Hati Senang

Ucapan Syaikh Husain Tentang Ikhlas 001

Apa yang diinginkan, dilihat oleh seorang guru pada seorang murid? Yaitu ikhlas. Ikhlas itu bisa dicapai karena Allah swt. mencintainya. Berarti harus berusaha untuk mendapatkan cinta Allah swt., baru bisa dapat keikhlasan. Karena Allah sudah perintahkan itu dalam Al-Qur’an Surah 3 Āli ‘Imrān, ayat 31. Syaikh Husain asy-Syadzili ad-Darqawi   قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ (QS: Āli ‘Imrān 3-31 ) Katakanlah:…

Ucapan Syekh Abu Nashr as-Sarraj Tentang Shufi 001

Hal pertama yang merupakan ciri khāsh qaum Shūfī yang membedakannya dari ‘ulamā’ yang lain setelah mereka bisa melakukan semua kewajiban dan meninggalkan larangan, adalah meninggalkan hal-hal yang tidak dianggap perlu dan penting, memutus semua hubungan yang hanya akan menghambat antara mereka dengan apa yang diinginkan dan dituju. Sebab yang menjadi maqshūd dan tujuannya tak lain adalah Al-Ḥaqq, Allah ‘azza wa jalla. ~Syekh Abū Nashr as-Sarrāj hatisenang.com…

Ucapan Sayyidina Ali ra Tentang Seorang Guru 001

Menurut pendapatku, bahwa hak seorang guru harus lebih diindahkan melebihi seluruh hak, dan lebih wajib dijaga bagi setiap muslim. Sehingga sangat layaklah sebagai tanda memuliakan guru; andaikata ia diberi 1000 dirham karena mengajar satu huruf. ~Sayyidina Ali Karramallahu Wajhah hatisenang.com…

Ucapan Syaikh Abdul Qadir bin Ahmad al-Kuhaniy Tentang Murid 002

“Seorang murid yang cemerlang permulaan perjalanannya, akan cemerlang pula akhir perjalanannya.” Yang dimaksud cemerlang pada permulaan perjalanan adalah tabiat suci yang menyala-nyala, menanggung kepayahan, serius dalam memerangi hawa nafsu, dan mampu mengelola waktu secara efektif. Cemerlang di akhir perjalanan adalah terus-menerus menyaksikan keagungan al-Haqq, serta berdiam dalam Kehadiran Suci dan Tempat Ketenteraman. ~Syekh Abdul Qadir bin Ahmad al-Kuhaniy hatisenang.com…

Ucapan Syaikh Ibnu Atha’illah Tentang Tipu Daya Syetan 001

“Bersedih atas ketiadaan berbagai ketaatan di saat itu juga, disertai dengan ketiadaan membangkitkan diri, yakni bersemangat tinggi, untuk (melakukan) berbagai ketaatan itu, di masa yang akan datang, adalah termasuk di antara tanda-tanda terpedaya (oleh syetan). ~ Syekh Ibnu Atha’illah hatisenang.com…
Lewat ke baris perkakas