Hati Senang

Ja’alanallāhu wa iyyākum minal ā’idīn wal fā’izīn wal maqbulīn, kulla ‘āmin wa antum bi khair.

Semoga Allah menjadikan kita kembali (dalam keadaan suci) dan termasuk orang orang yang mendapatkan kemenangan dan dikabulkan segala doa. Semoga setiap tahun kita senantiasa dalam kebaikan.

Bagikan:

يَا بْنَ آدَمَ!، كَمَا تُؤْذِيْ يُؤْذى بِكَ،

Wahai anak-cucu Ādam! Sebagaimana engkau menyakiti, engkau akan disakiti!

وَ كَمَا تَعْمَلُ يُعْمَلُ بِكَ،

Dan sebagaimana engkau berbuat, itulah yang akan diperbuat terhadapmu! ~Peringatan-peringatan di dalam Hadits-hadits Qudsi

Oleh: Imam al-Ghazali
hatisenang.com

Bagikan:

Nabi bersabda:

يَا عَلِيُّ أَنْتَ سَيِّدٌ فِي الدُّنْيَا وَ سَيِّدٌ فِي الْآخِرَةِ.

“Wahai ‘Alī, engkau adalah tuan di dunia dan akhirat.”

أَبُوْ بَكْرٍ وَ عُمَرُ مِنِّيْ كَسَمْعِيْ وَ عَيْنِيْ فِيْ رَأْسِيْ.

“Abū Bakar dan ‘Umar bagiku seperti pendengaran dan penglihatan di kepalaku.”

عُثْمَانُ ابْنُ عَفَّانٍ كَلِسَانِيْ فِيْ فَمِّيْ وَ عَلِيُّ ابْنِ أَبِيْ طَالِبٍ كَرُوْحِيْ فِيْ جَسَدِيْ.

“‘Utsmān bin ‘Affān seperti lisan dimulutku dan ‘Alī bin Abī Thālib seperti ruh dalam jasadku.”

 

Dari kitab: Sabil-ul-‘Abidi

~KH Sholeh Darat

Bagikan:

Rasūlullāh s.a.w. bersabda: “Allah ‘azza wa jalla berfirman: “Barang siapa berbuat kebaikan, baginya sepuluh kebaikan serupa dan (boleh jadi) Aku tambah. Dan barang siapa berbuat keburukan, balasannya satu keburukan serupa atau (boleh jadi) Aku ampuni. Siapa mendekat kepada-Ku sejengkal. Aku mendekat kepadanya sehasta. Barang siapa  endekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Siapa mendatangi-Ku dengan berjalan, Aku mendatanginya dengan berlari. Siapa menemui-Ku dengan kesalahan hampir (sebesar) bumi, tidak menyekutukan sesuatu pun dengan-Ku, Aku temui dia dengan (memberinya) ampunan sebesar itu.”

~Kompilasi Hadits Qudsi | Ibni ‘Arabi

hatisenang.com

Bagikan:

Di dalam sebuah hadits telah disebutkan, bahwa apabila orang mukmin mencapai usia tua hingga ia tidak mampu lagi untuk mengerjakan amal kebaikan, maka dituliskan baginya pahala amal kebaikan yang biasa ia kerjakan di masa mudanya dahulu.

~Tafsir al-Jalalain – Surah at-Tin, Ayat 6

hatisenang.com

Bagikan:

Apa yang diinginkan, dilihat oleh seorang guru pada seorang murid? Yaitu ikhlas. Ikhlas itu bisa dicapai karena Allah swt. mencintainya. Berarti harus berusaha untuk mendapatkan cinta Allah swt., baru bisa dapat keikhlasan. Karena Allah sudah perintahkan itu dalam Al-Qur’an:

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

(QS: Āli Imrān 3-31 )

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

~Syaikh Husain asy-Syadzili ad-Darqawi

hatisenang.com

Bagikan:

Lewat ke baris perkakas