Kaidah-kaidah untuk Meraup Berkah dalam Mencari Rezeki – Abu Thalib al-Makki – Agar Rezeki yang Mencarimu (2/5)

Disebutkan dalam suatu khabar: “Tidaklah seorang hamba istiqamah sampai qalbunya istiqāmah, dan tidaklah qalbunya istiqāmah sampai lisannya istiqāmah.” Diriwayatkan dari Nabi s.a.w. tentang firman Allah: الَّذِيْنَ آمَنُوْا وَ لَمْ يَلْبِسُوْا إِيْمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُوْلئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَ هُمْ مُّهْتَدُوْنَ “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman, mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka orang-orang yang mendapat petunjuk.” (al-An‘ām [6]: 82), siapakah mereka itu? Beliau…

Kaidah-kaidah untuk Meraup Berkah dalam Mencari Rezeki – Abu Thalib al-Makki – Agar Rezeki yang Mencarimu (1/5)

“Sekarang menjadi jelas bahwa sikap pasif dan berdiam diri bukan pilihan yang baik dalam menjemput rezeki. Tapi menghalalkan segala cara bukan pula jalan yang bijak. Orang yang beriman akan berusaha menyeimbangkan antara tuntutan mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan dengan tuntutan untuk mengisi waktu dengan ritual ibadah. Ada rambu-rambu dan tuntunan dalam bekerja dan berusaha yang perlu diperhatikan oleh mereka yang beriman demi menjaga kehalalan, keberkahan, dan kesyukuran. Karena itu, mari…

Tujuh Hal yang Perlu Dijaga oleh Orang yang Berniaga – Yahya ibn Hamzah al-Yamani – Agar Rezeki yang Mencarimu

“Di antara profesi yang banyak memakan waktu, cukup banyak risiko tapi juga potensi keuntungan, sekaligus dijalani oleh banyak orang adalah berniaga. Para pedagang punya tantangan tersendiri – yang tidak ringan – untuk bisa tetap di jalur tawakal, qanaah, syukur, dan taat kepada Allah. Oleh karena itu, kita akan hampiri salah satu bab kitab Tashfiyat al-Qulūb karya Syaikh Yaḥyā Ḥamzah al-Yamanī, yang menegaskan prinsip-prinsip penting dalam bekerja dan berniaga.”   7 TUJUH…

Cara Baik untuk Meminta & Mencari Rezeki yang Baik – Ibnu ‘Atha’illah – Agar Rezeki yang Mencarimu (3/3)

Keenam, bentuk meminta rezeki dengan baik bisa dengan cara meminta bagian dunianya. Allah berfirman: فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُوْلُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا وَ مَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ. وَ مِنْهُم مَّنْ يَقُوْلُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ “Di antara manusia ada yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia,” dan di akhirat dia tidak mendapatkan bagian. Dan di antara…

Cara Baik untuk Meminta & Mencari Rezeki yang Baik – Ibnu ‘Atha’illah – Agar Rezeki yang Mencarimu (2/3)

Ketahuilah, musuh sejatimu, yaitu syaithan, akan senantiasa mengganggumu ketika kau berada dalam keadaan yang telah Allah tetapkan untukmu. Kemudian syaithan membisikkan buruknya keadaan itu sehingga kau menghendaki keadaan lain di luar yang telah ditetapkan Allah. Akibatnya, kau selalu gelisah dan hatimu selalu keruh. Syaithan akan mendatangi orang yang bekerja dan mengatakan kepadanya: “Jika kau meninggalkan pekerjaanmu dan khusyuk beribadah, tentu kau akan mendapatkan cahaya dan kebeningan hati. Itulah yang dialami…

Cara Baik untuk Meminta & Mencari Rezeki yang Baik – Ibnu ‘Atha’illah – Agar Rezeki yang Mencarimu (1/3)

“Bila kita perlu bertawakkal, berqanā‘ah, dan bersyukur, lantas bagaimanakah cara yang baik untuk mencari atau menjemput rezeki yang baik? Apakah berusaha segiat-giatnya bertentangan dengan tawakkal? Apakah berdiam diri adalah pilihan yang baik? Bila perlu berusaha, bagaimanakah sikap yang baik dalam bekerja dan berpencaharian? Untuk mengerti jawabannya, mari simak petuah Ibnu ‘Athā’illāh as-Sakandarī dalam kitabnya yang lain: at-Tanwīr fī Isqāth al-Tadbīr.”   6 CARA BAIK untuk MEMINTA dan MENCARI REZEKI yang BAIK…

Engkau Tak Boleh Melupakan Syukur Atas Nikmat Islam – Imam al-Ghazali – Agar Rezeki yang Mencarimu (4/4)

Ketahuilah, tulisan ini tak menyebut semua yang saya ketahui tentang nilai penting dari nikmat ini. Kalaupun saya habiskan ribuan halaman untuk masalah ini, tentu yang saya ketahui lebih banyak lagi dari itu, meskipun saya juga menyadari apa yang saya ketahui dibanding apa yang tidak saya ketahui seperti ludah di atas samudra luas. Tidakkah engkau menyimak firman Allah kepada Nabi: مَا كُنْتَ تَدْرِيْ مَا الْكِتَابُ وَ لَا الْإِيْمَانُ “Sebelumnya engkau tidaklah…

Nikmat itu Dicabut dari Siapa yang Tidak Mengetahui Nilainya – Imam al-Ghazali – Agar Rezeki yang Mencarimu (3/4)

Kedua, sesungguhnya nikmat itu dicabut dari siapa yang tidak mengetahui nilainya. Dan orang yang tidak tahu nilainya adalah orang-orang ingkar yang mengingkari dan tidak mensyukurinya. Dalilnya adalah firman Allah: وَ اتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِيْ آتَيْنَاهُ آيَاتِنَا فَانْسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ الشَّيْطَانُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِيْنَ. وَ لَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَ لكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الْأَرْضِ وَ اتَّبَعَ هَوَاهُ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَثْ “Dan bacakanlah (Muḥammad) kepada…

Syukur dan Sabar: Mana Lebih Utama? – Imam al-Ghazali – Agar Rezeki yang Mencarimu (2/4)

Syukur dan Sabar: Mana Lebih Utama? Ada yang mengatakan, orang yang bersyukur itu lebih utama. Dalilnya firman Allah: وَ قَلِيْلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُوْرُ “Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang bersyukur.” (Saba’ [34]: 13). Di sini Allah mengategorikan mereka sebagai kelompok super khusus (akhashsh-ul-khawāsh). Allah juga berfirman saat memuji Nūḥ a.s.: إِنَّهُ كَانَ عَبْدًا شَكُوْرًا “Sesungguhnya dia adalah hamba yang banyak bersyukur.” (al-Isrā’ [17]: 3). Allah pun berfirman tentang Ibrāhīm a.s.:…