Bersyukur Agar Nikmat Terus Terulur – Imam al-Ghazali – Agar Rezeki yang Mencarimu (1/4)

Bersyukur adalah keharusan. Tapi bersyukur jugalah pintu menuju dirasakannya nikmat-nikmat yang lain. Siapa bersyukur, ia bertambah makmur – karena syukur membuat nikmat terus terulur. Inilah inti dari bab terakhir kitab Minhāj al-‘Ābidīn ilā al-Jannah karya Ḥujjatul Islām Imām al-Ghazālī, pengarang Iḥyā’ ‘Ulūm al-Dīn yang terkenal itu. Mari sambangi paparannya yang penuh ilmu dan nasihat.   4 Bersyukur Agar Nikmat Terus Terulur Imām al-Ghazālī (450-505 H)   Engkau perlu bersyukur demi dua…

Renungi Hidup untuk Bersyukur – Ibnu ‘Atha’illah – Agar Rezeki yang Mencarimu

Untuk tenang dalam masalah rezeki, kita perlu memaksimalkan kepasrahan kepada Allah setelah mengoptimalkan ikhtiar (tawakkal), merasa cukup dengan yang sudah ada (qanā‘ah), serta menyadari pemberian dari Allah dan menggunakannya sesuai rida-Nya (syukur). Sampai di sini kita sudah menyimak petuah-petuah pengetuk hati tentang dua syarat pertama. Maka kini saatnya mendengar nasihat tentang yang ketiga. Untuk itu kali ini kita akan sejenak kembali mengunjungi kitab Bahjat an-Nufūs karya Syaikh Ibnu ‘Athā’illāh as-Sakandarī,…

Janganlah Mengadu Kepada Makhluk, Mengadulah Kepada Sang Khaliq – ‘Abd-ul-Qadir al-Jailani – Agar Rezeki yang Mencarimu (3/3)

Wahai anak muda, janganlah engkau mengadu kepada makhluk, mengadulah kepada Sang Khāliq yang Maha Mengatur, sementara yang lain tidak ikut mengatur. Di antara perbendaharaan kebaikan adalah menyembunyikan rahasia, musibah, penyakit, dan sedekah. Waspadalah terhadap laut “dunia” karena banyak orang yang sudah tenggelam di dalamnya. Hanya sedikit orang yang selamat darinya. Dunia adalah laut yang sangat dalam yang menenggelamkan semua orang, namun Allah menyelamatkan siapa di antara hamba-Nya yang Dia kehendaki,…

Siapa yang Sudah Sempurna Mengamalkan ini, Sudah Sempurnalah Kebersamaannya dengan Allah – ‘Abd-ul-Qadir al-Jailani – Agar Rezeki yang Mencarimu (2/3)

Terhadap makhluk, para wali (kekasih) Allah itu seolah tuli, bisu, dan buta. Bila hati mereka dekat dengan Allah, mereka tak mendengar selain-Nya, tak melihat selain-Nya. Mereka terperangah oleh kedekatan dengan-Nya, terlumuri oleh rasa takut kepada-Nya, dan terpana oleh cinta di sisi Sang Kekasih mereka. Mereka tepat berada di antara keagungan dan keindahan-Nya. Mereka tak condong ke kiri atau ke kanan. Bagi mereka, hanya ada depan, tanpa ada belakang. Mereka dilayani…

Berpuas dengan Yang Ada – ‘Abd-ul-Qadir al-Jailani – Agar Rezeki yang Mencarimu (1/3)

Rezeki adalah sesuatu yang sudah dijatahkan oleh Allah. Karenanya, tugas kita sebetulnya adalah menjemputnya, bukan mencarinya. Bila demikian, maka seberapa pun rezeki yang sudah kita peroleh, kita perlu merasa cukup dengannya. Alias berqanaah. Inilah yang digarisbawahi oleh Syaikh ‘Abd-ul-Qādir al-Jailānī dalam suatu pengajiannya yang terdokumentasikan dalam kitabnya, al-Fatḥ al-Rabbāni wa al-Faydh al-Raḥmāni.   3 Berpuas dengan Yang Ada ‘Abd-ul-Qādir al-Jailānī (470-561 H)   Wahai orang fakir, janganlah engkau mendamba-damba kekayaan,…

Orang yang Bertawakkal Cukup dengan Ilmu tentang Allah – Al-Harits al-Muhasibi – Agar Rezeki yang Mencarimu (2/2)

Orang yang bertawakkal cukup dengan ilmu tentang Allah, maka ia dapat menghindari kesibukan dengan yang lain, karena ia sadar bahwa yang memberinya manfaat adalah Allah satu-satunya. Pun, jika hatimu mantap kepada Allah, maka engkau tidak akan pernah takut kepada yang lain, karena Allah cukup bagi orang yang bertawakkal kepada-Nya. Di antara tanda orang yang bertawakal adalah bahwa ia mengedepankan kejujuran yang membahayakannya atas kebohongan yang memberinya manfaat. Orang yang bertawakal…

Tawakkal: Kunci Hati Tenang dan Hidup Senang – Al-Harits al-Muhasibi – Agar Rezeki yang Mencarimu (1/2)

Huuh… Bila mau menarik napas, silakan saja. Nasihat-nasihat Ibnu ‘Athā’illāh memang sering kali mengoyak hati – menyadarkan diri yang sudah lama terbuai dan lalai. Sekarang sudah jelas bagi kita mana yang perlu kita cemaskan dan mana yang tidak dalam hidup ini. Kita akan menjadi tenang melakoni setiap keadaan bila kita bersandar penuh kepada Allah – bila kita bertawakkal kepada-Nya. Oleh karena itu, mari simak uraian Syaikh al-Ḥārits al-Muḥāsibī dalam sebuah…

Janganlah Tamak pada Dunia & Jangan Pula Risau akan Dunia – Ibnu ‘Atha’illah – Agar Rezeki yang Mencarimu (3/3)

Janganlah Tamak pada Dunia. Wahai saudaraku, jika engkau diberi harta dunia, lalu engkau tidak mensyukurinya serta lalai terhadap akhirat berarti harta tersebut merupakan ujian bagimu. Rasūlullāh s.a.w. bersabda: “Dunia yang sedikit saja bisa membuat lalai terhadap akhirat.” Lalu bagaimana dengan harta yang banyak? Janganlah tergila-gila dengan dunia sebab suatu saat dunia akan menceraikanmu. Engkaulah yang seharusnya menceraikannya sebelum ia meminta cerai. Jika engkau lebih mengutamakan dunia daripada akhirat,…

Mengatur Dunia tanpa Tertipu olehnya – Ibnu ‘Atha’illah – Agar Rezeki yang Mencarimu (2/3)

Mengatur Dunia tanpa Tertipu olehnya. Mengatur dunia itu ada dua macam. Yaitu, mengatur dunia untuk dunia semata dan mengatur dunia untuk akhirat. Yang pertama adalah merancang cara mengumpulkan dunia dengan rasa bangga dan cinta kepadanya. Setiap kali dunianya bertambah, ia bertambah lalai terhadap akhirat, tambah terbuai dan tambah terperosok dalam maksiat. Tandanya, dunia tersebut membuatnya lalai dan tidak mengindahkan syariat. Sementara yang kedua (mengatur dunia untuk akhirat) seperti orang yang…