Surah al-Falaq 113 ~ Tafsir al-Azhar (Bagian 3)

BENARKAH NABI MUHAMMAD S.A.W. PERNAH KENA SIHIR?   Menurut dari yang dinukil oleh asy-Syihāb dari kitab “at-Ta’wīlāt” karangan Abū Bakar al-Asham dari hal peristiwa Nabi s.a.w. kena sihir. Menurut beliau ini, Hadis berkenaan dengan Nabi s.a.w. kena sihir itu adalah matrūk, artinya ialah Hadis yang mesti ditinggalkan dan tidak boleh dipakai. Karena kalau Hadis demikian diterima, berarti kita mengakui apa yang didakwakan oleh orang kafir, bahwa Nabi s.a.w. telah (mempan)…

Surah al-Falaq 113 ~ Tafsir al-Azhar (Bagian 2)

“Dan dari kejahatan wanita-wanita peniup pada buhul-buhul.” (ayat 4). Yang dimaksud di sini ialah bahaya dan kejahatan mantra-mantra sang dukun. Segala macam mantra atau sihir yang digunakan untuk mencelakakan orang lain. Ada satu perbuatan yang disebut TUJU! Dalam pemakaian kata secara umum, kata tuju berarti titik akhir yang dituju dalam perjalanan. Yang boleh dikatakan juga dalam bahasa Arab maqshūd. Apa yang dituju, dengan apa yang dimaksud adalah sama artinya. Tetapi…

Surah al-Falaq 113 ~ Tafsir al-Azhar

113 Sūrat-ul-Falaq Sūrat-ul-Falaq, Ayat 1-5.   بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Dengan Nama Allah, Maha Pengasih, Maha Penyayang   قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ. مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ. وَ مِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ. وَ مِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ. وَ مِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ. 113: 1. Katakanlah: “Aku berlindung dengan Tuhan dari subuh, 113: 2. Dari kejahatan apa-apa yang telah Dia jadikan, 113-3. Dan dari kejahatan malam apabila dia telah…