1-2 Mukasyafah-mukasyafah Rohaniah yang Mendahului Mi‘raj – Mendaki Tangga Langit – Ibnu ‘Arabi

HAKIKAT Sālik mengatakan: Ia bersenandung sambil memberi petunjuk: Wahai yang bertanya padaku (tentang) siapa aku, (berdasar) ilmu maupun bentuk… aku adalah kitab yang (Allah) menamainya (dengan) yang tertulis. (19) Susunan huruf yang dikandung (satu) jilid buku yang tipis, dan kita melihatnya…. pada bentangan (Gunung) Thūr (dalam keadaan) terlipat dan terbuka. Untuk kitab itu Allah membuatkan, di langit, sebagai (bentuk) pengagungan…. sebuah rumah Bait-ul-Ma‘mūr yang tinggi, dengan rahasia di atas rahasia.…

1-1 Mukasyafah-mukasyafah Rohaniah yang Mendahului Mi‘raj – Mendaki Tangga Langit – Ibnu ‘Arabi

BAB IPerjalanan Hati ‘Ain-ul-Yaqīn Sifat Roh Universal Hakikat Akal dan Bekal Isrā’ Jiwa yang Tenang dan Samudra Bergelombang (Yang Menyala)  [Dapat disimpulkan, bagian pertama ini merupakan mukāsyafah-mukāsyafah rohaniah yang mendahului Mi‘rāj itu sendiri. Di sini Seorang Salik (penempuh jalan spiritual – penj.) sudah matang secara akidah maupun amaliah fisik. Demikian juga perjumpaan Sālik dengan Roh Universal sekaligus Rasūl Pembawa Taufik sudah cukup memuaskan. Seluruh bagian ini adalah persiapan,…

0 Pengantar Penulis – Mendaki Tangga Langit – Ibnu ‘Arabi

PENGANTAR PENULIS [Dalam pengantar ini Ibnu ‘Arabī menjelaskan bahwa pengalaman Mi‘rāj-nya adalah perjalanan roh yang maknawi; rahasia-rahasia dan kandungan al-Qur’ān disingkap, ilmu-ilmu diberikan, dan hal-hal tersembunyi ditampakkan. Mi‘rāj ini betul-betul berbeda dengan Mi‘rājnya Nabi, yang dilakukan secara nyata dengan raga fisik, di mana Nabi s.a.w. menempuh jarak dan melintasi langit. Pada Mi‘rāj itu, beliau diberi syariat ilahiah yang menghapus syariat-syariat sebelumnya.]   Bismillāh-ir-raḥmān-ir-raḥīm Seorang syaikh, imam, yang alim dan sempurna,…

2-3 Hakikat Penggunaan Kata “‘Abdihi” dalam Surat al-Isra’ – Isra’ Mi’raj Rasulullah SAW

3. Hakikat Penggunaan Kata “‘Abdihi” dalam Surat al-Isrā’. Dalam surat al-Isrā’ ayat satu Allah ta‘ala berfirman: “Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya”. Allah tidak mengatakan rasul-Nya karena memang semua yang selain dari Allah, yang ada di dalam alam-Nya adalah hamba-Nya. Kita semua adalah hamba-Nya, baik yang taat maupun yang tidak taat, yang mu’min maupun yang kafir. Namun dalam ayat-ayatNya biasanya yang Allah katakan hamba-Nya adalah hamba-Nya yang ikhlas, pilihan…

2-2 Arti “Subhana” – Isra’ Mi’raj Rasulullah SAW

2. Arti “Subḥāna”. Dalam al-Qur’ān-ul-Karīm kata Subḥāna acapkali dipakai ketika menyebutkan sesuatu yang mempesona, luar biasa, dan merupakan kemu‘jizatan. Karena itulah ketika anda mendengarkan firman Allah s.w.t. hendaknya mengetahui bahwa ini merupakan pensucian terhadap Allah. Kerja yang telah dikerjakan-Nya tidak mungkin dikerjakan siapapun, selain oleh Allah ‘azza wa jalla. Subḥāna adalah kata nama dan semua nama Allah. Subḥāna menandakan pada ketetapan yang berkesinambungan, seolah-olah Allah Maha Suci sebelum Dia menciptakan…

2-1 Pelakunya Allah S.W.T. – Isra’ Mi’raj Rasulullah SAW

ISRĀ’ MI‘RĀJ MALAM YANG BERKEBERKAHAN Pada malam yang berkeberkahan dukungan langit pun datanglah, dan waktu itulah sebuah mu‘jizat besar terjadi pada diri Rasūlullāh, yaitu Mu‘jizat Isrā’ dan Mi‘rāj. Sebelum memulai pembicaraan tentang Isrā’ dan Mi‘rāj Rasūlullāh, terlebih dahulu perlu memaparkan ayat pertama dari surat al-Isrā’ untuk anda renungkan: سُبْحَانَ الَّذِيْ أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَا. “Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muḥammad) pada malam hari…

1-5 Datangnya Dukungan dari Allah ta‘ala – Isra’ Mi’raj Mu’jizat Terbesar

4. Datangnya Dukungan dari Allah ta‘ālā. Segala upaya kaum kafir dan musyrikin untuk mematahkan dan mengendorkan semangat dakwah tidak berhasil. Dakwah Rasūlullāh s.a.w. berjalan terus mengembangkan sayap dan memperluas jaringannya. Seluruh anggota keluarga Bani Hāsyim dan Bani ‘Abd-ul-Muththalib (kecuali Abū Lahab) kompak membela dan melindungi Muḥammad dari gangguan kaum Quraisy. Lantas bagaimana dan upaya apa yang dilakukan kaum kafir Quraisy? Kaum kafir Quraisy tidak mau terpaku diam menyaksikan perkembangan dakwah…

1-4 Kaum Kafir Quraisy Semakin Kalap – Isra’ Mi’raj Mu’jizat Terbesar

3. Kaum Kafir Quraisy Semakin Kalap. Dari hari ke hari kaum kafir Quraisy semakin kalap dan menggila. Mereka pergi ke Abū Thālib, paman Muḥammad s.a.w., memohon dengan sangat agar Muḥammad meninggalkan dakwahnya. Maka terjadilah dialog antara Muḥammad s.a.w. dengan pamannya. Rasūlullāh bersikeras tidak mau berkompromi dalam menyebarkan dakwah, apapun resiko yang dihadapinya. Ini merupakan puncak keimanan yang tidak mungkin digeser dan digoyahkan sedikitpun. Akhirnya pamannya menyerahkan masalah itu sepenuhnya kepada…

1-3 Mengapa Tindak Kekejaman Kaum Kafir Terus Berlanjut? – Isra’ Mi’raj Mu’jizat Terbesar

3. Mengapa Tindak Kekejaman Kaum Kafir Terus Berlanjut? Tindakan penyiksaan kepada semua orang yang beriman dengan risalah Muḥammad s.a.w. berjalan terus, tetapi tidak seorang mu’min pun yang mau murtad dari keimanannya. Bahkan keimanan mereka semakin kuat dan membaja. Mereka yang disiksa bahkan tidak gentar untuk terus mengulang-ulang kalimat tauhid: “Ahad…. Ahad…. Ahad. Allah Maha Satu, Allah Maha Satu!” Bahkan kalimat itu menjadikan goyah iman orang-orang kafir dari keberhalaannya. Karena tindak…