Hati Senang

001-4 Maulid ad-Diba’i – Terjemah Maulid Diba’

اللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَيْهِ “Ya Allah, limpahkanlah rahmat, salam dan berkah kepada Nabi.”   اَحْضِرُوْا قُلُوْبَكُمْ يَا مَعْشَرَ ذَوِي الْأَلْبَابِ * حَتَّى أَجْلُوَ لَكُمْ عَرَائِسَ مَعَانِيْ أَجَلِّ الْأَحْبَابِ * الْمَخْصُوْصِ بِأَشْرَفِ الْأَلْقَابِ * الرَّاقِيْ إِلَى حَضْرَةِ الْمَلِكِ الْوَهَّابِ * حَتَّى نَظَرَ إِلَى جَمَالِهِ بِلَا سِتْرٍ وَ لَا حِجَابٍ * فَلَمَّا آنَ أَوَانُ ظُهُوْرِ شَمْسِ الرِّسَالَةِ * فِيْ سَمَاءِ الْجَلَالَةِ * خَرَجَ بِهِ مَرْسُوْمُ الْجَلِيْلِ * لِنَقِيْبِ الْمَمْلَكَةِ

02-2 Klasifikasi & Generalisasi Bid‘ah – Dalil Syar’i Maulid Nabi

Klasifikasi dan Generalisasi Bid‘ah.   Pendapat di atas (yaitu bahwa bid‘ah ada yang ḥasanah dan ada yang dhalālah) sesungguhnya tidak berseberangan dengan pendapat yang menyatakan tidak ada bid‘ah hasanah dalam syari‘at. Sebab, yang dimaksud hadits tersebut dalam pandangan mereka, bahwa amal yang menyalahi dalil-dalil syar‘i tidak bisa dianggap baik. Demikian yang dinyatakan secara tegas oleh Ibnu Taimiyyah. Pernyataan Ibnu Taimiyyah dinukil di sini bukan untuk lebih mengedepankan pendapatnya atas pendapat…

001-3 Maulid ad-Diba’i – Terjemah Maulid Diba’

اللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَيْهِ “Ya Allah, limpahkanlah rahmat, salam dan berkah kepada Nabi.”   فَسُبْحَانَ مَنْ خَضَّهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ بِأَشْرِفِ الْمَنَاصِبِ وَ الْمَرَاتِبِ * أَحْمَدُهُ عَلَى مَا مَنَعَ مِنَ الْمَوَاهِبِ * وَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ رَبُّ الْمَشَارِقِ وَ الْمَغَارِبِ * وَ أَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ إِلَى سَائِرِ الْأَعَاجِمِ وَ الْأَعَارِبِ * صَلَّى اللهُ

03-0 Perayaan Maulid Nabi Di Era Klasik – Sejarah Maulid Nabi

BAB III PERAYAAN MAULID NABI DI ERA KLASIK Sejak abad kedua hijriah, kelahiran Nabi sudah dirayakan oleh masyarakat Muslim. Berdasarkan catatan Nūr-ud-Dīn ‘Alī dalam kitabnya Wafā’-ul-Wafā bi Akhbāri Dār-il-Mushthafā, (11) dikatakan bahwa Khaizurān (170 H./786 M.), ibu Amīr-ul-Mu’minīn Mūsā al-Hādī dan ar-Rasyīd, datang ke Madīnah dan memerintahkan penduduk mengadakan perayaan Maulid Nabi s.a.w. di Masjid Nabawi. Beliau kemudian ke Makkah dan memerintahkan agar penduduknya menyelenggarakan Maulid Nabi di rumah-rumah mereka.…

