004 11-15 Dalil-dalil Tentang Diperbolehkannya Memperingati Maulid Nabi S.A.W. – Wajibkah Memperingati Maulid Nabi S.A.W.?

Kesebelas Peringatan maulid Nabi adalah hal yang dinilai baik oleh para ulama dan seluruh kaum muslimin di seluruh negeri dan dilaksanakan di setiap wilayah negeri. Oleh karena itu Maulid tersebut termasuk yang dianjurkan oleh syari‘at berdasar suatu kaidah hukum Islam yang bersumber dari hadits mauqūf (12) riwayat Ibnu ‘Abbās: مَا رَآهُ الْمُسْلِمُوْنَ حَسَنًا فَهُوَ عِنْدَ اللهِ حَسَنًا وَ مَا رَآهُ الْمُسْلِمُوْنَ قَبِيْحًا فَهُوَ عِنْدَ اللهِ قَبِيْحًا. Artinya: “Apa yang dipandang…

004 4-10 Dalil-dalil Tentang Diperbolehkannya Memperingati Maulid Nabi S.A.W. – Wajibkah Memperingati Maulid Nabi S.A.W.?

Keempat Nabi s.a.w. sangat memperhatikan keterikatan waktu dengan peristiwa-peristiwa keagamaan yang agung yang telah berlalu dan lewat. Lalu jika tiba waktu yang bertepatan dengan peristiwa itu beliau menjadikannya sebuah kesempatan untuk memperingatinya dan menghormati hari tersebut karena adanya peristiwa yang terkait dan karena itu merupakan waktu terjadinya peristiwa tersebut. Rasūlullāh s.a.w. sendirilah yang membuat dasar dari aturan ini. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits shaḥīḥ bahwasanya beliau s.a.w. ketika sampai…

004 1-3 Dalil-dalil Tentang Diperbolehkannya Memperingati Maulid Nabi S.A.W. – Wajibkah Memperingati Maulid Nabi S.A.W.?

Dalil-dalil Tentang Diperbolehkannya Memperingati Maulid Nabi s.a.w.   Pertama: Peringatan Maulid Nabi s.a.w. merupakan ungkapan kegembiraan dan kebahagiaan terhadap al-Mushthafā s.a.w. yang mana orang kafir pun dapat memperoleh manfaat dari kegembiraan itu (seperti yang terjadi pada Abū Lahab). Pada dalil yang kesembilan akan dijelaskan lebih jauh tentang masalah ini sebab walaupun dalil pokok dalam masalah ini adalah sama namun cara penjelasannya berbeda. Metode inilah yang kami gunakan dalam pembahasan ini…

003 Apakah Peringatan Maulid Itu Disyaratkan Harus Dengan Berpuasa – Wajibkah Memperingati Maulid Nabi S.A.W.?

Apakah Peringatan Maulid Itu Disyaratkan Harus Dengan Berpuasa.   Jika dikatakan “Sesungguhnya Nabi s.a.w. memperingati hari lahirnya dengan berpuasa sedangkan kalian memperingatinya dengan berkumpul dan semacamnya dari macam-macam peribadatan dan amal yang tidak pernah diperbuat oleh Nabi s.a.w. pada hari lahirnya tersebut. Dan ini termasuk bid‘ah?” Jawabannya adalah bahwa masalah ini kembali pada permasalahan tatacara dan bentuk peringatan tersebut, dan ini adalah masalah ijtihādiyyah (yang tak lepas dari perbedaan). Dan…

002 Bab II – Termejah Maulid Barzanji

BAB II   عَطِّرِ اللّهُمَّ قَبْرَهُ الْكَرِيْمَ بِعَرْفٍ شَذِيٍّ مِنْ صَلَاة ٍوَ تَسْلِيْمٍ اللّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَيْهِ Artinya: Semoga Allah mengharumkan dan mewangikan kuburnya (Nabi) yang mulia, dengan keharuman wangi-wangian salawat dan salam sejahtera. Ya Allah, berilah salawat dan salam serta berkah atas Nabi s.a.w.   وَ بَعْدُ فَأَقُوْلُ: هُوَ سَيِّدُنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ وَ اسْمُهُ شَيْبَةُ الْحَمْدِ حُمِدَتْ خِصَالُهُ السَّنِيَّةُ Artinya: 1. …

