Hati Senang

02-2 Sejarah Singkat Nasionalisme ‘Arab – Sejarah Maulid Nabi

Sejarah Singkat Nasionalisme ‘Arab.   Tiga Abad terakhir negara-negara Muslim, termasuk Negara ‘Arab dijajah oleh bangsa-bangsa Eropa, termasuk Yaman. Meskipun ‘Arab bukan hanya Yaman, akan tetapi penulis akan lebih fokus pada Negara Yaman, sebab diaspora Yaman terjadi hampir secara merata terutama ke Negara-negara Asia, termasuk ke Hindia Belanda. Yaman dijajah oleh Portugis, Inggris kemudian komunis di samping terjadi gejolak dan perang saudara antara Yaman Utara dan Selatan. Di samping semangat…

01-3 Meninggalkan, Bukan Melarang – Dalil Syar’i Maulid Nabi

Meninggalkan, bukan Melarang.   Larangan adalah sesuatu yang haram, yang memang harus ditinggalkan. Masalah larangan adalah satu hal, dan masalah tark adalah satu hal lainnya lagi. Tidak ada satu pun hadits atau atsar yang secara tegas menyatakan bahwa sesuatu yang tidak dikerjakan Nabi s.a.w. serta-merta menjadi sesuatu yang haram. Dijelaskan dalam ar-Radd-ul-Muḥkam-ul-Matīn, tentang meninggalkan sesuatu tidak menunjukkan sesuatu tersebut dilarang. Berikut ini penjelasannya: “Meninggalkan suatu amalan saja tanpa disertai nash…

02-1 Lahirnya Kesadaran Kebangsaan – Sejarah Maulid Nabi

BAB II MAULID NABI, LOKALITAS DAN SEMANGAT KEBANGSAAN   Lahirnya Kesadaran Kebangsaan Pada awal abad 19 jauh sebelum berdirinya Negara Indonesia, di kalangan masyarakat Hindia (jajahan Belanda) muncul kesadaran pentingnya menggalang kesatuan. (11) Berdirinya Boedi Oetomo menjadi inspirasi bagi munculnya organisasi pemuda lainnya. Organisasi Tri Koro Dharmo (Tiga Tujuan Mulia) berdiri di Jarkata pada 7 Maret 1915. Didirikan oleh Satiman bersama Kadarman dan Soenardi. Organisasi ini kemudian berubah menjadi Jong…

01-1&2 Nabi Tidak Merayakan Maulid – Dalil Syar’i Maulid Nabi

Pasal Pertama Nabi tidak Merayakan Maulid   Nabi s.a.w. bersabda: “Apa yang aku perintahkan, kerjakan semampumu, dan apa yang aku larang, jauhilah.” Beliau (saja) tidak menyatakan, “Apa yang aku tinggalkan, jauhilah.” Lalu bagaimana bisa meninggalkan sesuatu menjadi larangan atas sesuatu tersebut?   Di awal pembahasan ini, mari kita pahami bersama istilah tark. Maksudnya, amalan yang tidak dilakukan oleh Nabi s.a.w. Pertanyaan yang layak diajukan terkait masalah ini adalah:…

000 Dibaca Sebelum Maulid – Terjemah Maulid Diba’

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ DIBACA SEBELUM MAULID   يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدْ يَا رَبِّ صَلِّ عَلَيْهِ وَ سَلِّمْ يَا رَبِّ بَلِّغْهُ الْوَسِيْلَةْ يَا رَبِّ خُصَّهُ بِالْفَضِيْلَةْ يَا رَبِّ وَارضَ عَنِ الصَّحَابَةْ يَا رَبِّ وَ أَرْضَ عَنِ السُّلَالَةْ يَا رَبِّ وَارْضَ عَنِ الْمَشَايِخْ يَا رَبِّ فَارْحَمْ وَالِدِيْنَا يَا رَبِّ وَارْحَمْنَا جِمِيْعَا يَا رَبِّ وَارْحَمْ كُلِّ مُسْلِمْ يَا رَبِّ وَاغْفِرْ لِكُلِّ مُذْنِبْ يَا رَبِّ لَا تَقْطَعْ رَجَانَا يَا رَبِّ يَا سَامِعْ

001 Gejala Universal – Sejarah Maulid Nabi

BAB I MAULID NABI DAN PERAYAAN: GEJALA UNIVERSAL Perayaan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Ia telah ada sejak ribuan tahun lalu. (11) Media massa seperti TV, koran, dan majalah menyuguhkan kepada kita informasi penting mengenai perayaan di seluruh penjuru dunia. Ternyata ada banyak cara orang dalam merayakan sesuatu. Perayaan menggunakan musik, seni, budaya, dan makanan sebagai unsur utamanya. Perayaan memperlihatkan bentuk hubungan manusia dengan lingkungannya. Perayaan juga…

000 Pendahuluan – Dalil Syar’i Maulid Nabi

Pendahuluan Jangan Merasa Benar Sendiri Mungkin anda yang benar, saya keliru. Mungkin juga anda keliru, saya yang benar. Kepada seorang komandan pasukan, Rasulullah s.a.w. pernah berwasiat: “Karena kau tidak tahu, apakah keputusanmu (pasti) sesuai hukum Allah terhadap mereka itu ataukah tidak.”   Mungkinkah Nabi s.a.w. telah menjelaskan hukum merayakan hari kelahirannya, dan setelah era beliau berlalu, muncul perdebatan sengit apakah hukum merayakan Maulid itu sunnah yang dianjurkan ataukah bid‘ah yang…

01-2-1 Persepsi Yang Keliru – Dialog Dengan Jinn Muslim

MUNGKINKAH MELIHAT JINN, DAN BAGAIMANA PULA CARANYA.   Prinsipnya, melihat jinn itu tidak bisa dilakukan, sepanjang jinn tersebut berada dalam sosoknya yang hakiki, dan tidak menyerupakan dalam bentuk yang lain, yakni mengambil bentuk fisik-material, sekalipun hal itu sangat mungkin bisa dilakukan oleh para nabi sebagai suatu mu‘jizat, atau bagi orang yang dianugerahi oleh Allah kemampuan untuk itu. Juga bisa saja hal itu dilakukan oleh orang yang ditempatkan oleh Allah dalam…

01-1-6 Jinn Juga Ada Yang Masuk Surga – Dialog Dengan Jinn Muslim

Jinn Juga Ada yang Masuk Surga.   Adalah sangat mengherankan adanya sementara orang yang berpendapat bahwa jinn, jika Muslim, beriman dan mengerjakan amal saleh, tidak memperoleh pahala di hari kiamat kecuali terhindar dari neraka. Yang lebih mengherankan lagi adalah pendapat yang mengatakan bahwa akhir kehidupan mereka adalah menjadi debu seperti binatang. Padahal al-Qur’ān al-Karīm telah menegaskan setegas-tegasnya, khususnya dalam surah ar-Raḥmān, tatkala Allah menjelaskan tentang para bidadari, dengan mengatakan: Di…
Lewat ke baris perkakas