001-2 Maulid ad-Diba’i – Terjemah Maulid Diba’

اللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَيْهِ “Ya Allah, limpahkanlah rahmat, salam dan berkah kepada Nabi.”   يُبْعَثُ مِنْ تِهَامَةِ بَيْنَ يَدَيِ الْقِيَامَةِ * فِيْ ظَهْرِهِ عَلَامَةٌ تُظِلُّهُ الْغَمَامَةُ * تُطِيْعُهُ السَّائِبُ * فَجْرِيُّ الْجِبِيْنِ لَيْلِيُّ الذَّوَائِبِ * أَلِفِيُّ الْأَنْفِ مِيْمِيُّ الْفَمِ نُوْنِيُّ الْحَاجِبِ * سَمْعُهُ يَسْمَعُ صَرِيْرَ الْقَلَمِ بَصَرُهُ إِلَى السَّبْعِ الطِّبَاقِ ثَاقِبٌ * قَدَمَهُ قَبَّلَهُمَا الْبَعِيْرُ فَأَزَالَا مَا اشْتَكَاهُ مِنَ الْمِحَنِ وَ النَّوَائِبِ * آمَنَ بِهِ الضَّبُّ وَ

02-0 Gegabah Memvonis Bid’ah – Dalil Syar’i Maulid Nabi

Pasal Kedua Gegabah Memvonis Bid‘ah.   ‘Umar bin Khaththāb berdalih kepada Abū Bakar, meski tidak pernah dilakukan Rasūlullāh s.a.w. mengumpulkan al-Qur’ān adalah langkah baik, dan karena baik berarti dianjurkan. Abū Bakar selanjutnya mengulang jawaban ‘Umar itu saat Zaid bin Tsābit bertanya kepadanya: “Bagaimana kalian berdua melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh Rasūlullāh?” Abū Bakar menjawab: “Demi Allah itu baik”   Definisi bid‘ah pertama kali dijelaskan oleh Imām Syāfi‘ī berdasarkan…

001 Apakah Merayakan Maulid Nabi Itu Wajib? – Wajibkah Memperingati Maulid Nabi S.A.W.?

Apakah Merayakan Maulid Nabi Itu Wajib?   Masalah perayaan Maulid Nabi Yang Mulia masih tergolong suatu problem yang besar menurut sebagian orang-orang yang keras (ekstrim). Semoga Allah memberi mereka petunjuk ke jalan yang lurus. Alhamdulillah, sungguh simpul-simpul pemikiran yang dahulu mengikat pikiran beberapa dari orang-orang tersebut sekarang sedikit banyak mulai terurai. Dengan berlalunya waktu, perubahan keadaan, perkembangan di berbagai aspek kehidupan, perbedaan tuntutan zaman dan kebudayaan, serta kondisi masyarakat dan…

02-3 Kiprah Kaum Sadat ‘Alawiyin Dalam Kemerdekaan RI – Sejarah Maulid Nabi

Kiprah Kaum Sadāt ‘Alawiyin dalam Kemerdekaan RI.   Kalangan sadat, dan keturunan ‘Arab pada umumnya, memiliki hubungan erat dengan bangsa Indonesia sejak berabad-abad silam. Bahkan telah terbentuk kekerabatan yang erat antara mereka dan pribumi, melalui pernikahan. Perjalanan yang membahayakan tidak memungkinkan pendatang ‘Arab itu membawa serta istri dan anak-anak perempuan mereka. Di antara para pendatang yang tidak membawa keluarga itu adalah Syarīf Ḥussein bin Aḥmed al-Gadrī. Setelah menetap di Matan,…

01-6 Dusta Atas Nama Allah S.W.T. – Dalil Syar’i Maulid Nabi

Dusta atas Nama Allah s.w.t.   ‘Abdullāh bin al-Mubārak berkata: “Salām bin Abī Muthī‘ mengabarkan kepada kami dari Abū Dākhilah, dari ayahnya, ia berkata: “Suatu ketika aku berada di tempat Ibnu ‘Umar, ia berkata: Rasūlullāh s.a.w. melarang anggur kering dicampur dengan kurma kering. Kemudian seseorang di belakangku berkata: “Apa yang ia katakan?” Aku berkata: “Rasūlullāh s.a.w. mengharamkan anggur kering dicampur dengan kurma kering.” Lantas ‘Abdullāh bin ‘Umar berkata: “Kau berdusta.”…

