari-cari putranya, belahan jiwanya. Ia tampak terguncang, berteriak-terik, dan bertingkah seperti orang gila. Ia datangi setiap anak kecil yang sedang disusui ibunya. Ia periksa wajah…

2-11 Sayangilah, Niscaya Kau Disayangi – 115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah

Sayangilah, Niscaya Kau Disayangi   Suatu ketika Rasūlullāh Saw. mencium cucunya, Al-Ḥasan ibn ‘Ālī r.a. Saat itu, seorang sahabat, Al-Aqra’ ibn Ḥārits at-Tamīmī ada di samping beliau. Menyaksikan betapa Rasūlullāh sangat mengasihi cucunya, Al-Aqra’ berkata: “Aku punya sepuluh anak, tetapi tidak pernah aku mencium seorang pun di antara mereka.” Rasūlullāh Saw. berujar: “Barang siapa yang tidak menyayangi, tidak akan disayangi.” Dalam kesempatan yang lain, seorang ‘Arab Badui menemui Rasūlullāh Saw. dan…

2-10 Dan, Rasulullah Pun Menangis – 115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah

Dan, Rasūlullāh pun Menangis   Suatu hari Rasūlullāh Saw. dan beberapa sahabat berjalan untuk melihat putra beliau, Ibrāhīm, yang sedang sakit bersama ibu susuannya. Saat melihat putranya, beliau langsung memeluk dan menciumnya. Beberapa saat kemudian para sahabat memasuki kamar Ibrāhīm. Namun, mereka tak sempat bertemu dengannya karena Ibrāhīm yang mulia telah meninggal dunia. Kejadian ini meninggalkan duka kepdedihan yang sangat dalam di hati Rasūlullāh Saw. Kedua mata beliau terus meneteskan…

2-9 Rasulullah & Anak Yatim – 115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah

Rasūlullāh dan Anak Yatim   Suatu pagi, usai shalat ‘Id-ul-Fithri, seperti biasanya, Rasūlullāh Saw. mengunjungi rumah demi rumah untuk mendoakan kaum Muslim. Mereka semua tampak senang dan bahagia terutama anak-anak. Mereka bermain sambil berlari-lari mengenakan pakaian bagus. Tiba-tiba, Rasūlullāh Saw. melihat di ujung jalan seorang gadis kecil dukuk bersedih. Ia terlihat memakai pakaian tambal-tambal dan sepatu usang. Rasūlullāh Saw. bergegas menghampirinya. Gadis kecil ini menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya, lalu…

2-8 Wanita Penghuni Surga – 115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah

Wanita Penghuni SurgaSeorang wanita datang menemui Rasūlullāh Saw. membawa anaknya. Ia berkata: “Wahai Rasūlullāh anakku ini sakit dan aku takut kehilangan ia. Sungguh aku telah kehilangan tiga anakku sebelumnya.” Rasūlullāh Saw. berkata: “Sesungguhnya kamu terlindung dengan tabir yang amat kukuh dari panasnya api neraka.” Sabda Nabi Saw. itu mengandung arti bahwa setiap wanita yang ditinggal mati anaknya, kemudian ia bersabar atas ketentuan Allah tersebut, niscaya Allah memasukkannya ke surga.…
Lewat ke baris perkakas