Hati Senang

2-3 Hakikat Penggunaan Kata “‘Abdihi” dalam Surat al-Isra’ – Isra’ Mi’raj Rasulullah SAW

3. Hakikat Penggunaan Kata “‘Abdihi” dalam Surat al-Isrā’. Dalam surat al-Isrā’ ayat satu Allah ta‘ala berfirman: “Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya”. Allah tidak mengatakan rasul-Nya karena memang semua yang selain dari Allah, yang ada di dalam alam-Nya adalah hamba-Nya. Kita semua adalah hamba-Nya, baik yang taat maupun yang tidak taat, yang mu’min maupun yang kafir. Namun dalam ayat-ayatNya biasanya yang Allah katakan hamba-Nya adalah hamba-Nya yang ikhlas, pilihan…

2-2 Arti “Subhana” – Isra’ Mi’raj Rasulullah SAW

2. Arti “Subḥāna”. Dalam al-Qur’ān-ul-Karīm kata Subḥāna acapkali dipakai ketika menyebutkan sesuatu yang mempesona, luar biasa, dan merupakan kemu‘jizatan. Karena itulah ketika anda mendengarkan firman Allah s.w.t. hendaknya mengetahui bahwa ini merupakan pensucian terhadap Allah. Kerja yang telah dikerjakan-Nya tidak mungkin dikerjakan siapapun, selain oleh Allah ‘azza wa jalla. Subḥāna adalah kata nama dan semua nama Allah. Subḥāna menandakan pada ketetapan yang berkesinambungan, seolah-olah Allah Maha Suci sebelum Dia menciptakan…

2-1 Pelakunya Allah S.W.T. – Isra’ Mi’raj Rasulullah SAW

ISRĀ’ MI‘RĀJ MALAM YANG BERKEBERKAHAN Pada malam yang berkeberkahan dukungan langit pun datanglah, dan waktu itulah sebuah mu‘jizat besar terjadi pada diri Rasūlullāh, yaitu Mu‘jizat Isrā’ dan Mi‘rāj. Sebelum memulai pembicaraan tentang Isrā’ dan Mi‘rāj Rasūlullāh, terlebih dahulu perlu memaparkan ayat pertama dari surat al-Isrā’ untuk anda renungkan: سُبْحَانَ الَّذِيْ أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَا. “Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muḥammad) pada malam hari…

1-5 Datangnya Dukungan dari Allah ta‘ala – Isra’ Mi’raj Mu’jizat Terbesar

4. Datangnya Dukungan dari Allah ta‘ālā. Segala upaya kaum kafir dan musyrikin untuk mematahkan dan mengendorkan semangat dakwah tidak berhasil. Dakwah Rasūlullāh s.a.w. berjalan terus mengembangkan sayap dan memperluas jaringannya. Seluruh anggota keluarga Bani Hāsyim dan Bani ‘Abd-ul-Muththalib (kecuali Abū Lahab) kompak membela dan melindungi Muḥammad dari gangguan kaum Quraisy. Lantas bagaimana dan upaya apa yang dilakukan kaum kafir Quraisy? Kaum kafir Quraisy tidak mau terpaku diam menyaksikan perkembangan dakwah…

1-4 Kaum Kafir Quraisy Semakin Kalap – Isra’ Mi’raj Mu’jizat Terbesar

3. Kaum Kafir Quraisy Semakin Kalap. Dari hari ke hari kaum kafir Quraisy semakin kalap dan menggila. Mereka pergi ke Abū Thālib, paman Muḥammad s.a.w., memohon dengan sangat agar Muḥammad meninggalkan dakwahnya. Maka terjadilah dialog antara Muḥammad s.a.w. dengan pamannya. Rasūlullāh bersikeras tidak mau berkompromi dalam menyebarkan dakwah, apapun resiko yang dihadapinya. Ini merupakan puncak keimanan yang tidak mungkin digeser dan digoyahkan sedikitpun. Akhirnya pamannya menyerahkan masalah itu sepenuhnya kepada…

1-3 Mengapa Tindak Kekejaman Kaum Kafir Terus Berlanjut? – Isra’ Mi’raj Mu’jizat Terbesar

3. Mengapa Tindak Kekejaman Kaum Kafir Terus Berlanjut? Tindakan penyiksaan kepada semua orang yang beriman dengan risalah Muḥammad s.a.w. berjalan terus, tetapi tidak seorang mu’min pun yang mau murtad dari keimanannya. Bahkan keimanan mereka semakin kuat dan membaja. Mereka yang disiksa bahkan tidak gentar untuk terus mengulang-ulang kalimat tauhid: “Ahad…. Ahad…. Ahad. Allah Maha Satu, Allah Maha Satu!” Bahkan kalimat itu menjadikan goyah iman orang-orang kafir dari keberhalaannya. Karena tindak…

1-2 Upaya & Siksaan yang Dilakukan Kafir Quraisy – Isra’ Mi’raj Mu’jizat Terbesar

2. Upaya dan Siksaan yang Dilakukan Kafir Quraisy. Dari hari ke hari pengikut Muḥammad semakin bertambah dengan pesat sehingga kaum Quraisy semakin geram kepadanya. Karenanya mereka terus berusaha mencari jalan lain untuk membendung arus dakwah Rasūlullāh s.a.w. Akhirnya mereka mendapat jalan hendak membuat para pengikut Muḥammad ragu dan tidak percaya dengan risalahnya. Kalau para pengikut Muḥammad sudah termakan hasutannya para tokoh Quraisy berharap mereka meninggalkan ajaran Muḥammad. Dengan begitu otomatis…

0-6 Pendahuluan (Terjemahan Matan) – Kisah Isra’ Mi’raj Rasulullah SAW

(Peristiwa Shalat Lima Waktu) Kemudian awan pun tersibak dari Nabi s.a.w. Jibrīl memegang tangan beliau, dan segera berlalu untuk menemui Ibrāhīm. Tetapi Ibrāhīm tidak mengatakan sesuatu apapun. Jibrīl lalu menemui Mūsā, seseorang yang mau peduli dan bersedia diajak berbicara untuk menolong mencari jalan keluar dari kesulitan yang sedang terjadi. “Apa yang telah kamu lakukan, wahai Muḥammad?”, tanya Mūsā. “Kewajiban apa yang dibebankan oleh Tuhanmu kepadamu dan kepada umatmu?” “Dia mewajibkan…

0-5 Pendahuluan (Terjemahan Matan) – Kisah Isra’ Mi’raj Rasulullah SAW

(Memasuki Bait-ul-Ma‘mur) Selanjutnya Nabi s.a.w. memasuki Bait-ul-Ma‘mūr. Ikut masuk bersama beliau adalah orang-orang yang mengenakan pakaian putih. Sementara orang-orang yang mengenakan pakaian abu-abu tidak bisa ikut masuk. Tetapi mereka tetap dalam keadaan baik-baik saja. Beliau dan orang-orang mu’min yang bersama beliau melakukan shalat di Bait-ul-Ma‘mūr. Setiap harinya tempat ini dimasuki oleh tujuh puluh ribu malaikat yang tidak akan kembali lagi sampai hari kiamat nanti. Beliau mengambil posisi tepat di belakang…
Lewat ke baris perkakas