3-2-5,6,7 Hukum Darah yang Keluar dari Rahim – Bidayat-ul-Mujtahid

Masalah kelima: Apakah ash-shufrah (cairan hitam) dan al-kudrah (cairan kekuning-kuningan) termasuk Ḥaidh? Para ulama berbeda pendapat tentang ash-shufrah dan al-kudrah, apakah keduanya termasuk darah ḥaidh. Sekelompok ulama berpendapat bahwa keduanya adalah darah ḥaidh seperti yang layaknya keluar di masa ḥaidh. Inilah pendapat yang dipegang oleh Syāfi‘ī dan Abū Ḥanīfah. Pendapat serupa juga diriwayatkan dari Mālik, dan diungkapkan dalam al-Mudawwanah. “Ash-shufrah dan al-kudrah keduanya termasuk jenis ḥaidh, baik keluar dari masa…

3-2-2,3,4 Hukum Darah yang Keluar dari Rahim – Bidayat-ul-Mujtahid

Masalah kedua: Ḥaidh yang terputus-putus. Mengenai wanita yang mengalami ḥaidh terputus-putus, seperti ḥaidh pada satu hari atau dua hari, lalu kembali suci satu hari atau dua hari kemudian, Mālik dan pengikutnya berpendapat bahwa wanita seperti itu harus menyatukan semua hari-hari keluarnya darah, dan menggugurkan hari sucinya. Dan dia harus bersuci setiap kali melihat ḥaidhnya telah suci, karena dia tidak tahu mungkin saja itu memang waktunya untuk bersuci. Jika hari-hari keluarnya…

3-2-1 Hukum Darah yang Keluar dari Rahim – Bidayat-ul-Mujtahid

HUKUM DARAH YANG KELUAR DARI RAHIM Pembahasan mengenai darah-darah yang keluar dari rahim terangkum dalam tiga bab pembahasan: Bab I Macam-macam Darah yang Keluar dari Rahim Kamu Muslimin sepakat bahwa darah yang keluar dari rahim ada tiga macam:Darah haidh, yakni darah yang keluar dalam kondisi tubuh sehat. Darah istiḥādhah, yakni darah yang keluar dalam kondisi tubuh sakit, namun ia bukan darah haidh. Berdasarkan sabda Rasūlullāh s.a.w.:إِنَّمَا ذلِكَ عِرْقٌ