03-2 Ka’ab Bin Zuhair & Tradisi Memuji Nabi S.A.W. – Sejarah Maulid Nabi

Ka‘ab bin Zuhair Dan Tradisi Memuji Nabi s.a.w.. Orang pertama yang menulis kitab Maulid Nabi s.a.w. dan kemudian dibacakan di hadapan khalayak luas, di majlis yang diadakan oleh Khalīfah ‘Abbāsiyyah, adalah Imām al-Ḥāfizh al-Qādhī Muḥammad yang wafat di Baghdād pada tahun 207 H. Kitab Maulid-nya dibaca di hadapan al-Mahdī al-‘Abbāsī. Sedangkan yang pertama kali menuliskan biografi dan perikehidupan Nabi s.a.w. adalah Muḥammad bin Isḥāq (20) yang wafat pada tahun 151…

001 Bab I – Termejah Maulid al-Barzanji

BAB I   الْجَنَّةُ وَ نَعِيْمُهَا سَعْدٌ لِمَنْ يُصَلِّيْ وَ يُسَلِّمُ وَ يُبَارِكُ عَلَيْهِ Artinya: Surga dan kenikmatannya sebagai keberuntungan bagi siapa saja yang bershalawat dan memohonkan selamat serta berkah atas Nabi.   بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Artinya: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. أَبْتَدِئُ الْإِمْلَاءَ بِاسْمِ الذَّاتِ الْعَلِيَّةِ مُسْتَدِرًا فَيْضَ الْبَرَكَاتِ عَلَى مَا أَنَالَهُ وَ أَوْلَاهُ Artinya: 1. Saya mulai penulisan kitab (kisah Maulid Nabi)…

001 – Simth-ud-Durar (Untaian Mutiara)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang   الْحَمْدُ للهِ الْقَوِيِّ سُلْطَانُهْ الْوَاضِحِ بُرْهَانُهْ الْمَبْسُوْطِ فِي الْوُجُوْدِ كَرَمُهُ وَ إِحْسَانُهْ تَعَالَى مَجْدُهُ وَ عَظُمَ شَأْنُهْ Segala puji bagi Allah yang amat teguh kekuasaan-Nya Amat jelas bukti-bukti kebenaran-Nya Terbentang luas kedermawanan dan kemurahan-Nya Maha Tinggi kemuliaan-Nya, Maha Agung kedudukan-Nya. خَلَقَ الْخَلَقَ لِحِكْمَةْ وَ طَوَى عَلَيْهَا عِلْمَهْ وَ بَسَطَ لَهُمْ فَائِضِ الْمِنَّةْ مَا جَرَتْ بِهِ فِيْ

00 Shalawat 1&2 – Simth-ud-Durar (Untaian Mutiara)

سِمْطُ الدُّرَرِ فِيْ أَخْبَارِ مَوْلِدِ خَيْرِ الْبَشَرِ وَ مَا لَهُ مِنْ أَخْلَاقِ وَ أَوْصَافِ وَ سِيَرِ مِنْ أَنْفَاسِ قُطْبِ الْوُجُوْدِ سَيِّدِنَا وَ مَوْلَانَا الْإِمَامُ خَلِيْفَةُ خَيْرِ الْأَنَامِ الْإِنْسَانُ الْكَامِلُ الْمُوَصِّلُ الْوَاصِلُ الْعَارِفُ بِاللهِ   عَلِيُّ بْنُ مُحَمِّدِ بْنِ حُسَيْنِ الْحَبْشِيِّ قَدَّسَ اللهُ سِرَّهُ وَ نَفَعَنَا بِهِ آمِيْن   Simth-ud-Durar (Untaian Mutiara) Al-Ḥabīb al-Imām al-‘Allāmah ‘Alī bin Muḥammad Ḥusain al-Ḥabsy   الصّلَاةُ الْأُوْلَى Ash-shalāt-ul-ūlāيَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدْ مَا لَهَا
Keluarga Besar Majlis Dzikir Hatisenang Mengucapkan
Selamat Hari Raya 'Id-ul-Fithri 1440 H
close-link
Lewat ke baris perkakas