02-1 Pendapat Para Ulama – Dalil Syar’i Maulid Nabi

Pendapat para Ulama.   Ibn-ul-Atsīr berkata dalam kitab an-Nihāyah bahawasanya bid‘ah terbagi dua: bid‘ah hudā (didasari petunjuk agama), dan bid‘ah dhalāl, yaitu segala yang menyalahi perintah Allah s.w.t. dan Rasūl-Nya. (Yang terakhir ini) termasuk bid‘ah yang tercela dan munkar. Adapun yang masuk dalam keumuman perintah Allah dan anjuran Rasūlullāh s.a.w., itu adalah bid‘ah yang terpuji, walaupun tidak pernah ada contoh sebelumnya, seperti macam-macam kedermawanan, amalan yang baik. Sungguh itu adalah…

02-4 Penutup – Sejarah Maulid Nabi

Penutup.   Banyak orang yang mulai ragu dengan pentingnya nasionalisme. Apalagi di era seperti saat ini, mobilitas sosial dan globalisasi informasi menjadikan sekat teritorial tidak begitu terasa lagi. Dunia menjadi global village, desa kecil, masing-masing individu di dalamnya dapat berinteraksi dan bertukar informasi dengan mudah. Namun masyarakat Palestina tidak merasakan itu. Palestina adalah bangsa yang tidak memiliki kedaulatan, tidak memiliki tanah air secara definitif, gambaran palestina bisa menjawab seperti apa…

001-2 Maulid ad-Diba’i – Terjemah Maulid Diba’

اللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَيْهِ “Ya Allah, limpahkanlah rahmat, salam dan berkah kepada Nabi.”   يُبْعَثُ مِنْ تِهَامَةِ بَيْنَ يَدَيِ الْقِيَامَةِ * فِيْ ظَهْرِهِ عَلَامَةٌ تُظِلُّهُ الْغَمَامَةُ * تُطِيْعُهُ السَّائِبُ * فَجْرِيُّ الْجِبِيْنِ لَيْلِيُّ الذَّوَائِبِ * أَلِفِيُّ الْأَنْفِ مِيْمِيُّ الْفَمِ نُوْنِيُّ الْحَاجِبِ * سَمْعُهُ يَسْمَعُ صَرِيْرَ الْقَلَمِ بَصَرُهُ إِلَى السَّبْعِ الطِّبَاقِ ثَاقِبٌ * قَدَمَهُ قَبَّلَهُمَا الْبَعِيْرُ فَأَزَالَا مَا اشْتَكَاهُ مِنَ الْمِحَنِ وَ النَّوَائِبِ * آمَنَ بِهِ الضَّبُّ وَ

02-0 Gegabah Memvonis Bid’ah – Dalil Syar’i Maulid Nabi

Pasal Kedua Gegabah Memvonis Bid‘ah.   ‘Umar bin Khaththāb berdalih kepada Abū Bakar, meski tidak pernah dilakukan Rasūlullāh s.a.w. mengumpulkan al-Qur’ān adalah langkah baik, dan karena baik berarti dianjurkan. Abū Bakar selanjutnya mengulang jawaban ‘Umar itu saat Zaid bin Tsābit bertanya kepadanya: “Bagaimana kalian berdua melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh Rasūlullāh?” Abū Bakar menjawab: “Demi Allah itu baik”   Definisi bid‘ah pertama kali dijelaskan oleh Imām Syāfi‘ī berdasarkan…

001 Apakah Merayakan Maulid Nabi Itu Wajib? – Wajibkah Memperingati Maulid Nabi S.A.W.?

Apakah Merayakan Maulid Nabi Itu Wajib?   Masalah perayaan Maulid Nabi Yang Mulia masih tergolong suatu problem yang besar menurut sebagian orang-orang yang keras (ekstrim). Semoga Allah memberi mereka petunjuk ke jalan yang lurus. Alhamdulillah, sungguh simpul-simpul pemikiran yang dahulu mengikat pikiran beberapa dari orang-orang tersebut sekarang sedikit banyak mulai terurai. Dengan berlalunya waktu, perubahan keadaan, perkembangan di berbagai aspek kehidupan, perbedaan tuntutan zaman dan kebudayaan, serta kondisi masyarakat dan…
Lewat ke baris perkakas