skip to Main Content

Ucapan Umar bin al-Khaththab Tentang al-Qur’an 001

1) قال عمر بن الخطاب رضي الله عنه: (كنا نحفظ العشر آيات فلا ننتقل إلى ما بعدها حتى نعمل بهن) و روي عنه أنه حفظ سورة البقرة في تسع سنين و ذلك ليس للانشغال عن الحفظ أو رداءة الفهم و لكن بسبب التدقيق و التطبيق.

1. Umar bin al-Khaththab r.a. berkata:

“Kami dulu pernah menghafal 10 ayat, lalu kami tidak akan melanjutkan seterusnya sehingga kami mengamalkannya.”

Dan juga diriwayatkan darinya, bahwa beliau menghabiskan sembilan tahun untuk menghafalkan surat-ul-baqarah dan itu bukan karena beliau sibuk menghafalnya atau memperhiasi kepahamannya, tapi adalah karena cermat (berhati-hati) dan melaksanakannya.

Ucapan Ibnu Mas’ud Tentang al-Qur’an 001

1) قال ابن مسعود رضي الله عنه: ( ينبغي لقارئ القرآن أن يعرف بليله إذا الناس نائمون، و بنهاره إذا الناس مفطرون، و ببكائه إذا الناس يضحكون، و بورعه إذا الناس يخلطون، و بصمته إذا الناس يخوضون، و بخضوعه إذا الناس يختالون، و بحزنه إذا الناس يفرحون … )

1. Ibnu Mas‘ud r.a. berkata:

“Seharusnya seorang qari’ (pembaca) al-Qur’an itu mengenal malamnya (yakni shalat malam) sewaktu yang lain masih tidur, (mengenal) siang harinya (yakni berpuasa) ketika yang lain tidak (berpuasa), menangis ketika yang lain masih tertawa, bersikap wara‘ ketika yang lain bergaul bebas, berdiam diri ketika yang lain bercampur-baur, merendahkan diri ketika yang lain berlagak sombong, dan merasa sedih ketika yang lain sedang bergembira.”

Ucapan Sayyidina Ali Tentang al-Qur’an 004 – 006

004

أَفْضَلُ الذِّكْرِ الْقُرْآنُ، بِهِ تُشْرَحُ الصُّدُوْرُ وَ تَسْتَنِيْرُ السَّرَائِرُ

Zikir yang terbaik adalah al-Qur’ān, dengannya shadr (tahap hati pertama) akan menjadi lapang, dan akan menyulut cahaya (as-Sarā’ir) rahasia (tahap hati kelima).

005

إِنَّ الْقُرْآنَ ظَاهِرُهُ أَنِيْقٌ، وَ بَاطِنُهُ عَمِيْقٌ، لَا تَفْنَى عَجَائِبُهُ، وَ لَا تَنْقَضِيْ غَرَائِبُهُ، وَ لَا تُكْشَفُ الظُّلُمَاتُ إِلَّا بِهِ

Sesungguhnya al-Qur’ān lahirnya anggun, batinnya dalam, keajaiban-keajaibannya tidak pernah akan sirna, tidak pernah akan habis keluarbiasaannya, dan tidak pernah akan tersingkap kegelapan kecuali dengannya.

006

إِنَّ هذَا الْقُرْآنَ هُوَ النَّاصِحُ الَّذِيْ لَا يَغُشُّ، وَ الْهَادِي الَّذِيْ لَا يُضِلُّ، وَ الْمُحَدِّثُ الَّذِيْ لَا يَكْذِبُ

Sesungguhnya al-Qur’ān ini adalah seorang penasihat yang tidak pernah menipu, seorang penunjuk jalan yang tidak pernah tersesat, dan seorang pembicara yang tidak pernah berbohong.

Ucapan Sayyidina Ali Tentang al-Qur’an 001 – 003

001

اَلْقُرْآنُ أَفْضَلُ الْهِدَايَتَيْنِ

Al-Qur’ān itu adalah yang lebih baik (afdhal) di antara dua hidayat.

002

أَحْسِنُوا تِلَاوَةَ الْقُرْآنِ فَإِنَّهُ أَنْفَعُ (أَحْسَنُ ) الْقَصَصِ، وَ اسْتَشْفُوْا بِهِ فَإِنَّهُ شِفَاءُ الصُّدُوْرِ

Baguskanlah tilāwah (bacaan) al-Qur’ān, karena ia adalah kisah (cerita) yang paling bermanfaat (paling bagus), dan berobatlah dengannya, karena ia adalah penawar shadr (tahap hati pertama).

003

اِتَّبِعُوا النُّوْرَ الَّذِيْ لَا يُطْفَأُ، وَ الْوَجْهَ الَّذِيْ لَا يَبْلَى، وَ اسْتَسْلِمُوْا، وَ سَلِّمُوْا لِأَمْرِهِ، فَإِنَّكُمْ لَنْ تَضِلُّوْا مَعَ التَّسْلِيْمِ

Ikutilah Nūr (cahaya) yang tidak pernah akan padam, wajah yang tidak pernah akan hilang, serahkanlah diri, pasrahlah pada perintah-Nya, karena sesungguhnya dengan kepasrahan, kalian tidak akan bakal tersesat.

Back To Top