Hati Senang

Surah al-Jinn 72 ~ Tafsir asy-Syaukani (6/6)

Pembahasan mengenai perdukunan telah dijelaskan dalam agama ini, dan itu menjadi salah satu cara mengetahui sebagian perkara ghaib melalui curi dengar dari syaithan-syaithan sehingga hal itu dilarang dengan diutusnya Nabi s.a.w., lalu syaithan-syaithan itu berkata: (وَ أَنَّا لَمَسْنَا السَّمَاءَ فَوَجَدْنَاهَا مُلِئَتْ حَرَسًا شَدِيْدًا وَ شُهُبًا. وَ أَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِ فَمَنْ يَسْتَمِعِ الْآنَ يَجِدْ لَهُ شِهَابًا رَّصَدًا) “Dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka…

Surah al-Jinn 72 ~ Tafsir asy-Syaukani (5/6)

(وَ أَنَّ الْمَسَاجِدَ للهِ) “Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah.” Kami telah memaparkan sebelumnya kesepakatan para ahli qirā’āt membaca dengan fatḥah di sini, karena ia di-‘athaf-kan kepada (أَنَّهُ اسْتَمَعَ) “bahwasanya: telah mendengarkan.” (Qs. al-Jinn [72]: 1) yakni telah diwahyukan kepadaku bahwa masjid-masjid itu adalah milik Allah. Al-Khalīl mengatakan: Di sini terdapat perkiraan (asumsi) kata yang dibuang (وَ لِأَنَّ الْمَسَاجِدَ). (الْمَسَاجِدَ) “masjid-masjid”…

Surah al-Jinn 72 ~ Tafsir asy-Syaukani (4/6)

Ibnu Jarīr dan Ibnu Abī Ḥātim meriwayatkan darinya (Ibnu ‘Abbās) tentang firman Allah: (وَ أَنَّا مِنَّا الصَّالِحُوْنَ وَ مِنَّا دُوْنَ ذلِكَ) “Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya”, ia berkomentar: “Di antara kami ada yang muslim dan musyrik.” Dan tentang firman-Nya: (كُنَّا طَرَائِقَ قِدَدًا.) “Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda.” yakni keinginan-keinginan yang bermacam-macam.…

Surah al-Jinn 72 ~ Tafsir asy-Syaukani (3/6)

Para ulama berbeda pendapat apakah syaithan-syaithan itu dilempar dengan panah api sebelum pengutusan Nabi s.a.w. atau tidak? Sebagian orang mengatakan: “Tidak demikian”. Al-Wāḥidī menceritakan dari Ma‘mar, ia berkata: Aku berkata kepada az-Zuhrī: Apakah dilempar pada masa jahiliyyah? Ia berkata: “Ya.” Aku berkata: Lalu apa pendapatmu tentang firman Allah: (وَ أَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا) “Dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu.” ia menjawab: “Ayat ini…

Surah al-Jinn 72 ~ Tafsir asy-Syaukani (2/6)

Lafazh (الْجَدُّ) menurut para ahli bahasa berarti kemegahan dan keagungan, dikatakan (جَدّ فِيْ عَيْنِيْ) yakni (عَظمَ) “besar”, maka makna ayat ini: Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami dan keagungan-Nya, hal ini dinyatakan oleh ‘Ikrimah dan Mujāhid. Al-Ḥasan mengatakan: Maksudnya, Maha Tinggi kekayaan-Nya. Di antara contoh penggunaan dengan makna ini dikatakan bahwa keberuntungan adalah keterpeliharaan, dan (رَجُلٌ مَجْدُوْدٌ) yakni (مَحْفُوْظٌ) “terpelihara”. Di…

Surah al-Jinn 72 ~ Tafsir asy-Syaukani (1/6)

SURAH AL-JINN   Surah ini meliputi dua puluh delapan ayat. Surah ini makkiyyah (diturunkan di Makkah). Al-Qurthubī berkata: “Ini pendapat keseluruhan.” Diriwayatkan oleh Ibn-udh-Dhurais, an-Naḥḥās, Ibnu Mardawaih, dan al-Baihaqī, dari Ibnu ‘Abbās, ia berkata: “Surah al-Jinn diturunkan di Makkah.” Dan diriwayatkan oleh Ibnu Mardawaih dari ‘Ā’isyah dan Ibnu Zubair, riwayat yang sama.   بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ قُلْ أُوْحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِّنَ الْجِنِّ فَقَالُوْا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا.
Lewat ke baris perkakas