Surah an-Nashr 110 ~ Tafsir al-Qur’an-ul-Majid an-Nur

Surat Ke-110 AN-NASHR Surat an-Nashr bermakna pertolongan. Diturunkan di Makkah sesudah surat at-Taubah, Surat an-Nashr Ahli Tafsir juga dinamakan dengan surat at-Taudī‘, terdiri dari 3 ayat.   A. SEJARAH TURUN Diriwayatkan bahwa surat ini diturunkan di Mina, ketika Nabi berhaji wada‘. Setelah surat ini turun, barulah diturunkan ayat “al-yauma akmaltu lakum dīnakum” (hari ini aku sempurnakan agamamu). (11) Ketika ‘Umar mendengar pembacaan surat ini, beliau pun menangis. Beliau berkata: “al-kamālu…

Surah az-Zalzalah 99 ~ Tafsir al-Qur’an-ul-Majid an-Nur

Surat Ke-99 AZ-ZALZALAH Surat az-Zalzalah bermakna keguncangan. Diturunkan di Makkah sesudah surat an-Nisa’. Surat az-Zalzalah juga dinamakan surat az-Zilzāl, dan terdiri dari 8 ayat. A. SEJARAH TURUN Ada yang mengatakan bahwa surat ini diturunkan di Makkah. Ketika itu, orang kafir kerapkali menanyakan masalah hari hisab. Untuk menjelaskan tanda-tanda hari kiamat, yang di dalamnya terdapat adanya hari hisab itu Allah menurunkan ayat ini (1). B. KANDUNGAN ISI Surat ini menandaskan bahwa…

Surah al-Ma’un 107 ~ Tafsir ath-Thabari (2/3)

Firman-Nya: (وَ يَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَ) “Dan enggan (menolong dengan) barang berguna” maksudnya adalah, dan menghalangi manusia dari manfaat-manfaat yang ada pada mereka. Asal makna al-mā‘ūn adalah segala sesuatu yang bermanfaat. Air yang turun dari awan disebut mā‘ūnuhu. Dari pengertian ini terdapat ungkapan al-A‘sya bani Tsa‘labah berikut ini: (2243):بِأَجْوَدَ مِنْهُ بِمَاعُوْنِهِ إِذَا مَا سَمَاؤُهُمُ لَمْ تَغِمْ“Dengan air awan terbaik darinya, kendati langit mereka tidak berawan.” (2244). Ada pula…

Surah al-Falaq 113 ~ Tafsir ath-Thabari (1/3)

SŪRAH AL-FALAQبِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ. مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ. وَ مِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ. وَ مِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ. وَ مِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ. 113:1. Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh. 113:2. Dari kejahatan makhluk-Nya, 113:3. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, 113:4. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, 113:5. Dan dari kejahatan orang…

Surah al-Falaq 113 ~ Tafsir al-Wasith

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang SŪRAT-UL-FALAQ BERLINDUNG DARI KEBURUKAN MAKHLUK Allah s.w.t. adalah tempat makhluk berlindung. Dialah yang mencegah kejahatan dan keburukan, melindungi dari segala gangguan dan memberi keselamatan bagi semua yang mendapat ujian bila Ia berkehendaki. Allah s.w.t. mengajari kita tentang bagaimana cara berlindung kepada-Nya di berbagai krisis yang sulit ditangani, berlindung dari penyesatan jinn dan syaithan yang durhaka seperti…

Surah al-Buruj 85 ~ Tafsir al-Jalalain

085 SŪRAT-UL-BURŪJ Makkiyyah, 22 ayat Turun sesudah Sūrat-usy-Syams.   بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang   وَ السَّمَاءِ ذَاتِ الْبُرُوْجِ. 1. (وَ السَّمَاءِ ذَاتِ الْبُرُوْجِ.) “Demi langit yang mempunyai gugusan bintang” yakni bintang-bintang yang dua belas gugusan, sebagaimana yang telah dijelaskan di dalam surah Al-Furqān. وَ الْيَوْمِ الْمَوْعُوْدِ. 2. (وَ الْيَوْمِ الْمَوْعُوْدِ.) “Dan demi hari yang dijanjikan” yaitu hari…

Surah al-‘Adiyat 100 ~ Tafsir al-Qur’an-ul-Majid an-Nur

Surat Ke-100 AL-‘ĀDIYĀT Surat al-‘Ādiyāt bermakna kuda berlari kencang. Diturunkan di Makkah sesudah surat al-‘Ashr, terdiri dari 11 ayat.   A. KANDUNGAN ISI Surat ini mengandung sumpah Allah bahwa manusia benar-benar merupakan makhluk yang mengingkari nikmat-Nya, tidak tahu berterima kasih, makhluk yang amat tamak kepada harta, dan berperilaku kikir. Pada akhirnya Allah mengancam manusia dengan pembalasan yang berat.   B. KAITAN DENGAN SURAT SEBELUMNYA Dalam surat yang telah lalu, Tuhan…

Surah al-Falaq 113 ~ Tafsir Ibni Katsir (2/2)

Firman Allah s.w.t.: وَ مِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul (Al-Falaq: 4) Mujahid, ‘Ikrimah, al-Hasan, Qatadah, dan adh-Dhahhak telah mengatakan bahwa yang dimaksud ialah wanita penyihir. Mujahid mengatakan bahwa yaitu apabila wanita-wanita penyihir itu mengembus pada buhul-buhulnya. Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu ‘Abbul-A‘la, telah menceritakan kepada kami Ibnu Tsaur, dari Ma‘mar, dari Ibnu Thawus, dari ayahnya yang mengatakan…

Surah al-Muzzammil 73 – Tafsir Ayat (Bagian 1) ~ Tafsir ash-Shabuni

Tafsīr Ayat “Hai orang yang berselimut”; hai orang yang berselimut dengan pakaiannya. Yang dimaksudkan adalah Nabi Muḥammad s.a.w. Panggilan “Hai orang yang berselimut” menunjukkan kelembutan Allah kepada beliau di samping untuk menghibur beliau. As-Suḥailī berkata: “Jika bangsa ‘Arab menginginkan sikap lembut kepada orang yang diajak bicara dan tidak mencelanya, maka mereka menyebutnya dengan kata-kata yang menunjukkan sikapnya. Misalnya sabda Nabi s.a.w. kepada ‘Alī ketika dia sedang marah kepada Fāthimah dan…