001-1 Maulid ad-Diba’i – Terjemah Maulid Diba’

اللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَيْهِ “Ya Allah, limpahkanlah rahmat, salam dan berkah kepada Nabi.”   بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ الْحَمْدُ للهِ الْقَوِيِّ الْغَالِبِ * الْوَلِيِّ الطَّالِبِ * الْبَاعِثِ الْوَارِثِ الْمَا نِحِ السَّالِبِ * عَالَمِ الْكَائِنِ وَ الْبَائِنِ وَ الزَّائِلِ وَ الذَّاهِبِ * يُسَبِّحُهُ الْآفِلُ وَ الْمَآئِلُ وَ الطَّالِعُ وَ الْغَارِبُ * وَ يُوَحِّدُهُ النَّاطِقُ وَ الصَّامِتُ وَ الْجَامِدُ وَ الذَّائِبُ * يَضْرِبُ بِعَدْلِهِ السَّاكِنُ وَ يَسْكُنُ بِفَضْلِهِ الضَّارِبُ.

01-5 Tark Menunjukkan Apa? – Dalil Syar’i Maulid Nabi

Tark Menunjukkan Apa?.   Berdasarkan penjelasan di atas, tark, atau meninggalkan sesuatu, bukan menunjukkan sesuatu tersebut dilarang, tapi justru menunjukkan boleh. Inilah yang disampaikan para ulama dalam kitab-kitab hadits. Abū Dāwūd dan an-Nasā’ī meriwayatkan dari Jābir r.a., ia berkata: “Satu dari dua hal terakhir Rasūlullāh s.a.w. adalah tidak wudhu’ setelah memakan makanan yang dimasak dengan api.” Abū Dāwūd dan an-Nasā’ī menyebutkan hadits ini di bawah judul Tidak Wudhu’ setelah Memakan…

01-4 Mengkritisi Sejumlah Pendapat – Dalil Syar’i Maulid Nabi

Mengkritisi Sejumlah Pendapat.   Ibn-us-Sam‘ānī menyatakan: “Jika Rasūlullāh s.a.w. meninggalkan sesuatu, kita wajib mengikutinya.” Pernyataan ini disandarkan pada dalil bahwa saat para sahabat Rasūlullāh s.a.w. menahan diri untuk memakan biawak, mereka tidak melakukan apapun dan kemudian menanyakan hal itu kepada beliau. Dalam hadits tersebut, beliau menjawab bahwa biawak tidak haram, seperti telah dijelaskan sebelumnya. Ini menunjukkan, Nabi s.a.w. meninggalkan sesuatu bukan berarti yang ditinggalkan haram. Dengan begitu dalam hadits ini…

02-2 Sejarah Singkat Nasionalisme ‘Arab – Sejarah Maulid Nabi

Sejarah Singkat Nasionalisme ‘Arab.   Tiga Abad terakhir negara-negara Muslim, termasuk Negara ‘Arab dijajah oleh bangsa-bangsa Eropa, termasuk Yaman. Meskipun ‘Arab bukan hanya Yaman, akan tetapi penulis akan lebih fokus pada Negara Yaman, sebab diaspora Yaman terjadi hampir secara merata terutama ke Negara-negara Asia, termasuk ke Hindia Belanda. Yaman dijajah oleh Portugis, Inggris kemudian komunis di samping terjadi gejolak dan perang saudara antara Yaman Utara dan Selatan. Di samping semangat…
Keluarga Besar Majlis Dzikir Hatisenang Mengucapkan
Selamat Hari Raya 'Id-ul-Fithri 1440 H
close-link
Lewat ke baris perkakas