Hati Senang

03-3 Perhelatan Maulid Akbar Dari Masa Ke Masa – Sejarah Maulid Nabi

Perhelatan Maulid Akbar Dari Masa Ke Masa. Seperti dikemukakan sebelumnya, bahwa pada tahun 170 H, Khaizurān, ibu Khalīfah Mūsā al-‘Abbāsī memerintahkan penduduk Madīnah dan Makkah merayakan Maulid Nabi s.a.w. Agaknya tradisi Maulid yang mendapatkan perhatian penguasa Islam pada tahun 170 H. tersebut berlangsung di Makkah dan sekitarnya, mengingat luasnya kekuasaan imperium Dinasti ‘Abbāsiyyah yang berpusat di Baghdād. Dinasti Fāthimiyyah yang berkuasa di Mesir 362 H.-567 H. juga menyelenggarakan banyak perayaan…

03-2 Ka’ab Bin Zuhair & Tradisi Memuji Nabi S.A.W. – Sejarah Maulid Nabi

Ka‘ab bin Zuhair Dan Tradisi Memuji Nabi s.a.w.. Orang pertama yang menulis kitab Maulid Nabi s.a.w. dan kemudian dibacakan di hadapan khalayak luas, di majlis yang diadakan oleh Khalīfah ‘Abbāsiyyah, adalah Imām al-Ḥāfizh al-Qādhī Muḥammad yang wafat di Baghdād pada tahun 207 H. Kitab Maulid-nya dibaca di hadapan al-Mahdī al-‘Abbāsī. Sedangkan yang pertama kali menuliskan biografi dan perikehidupan Nabi s.a.w. adalah Muḥammad bin Isḥāq (20) yang wafat pada tahun 151…

03-1 Khaizuran Binti ‘Atha’ (W. 173 H.) & Akultursi Budaya Persia – Sejarah Maulid Nabi

Khaizurān Binti ‘Athā’ (W. 173 H.) dan Akultursi Budaya Persia. Khaizurān adalah seorang wanita terpelajar. Namanya terukir dalam catatan sejarah. Kitab Tārīkh Baghdād, Tārīkh Thabarī, al-Bidāyatu wan-Nihāyah, al-Kāmilu fī Tārīkh, Syadzarāt Dzahab, al-Qāmūs-ul-Muḥīth menjadi sebagian kitab yang mengabadikan namanya. Semula, ia adalah seorang budak. Dia dibeli dan dimerdekakan oleh Khalīfah al-Mahdī bin Manshūr al-‘Abbās pada tahun 159 H. Khalīfah kemudian menikahinya. Khaizurān mempunyai paras jelita, menawan, berkharisma, cerdas, dan berwawasan…

03-0 Perayaan Maulid Nabi Di Era Klasik – Sejarah Maulid Nabi

BAB III PERAYAAN MAULID NABI DI ERA KLASIK Sejak abad kedua hijriah, kelahiran Nabi sudah dirayakan oleh masyarakat Muslim. Berdasarkan catatan Nūr-ud-Dīn ‘Alī dalam kitabnya Wafā’-ul-Wafā bi Akhbāri Dār-il-Mushthafā, (11) dikatakan bahwa Khaizurān (170 H./786 M.), ibu Amīr-ul-Mu’minīn Mūsā al-Hādī dan ar-Rasyīd, datang ke Madīnah dan memerintahkan penduduk mengadakan perayaan Maulid Nabi s.a.w. di Masjid Nabawi. Beliau kemudian ke Makkah dan memerintahkan agar penduduknya menyelenggarakan Maulid Nabi di rumah-rumah mereka.…

02-4 Penutup – Sejarah Maulid Nabi

Penutup.   Banyak orang yang mulai ragu dengan pentingnya nasionalisme. Apalagi di era seperti saat ini, mobilitas sosial dan globalisasi informasi menjadikan sekat teritorial tidak begitu terasa lagi. Dunia menjadi global village, desa kecil, masing-masing individu di dalamnya dapat berinteraksi dan bertukar informasi dengan mudah. Namun masyarakat Palestina tidak merasakan itu. Palestina adalah bangsa yang tidak memiliki kedaulatan, tidak memiliki tanah air secara definitif, gambaran palestina bisa menjawab seperti apa…

02-3 Kiprah Kaum Sadat ‘Alawiyin Dalam Kemerdekaan RI – Sejarah Maulid Nabi

Kiprah Kaum Sadāt ‘Alawiyin dalam Kemerdekaan RI.   Kalangan sadat, dan keturunan ‘Arab pada umumnya, memiliki hubungan erat dengan bangsa Indonesia sejak berabad-abad silam. Bahkan telah terbentuk kekerabatan yang erat antara mereka dan pribumi, melalui pernikahan. Perjalanan yang membahayakan tidak memungkinkan pendatang ‘Arab itu membawa serta istri dan anak-anak perempuan mereka. Di antara para pendatang yang tidak membawa keluarga itu adalah Syarīf Ḥussein bin Aḥmed al-Gadrī. Setelah menetap di Matan,…

02-2 Sejarah Singkat Nasionalisme ‘Arab – Sejarah Maulid Nabi

Sejarah Singkat Nasionalisme ‘Arab.   Tiga Abad terakhir negara-negara Muslim, termasuk Negara ‘Arab dijajah oleh bangsa-bangsa Eropa, termasuk Yaman. Meskipun ‘Arab bukan hanya Yaman, akan tetapi penulis akan lebih fokus pada Negara Yaman, sebab diaspora Yaman terjadi hampir secara merata terutama ke Negara-negara Asia, termasuk ke Hindia Belanda. Yaman dijajah oleh Portugis, Inggris kemudian komunis di samping terjadi gejolak dan perang saudara antara Yaman Utara dan Selatan. Di samping semangat…

02-1 Lahirnya Kesadaran Kebangsaan – Sejarah Maulid Nabi

BAB II MAULID NABI, LOKALITAS DAN SEMANGAT KEBANGSAAN   Lahirnya Kesadaran Kebangsaan Pada awal abad 19 jauh sebelum berdirinya Negara Indonesia, di kalangan masyarakat Hindia (jajahan Belanda) muncul kesadaran pentingnya menggalang kesatuan. (11) Berdirinya Boedi Oetomo menjadi inspirasi bagi munculnya organisasi pemuda lainnya. Organisasi Tri Koro Dharmo (Tiga Tujuan Mulia) berdiri di Jarkata pada 7 Maret 1915. Didirikan oleh Satiman bersama Kadarman dan Soenardi. Organisasi ini kemudian berubah menjadi Jong…

001 Gejala Universal – Sejarah Maulid Nabi

BAB I MAULID NABI DAN PERAYAAN: GEJALA UNIVERSAL Perayaan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Ia telah ada sejak ribuan tahun lalu. (11) Media massa seperti TV, koran, dan majalah menyuguhkan kepada kita informasi penting mengenai perayaan di seluruh penjuru dunia. Ternyata ada banyak cara orang dalam merayakan sesuatu. Perayaan menggunakan musik, seni, budaya, dan makanan sebagai unsur utamanya. Perayaan memperlihatkan bentuk hubungan manusia dengan lingkungannya. Perayaan juga…
Lewat ke baris perkakas