Surah al-Ma’arij 70 ~ Tafsir ash-Shabuni (4/4)

“Maka Aku bersumpah dengan Tuhan Yang Mengatur tempat terbit dan terbenamnya matahari, bulan dan bintang”; Aku bersumpah demi Tuhan Pemilik dan Penguasa tempat terbit dan tempat terbenamnya matahari, bulan dan bintang-bintang, “sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa untuk mengganti (mereka) dengan kaum yang lebih baik dari mereka”; sungguh Kami mampu membinasakan mereka dan mengganti mereka dengan sekelompok orang yang lebih utama dan lebih taat kepada Kami daripada mereka. “dan Kami sekali-kali…

Surah al-Ma’arij 70 ~ Tafsir ash-Shabuni (3/4)

Kemudian Allah menjelaskan watak asal manusia, yaitu sangat tamak untuk mengumpulkan harta benda: “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir”; manusia berwatak asli keluh-kesah, tidak sabar terhadap musibah dan tidak bersyukur atas ni‘mat. ‘Ulamā’ tafsir berkata: “Yakni sangat tamak dan sedikit sabar.” (771) Yang dimaksudkan adalah manusia secara umum. Buktinya, ada pengecualian selanjutnya. Kemudian Allah menjelaskannya dengan firman: “Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh-kesah”; jika dia ditimpa sesuatu yang…

Surah al-Ma’arij 70 ~ Tafsir ash-Shabuni (2/4)

Tinjauan Bahasa (الْمَعَارِجِ): tempat naik dan tangga untuk naik seseorang menuju langit. Termasuk arti ini adalah kata Mi‘rāj Nabi Muḥammad s.a.w. (الْمُهْلِ): tembaga yang meleleh dan mencair. (الْعِهْنِ): bulu yang ada gambarnya, (فَصِيْلَتِهِ): kelompok asal nasab. (لَظَى): nama Jahannam. Disebut demikian sebab apinya menyala-nyala. (الشَّوَى): kulit kepala, berbentuk jama‘ (758) (هَلُوْعًا): banyak mengeluh dan bosan. Abū…

Surah al-Ma’arij 70 ~ Tafsir ash-Shabuni (1/4)

070 SŪRAT-UL-MA‘ĀRIJ   Pokok-pokok Kandungan Surat. Sūrat-ul-Ma‘ārij termasuk kelompok surat Makkiyyah yang menitik-beratkan kaidah-kaidah Islam. Surat ini berbicara mengenai hari kiamat dan praharanya dan akhirat yang diikuti fenomena kehidupan keberuntungan dan kecelakaan, kehidupan peristirahatan bahagia dan keletihan karena siksa. Selain itu juga berbicara tentang keadaan orang mu’min dan orang yang durhaka di negeri pembalasan dan keabadian. Inti surat ini adalah berbicara mengenai kafir Makkah dan sikap keingkaran mereka terhadap hari…