Terjemahan Qashidah al-Burdah (2/6)

مَوْلَايَ صَلِّ وَ سَلِّمْ دَائِمًا أَبَدًا عَلَى حَبِيْبِكَ خَيْرِ الْخَلْقِ كُلِّهِمِ. Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu shalawat dan salam atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk.   وَ رَاوَدَتْهُ الْجِبَالُ الشُّمُّ مِنْ ذَهَبٍ عَنْ نَفْسِهِ فَأَرَاهَا أَيَّمَا شَمَمِ Padahal gunung emas yang tinggi menawarkan diri untuknya, namun ia menunjukkan diri terhadapnya dengan penuh kesombongan dan keengganan. وَ أَكَّدَتْ زُهْدَهُ فِيْهَا ضَرُوْرَتُهُ إِنَّ الضَّرُوْرَةَ لَا تَعْدُوْ عَلَى الْعِصَمِ Keprihatinannya yang sangat…

Terjemahan Qashidah al-Burdah (1/6)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang   مَوْلَايَ صَلِّ وَ سَلِّمْ دَائِمًا أَبَدًا عَلَى حَبِيْبِكَ خَيْرِ الْخَلْقِ كُلِّهِمِ. Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu shalawat dan salam atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk.   أَ مِنْ تَذَكُّرِ جِيْرَانٍ بِذِيْ سَلَمِ مَزَجْتَ دَمْعًا جَرَى مِنْ مُقْلَةٍ بِدَمِ Apakah karena teringat tetangga di kampung Dzī Salam, engkau menangis, meneteskan air mata darah dari pelupuk matamu?…

Pengantar – Terjemahan Qashidah al-Burdah

Pengantar   Mawlaya shalli wa sallim dā’iman abada ‘alā ḥabībika khayr-il-khalqi kullihimi Huw-al-ḥabīb-ul-ladzī turjā syafā‘atuhu Likulli ḥawlin min-al-aḥwāli muqtahami. Wahai Tuhanku, limpahkanlah shalawat dan salam atas kekasih-Mu sebaik-baik makhluq semuanya. Dialah sang kekasih yang diharapkan syafa‘atnya dari setiap huru-hara yang menimpa. Itulah sebagian bait-bait qashīdah Burdah yang tak asing lagi di telinga kita. Qashīdah Burdah memang selalu didengungkan oleh para pecintanya setiap saat. Di berbagai negeri Islam, baik di negeri-negeri…

Benang Merah, Syukur Menambah Makmur – Agar Rezeki yang Mencarimu

Benang Merah Syukur Menambah Makmur   Kita perlu tenang karena Allah, yang membuat kita mengada di dunia, telah menjamin rezeki setiap ciptaan: اللهُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ ثُمَّ رَزَقَكُمْ “Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki.” (ar-Rūm [30]: 40). Allah telah mengaitkan rezeki dengan penciptaan. Allah yang menciptakan, Allah pula yang memberikan rezeki. Tak cukup memberi petunjuk bahwa rezeki berasal dari-Nya, Allah pun berjanji bahwa Dia Maha Pemberi Rezeki. Tak cukup menyatkan…

Bersabar karena Miskin, Bersyukur karena Kaya: Lebih Baik yang Mana?- Ibnu Qayyim al-Jauziyyah – Agar Rezeki yang Mencarimu (2/2)

Abū Sa‘īd ibn ‘Arabī meriwayatkan dari jalur Ibnu Abī ‘Awwām – Yazīd ibn Hārūn – Abū Asyhab dari al-Ḥasan yang menceritakan: “Seorang laki-laki berkata kepada ‘Utsmān ibn ‘Affān r.a.: “Wahai orang kaya, kalian memborong kebaikan, kalian bersedekah, memerdekakan budak, melaksanakan haji, dan berinfak.” Mendengar itu, ‘Utsmān ibn ‘Affān r.a. lalu berkata: “Kalian iri pada kami, padahal kami iri pada kalian. Demi Allah, SATU DIRHAM YANG DISEDEKAHKAN OLEH seseorang DENGAN SUSAH…

Bersabar karena Miskin, Bersyukur karena Kaya: Lebih Baik yang Mana?- Ibnu Qayyim al-Jauziyyah – Agar Rezeki yang Mencarimu (1/2)

“Saat menuai keberhasilan, kita dianjurkan untuk bersyukur. Saat mengalami kegagalan, kita dianjurkan untuk bersabar. Ini pola pikir banyak orang. Apakah memang harus demikian? Tidakkah kita juga perlu saat berhasil, dan bersyukur saat gagal? Bersabar saat kaya, dan bersyukur saat miskin? Untuk menemukan jawabannya, cobalah simak paparan Syaikh Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam suatu bab di kitabnya, Risālat-ul-Mustarsyidīn.”   11 BERSABAR karena MISKIN, BERSYUKUR karena KAYA: LEBIH BAIK yang MANA? Ibnu Qayyim al-Jauziyyah…

Engkau Terhijab Tapi Engkau Tak Sadar – Syaikh ‘Abd-ul-Qadir al-Jailani – Agar Rezeki yang Mencarimu (3/3)

Wahai anak muda, engkau berharap kepada Allah dengan ibadahmu yang disertai lupa, riyā’, dan nifak. Engkau pun meminta kebaikan-Nya dengan ketidaksalehanmu untuk bersaing dengan orang-orang saleh, engkau tak ingat mereka dan tak mengenal mereka – hai budak yang melarikan diri, hai orang yang tersesat, hai orang yang keluar dari kawasan orang yang ikhlas dan bertauhid. Menangislah sampai mereka menangis bersamamu. Bertahanlah dalam musibahmu dan kenakanlah pakaian kesabaran hingga mereka mendampingimu.…

Mana Orang yang Bertobat dengan Sungguh-sungguh? – Syaikh ‘Abd-ul-Qadir al-Jailani – Agar Rezeki yang Mencarimu (2/3)

Mana orang yang bertobat dengan sungguh-sungguh? Mana orang yang malu kepada Allah yang selalu ingat dengan pengawasan-Nya setiap saat? Mana orang yang menjaga diri dari yang haram di saat sendiri ataupun dalam keramaian? Mana orang yang menundukkan mata hatinya dan mata kepalanya? Diriwayatkan dari Nabi s.a.w. bahwa beliau bersabda: “Sesungguhnya kedua mata juga berzina, dan zina keduanya adalah melihat hal-hal yang diharamkan.” (Riwayat al-Bukhārī, Muslim dan yang lain).…

Mandirilah dari Sesama, Berbagilah dengan Mereka – Syaikh ‘Abd-ul-Qadir al-Jailani – Agar Rezeki yang Mencarimu (1/3)

“Saat diberi kekayaan dan kesuksesan kita diberi tuntunan. Demikian pula saat kita kekurangan dan terpuruk. Orang yang beriman akan tetap mementingkan kemandirian dan bahkan selalu berusaha berbagi dengan sesama. Inilah inti pesan dari salah satu wejangan Syaikh ‘Abd-ul-Qādir al-Jailānī dalam salah satu bab kitab al-Faidh-ur-Rabbānī wal-Faidh-ur-Raḥmānī. Selengkapnya mari kita ikuti.   10 MANDIRILAH dari SESAMA, BERBAGILAH dengan MEREKA. ‘Abd-ul-Qādir al-Jailānī (470-561 H).   Nabi s.a.w. bersabda: “Siapa tumbuh besar dengan